Kamis, 29 November 2012

Puisi untuk sahabat



Maaf!
Authors By : Cut Nazara Putri Hanif
Mungkin bibir ini pernah menyakiti hati, berkata bohong, hingga membuat mu kecewa..
Mungkin tangan ini pernah lancang terhadapmu
Perasaan ini sering tak peka terhadap mu akan kesalahanku
Namun aku meminta maaf atas itu, aku ingin kita menjadi sahabat dalam sebuah dunia yang indah… sahabat yang akan dijadikan percontohan bagi umat peradaban di dunia ini, meski terkadang marah dan ngambek sering terjadi antara kita, meski salah paham sering mengerumuni persahabatan kita, aku ingin menjadi penepi dalam hidupmu, pendengar yang baik, orangtua yang bijak, pacar yang setia karena kita sahabat…
Tuhan, dengarkan lara ini, aku ingin membuat mereka bahagia atas segala tindakanku!
sejuta maaf ku hanturkan pada mereka sahabat ku, aku tak ingin mengulang semua kesalahanku lagi, cukup tau aku rasanya dijauhi mereka, kurasa sudahlah kali ini saja aku menangis, menangisi kesalahan ku kesalahan yang sudah berlarut-larut!

Puisi untuk KAMU



Lemah

 Authors By : Cut Nazara Putri Hanif

Menatap dari kejauhan … terpancar bola mata mu yang bulat nan berwarna coklat menatapku… entah tatapan apa itu… Kau tersenyum sejenak… aku membalasnya dengan senyuman khas ku… senyuman yang tak secerah wanita lain… kau melangkah menuju ku… ku pikir kau akan memegang tangan ini yang kaku … ternyata kau sedang bersenda gurau dengan kawan sebayamu… suaramu seakan membuat jantungku berdegup cepