Puisi
Indira Untuk Bunda
“Hoammmm….aku masih mengantuk Bunddaaaa.”gerutuku “Indira kamu harus bangun kan pagi Ini kamu
akan bertugas menjadi pemimpin Upacara.”jawab Seorang perempuan yang menjaga ku
bahkan menyusuiku sejak aku lahir ke Dunia nyata Ini.”Iya Bundaaa aku tauuu
tapi Ini kan masih sangat pagi Barulah jam Setengah 5 pagi..”Jawab aku dengan
marah,”Loh-loh anak Bunda yang Solihah
Harus Solat ayo nakk “bangun bunda memasak nasi goring lengkap dengan ayam
Gorengnyaaa.”Rayu Bunda.”Huuuhhh Baiklahhh.”jawabku tanpa semangat.
Pagi Ini adalah Upacara bendera ya,hari ini aku bertugas
sebagai Pemimpin Upacara,Jadi aku dating lebih awal dari biasanya agar bisa mempersiapkan Diri secara
matang.”Ayahhh ayooo berangkattt nanti aku Telatt”gerutuku “Iya sebentar
naakkk..”Jawab tegas ayah.”Oke ayoo Tuan Putri Kita berangkat menuju Singgah
sana Tuan putri,ayo cium tangan dan Pipi Bunda!!”Canda Ayah “hehehe baikklahh
ayahKu yang Tampan..”JawabKu.”Bunda Indira Berangkat dulu yaaa..”Pamitku sambil
mencium tangan dan Pipi Bunda.”Iya sayanggg jangan bercanda terus ya di sekolah
Ingat belajar dengan baik agar bisa menjadi Tuan putri Sungguhan..”Pesan
ibu.”Baiklahhh Assalamualaikum Bundaaa”Pamitku sambil melambaikan tangan dari
Dalam Mobil ayah. >SKIP< Sesampainya Disekolah aku Di Sambut Oleh
beberapa sahabat dan teman-teman sebaya Ku.”Indira…apakah kau sudah membuat
Puisi Suruhan pak erfan?”Tanya emy sahabat Lama Ku “tentu saja Sudah..
mengapa?” Jawabku dengan penuh semangat.”Tidak aku hanya mengingatkan mu saja
“Jawab Emy santai.Tak lama Bel berderin g aku Pun bergegas menuju Ruang Osis
Untuk mempersiapkan Diri.>SKIP<
Saat Pelajaran Pak Erfan Dimulai aku Pun diperintahkan
Untuk membaca Puisi itu terlebih dahulu daripada Yang lainnya.kebetulan Puisi
yang kubuat adalah berjudul “PUISI UNTUK BUNDA”
Puisi Untuk Bunda
Bunda,,,
Dalam Pagi yang Cerah
Kau jalan setapak menuju Kamarku yang nyaman
Kau bangunkan aku perlahan
Mengajak aku bertemu Tuhan Yang Maha Esa
Sejuta kata pemalas Ku Luncurkan
Tapi kau tetap bersemangat menagajak
Dan memaksa
Bahkan membujuk aku untuk bertemu Tuhan
Bunda
Kau adalah wanita yang tangguh
Melahirkanku mempertaruhkan nyawamu
Menyusui ku meski kau lemah
Menjagaku dan merawatku dalam keadaan apapun
Kau kasihi aku
Kau sayangi aku
Kau manjakan akuu
Padahal
Aku adalah anak yang durhaka padamu
Sering aku berkata Kotor padamu
Sering aku membanting Pintu dihadapanmu
Tapi kau sering bahkan tetap menyebut aku dalam doamu
Bunda
Betapa Mulianya hatimu
Betapa sabarnya engkauu.
Bunda…
Ku berjanji
Aku kan kirim kan doa untukmu
Memohon pada Tuhan
Agar Tuhan selalu menjaga mu
Dalam Tidurmu dan Langkahmu
Suara tepuk
tangan dari kawan dan tangis haru dari Pak erfan mengiringiku sampai aku duduk
di bangku ku.Pak erfan Pun berteriak dengan semangatnya “Indiraaaa Putri Pak
erfan mendapatkan Nilai yang sangat sempurna Yaitu 98 tepuk tangan yang
hebooooh Untuk Indira.”aku Pun tersenyum bahagiaaa dan berniat dalam hati akan
menghadiahkan Puisi Ini Untuk Bunda Saat Ulang Tahunnya 1 Minggu Lagi.
>SKIP< sepulang sekolah aku mencari cari dimana Bunda aku Pun bertanya
pada Ayah lewat telepon rumah kata ayah Bunda berada di rumah sakit,Ayah pun
bilang kepadaku bahwa dia akan Menjenguk
Bunda Nanti Ba’da Ashar.Saat Dirumah aku Pun tak hentinya membaca doa
sambil melaksanakan solat Ashar sambil menunggu Ayah Yang sebentar lagi akan
sampai dimuka pintu.”Indiraaa..”Panggil Ayah aku Pun segera melepas Mukena Ku
dan melangkah menuju Ayah..”ada apa Yah?”tanyaku “Ayo kita berangkatt..”ajak
ayah “BAiklahhh yahhh”aku Pun menutup Pintu dan melangkah menuju Mobil Hitam
Milik Ayah.Di sepanjang Jalan Ayah menceritakan mengapa Bunda masuk rumah
sakit,Kata ayah Bunda masuk Rumah sakit Karena Jantungnya Sakit dan Ia sempat
Pingsan beberapa kali.Oleh karena Itulah bunda Dilarikan Kerumah
SAkit.>SKIP< sesampainya di Rumah SAkit aku Pun menengok Bunda dan
Memeluknya kata bunda “Kamu Sudah pulang Ra?” Tanya Bunda lemah “Udah dehh
bunda jangan pikirkan aku,Bunda kenapa sakit?bunda kenapa??apa Bunda sakit
Parah?”Mulailah Mulut nakalku bertanya dengan bawelnya.”Ihhh Indira galak amat
yaaa,enggak Kok Bunda Gak sakit Bunda hanya lelah saja.. ya kan yah?”Lirik
Bunda pada Ayah “Iiiih apa Ini?Tadi kata Ayah,jantung Bunda Sakit makanya Bunda
Langsung dilarikan Kerumah Sakit..”Potongku “Ihh kata Ayah?ayah sok tauu
bangettt ya orang bunda sehat begini kok..”yakin Bunda terhadapku.”Sudahlahh
Indira Udah makan nak?Udah Solat?”Tanya Bunda serius “udah Bunda tapi aku belum makan,aku ga nafsu makan
karena Khawatir terhadap Bunda.”jawabku Lemah.”Sekarang kan Indira Sudah
bertemu dengan Bunda,dan Melihat bunda baik-baik saja kan??”Tanya Bunda “iyaaaa..”jawabku
mengangguk “makan yaaa ayah tadi membawa Bubur ayam bunda udah kenyang Indira makan
saja yaa.”Rujuk Bunda “Baiklahhh..”jawabku semangat.>SKIP< .Setelah makan
aku Pun bercerita pada Bunda,”Bunda tadi pagi aku senang sekali.”kisahku
“mengapa sayang?berbagilahh!!”ajak Bunda “begini Bun,tadi pagi ka nada Guru
Bahasa Indonesia Yang menugaskan para murid 1
minggu silam Untuk membuat Puisi Karangan Masing-masing.AKu diperintah
maju lebih dahulu lalu aku membaca kan Puisi Buatanku dan Pak erfan Pun senang
bahkan Ia menangis Bun…Katanya Puisi Ku bagus sekali Bukan Hanya Pak erfan
teman-temanku pun suka dan senang dengan Puisi Ku…Oleh karena Itu aku diberi
nilai A oleh Pak erfan Bahkan A+ Bun…”Kisahku penuh semangat “Uehhh Putri Bunda
rupanya pandai berpuisi tooh,Bagi lahh Bunda mau dengar Puisi Buatan Putri
Bunda Sendiri..”Perintah Bunda “Ishhh enak saja nanti Puisi itu akan ku hadiah
kan Ke Bunda Pas hari ulang tahun Bunda yang ke 35th nanti.”candaku
“Baiklahh bunda akan menunggu.”jawab Bunda.”Indira ayo kita pulang hari Ingin
gelap besokkan kamu harus sekolah lagi.”ajak ayah “Loh bunda Ga Pulang yah?.”
Tanyaku cemas “Bunda Pulang Lusa cantik..” jawab Bunda dengan senyumannya.”hmmm
baiklahhh..” jawabku sedih “ayah nanti ayah tidur di kamarku yaaa.”ajak aku
“tidakkk cantik kamu tidur dengan kak elfa..” jawab ayah “lah mengapa
demikian..?”tanyaku heran “ayah ada meeting dengan client di luar Kota.”Jawab
ayah sedih.”baiklah dan aku sendiri lagi tanpa ayah dan Bunda Dan sekarang aku
hanya tidur di temani Oleh Kak Elfa Seorang wanita yang tak ada hubungan darah
denganku..”Jawabku Sediih “wehhh anak Bunda Galauu.”Ledek Bunda “ya Habis nya
aku kesal mengapa tak ada 1 pun yang menemani aku..”keluhku “baiklahhh ayah
akan mengajak Nisa,Arad an Putri dikemudian Hari.”Hibur ayah.”hmmm Oke
lahhh”jawabku kesal.>SKIP<
Paginya aku
bergegas Pergi kesekolah menggunakan Motor Matic Kak elfa.>SKIP< Pas Aku
sampai Disekolah semua teman-temanku melihat ku nanar entah apa yang sedang
mereka pikirkan “fan ada apa?”Tanya ku pada rifan salah satu anak terpandai
Disekolah,tetapi Rifan hanya menunduk dan meninggalkanku “Heyyy kamu ya kamu
siapa namamu?”teeriak kepala sekolah menghadapku “saya pak?Saya Indira.”aku Pun
menghadap dan melangkahkan kaki ku ke kepala sekolah “ada apa ya pak?”Tanyaku
Heran “Orangtuamu…ayahmu Indrawan Subagjo kan?”Tanya kepala sekolah “Ummm Iya
pakk ada apa?” Tanyaku dengan bawelnya “ayahmu kecelakaan di daerah Bandung
semalam polisi setempat mengabarkan ke bapak karena hanya Hp bapak lah yang
paling Mudah dihubungi.” Kisah kepala sekolah “apa??yang benar saja pakk
semalam ayah berjanji padaku akan kembali ke rumah dan menjemput Ibu dirumah
SAkit.”Sontakku “Sabar nakk sabarr ini takdir Tuhan”hibur bapak kepala sekolah
“lalu dimana ayahku pak?”tanyaku tak sabar.”Ia berada DI rumah sakit
PELNI.”unjuk pak kepala sekolah. “baiklah pak tolong izinkan saya menemui ayah
saya pak karena beliau 1 rumah sakit dengan Bunda Saya Pak..”paksaku. “baiklah
nakk ayoo..” Sepanjang perjalanan aku gelisah sekali memikirkan apa yang
terjadi pada keluargaku.. >SKIP< sesampainya disana Aku pun mencari Ruang
ayahku dirawat dan Pak kepala sekolah membantuku mengusahakan agar ayah dan
Bunda Ku 1 ruang yang sama.ternyata Bunda Ku sakit Jantung Koroner yang kemaren
malam Sudah diOperasi Namun sampai saat ini Bunda Belum juga siuman,sementara
Ayahku gegar Otak.Akupun tak henti-hentinya berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa
agar penyakit kedua orangtua ku diangkat.
Sudah 1
Minggu aku tidak sekolah Hari Ini adalah hari Ulang Tahun Bunda,Bunda sudah
Siuman Dan Ayahpun sudah sembuh esok Ia akan Boleh pulang.Tapi Bunda masih
harus disini karena belum sembuh “Bunda selamat Ulang Tahun yaaa..”Isakku.. aku
Pun membacakan Puisi Buatanku yang Ku janji kan pada Bunda,Bundapun menangis
haru akan puisi yang Kubacakan.Taklama bunda pun seperti menahan dalam Perutnya
dan Ia Pun mengatakan “jaga ayahmu,jadilah anak yang solihah doakan Bunda
apabila Bunda telah tiada nanti Bunda aKan selalu bersama Mu dan darahmu
nakk.”dan Bundapun meninggalkan aku dan ayah. Aku pun menangis Tiada Henti
sampai jasad Bunda disemayamkan aku berdoa pada tuhan dan aku Pun berjanji pada
diriku sendiri akan menjaga amanah Bunda.BUNDA INDIRA SAYANG BUNDA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar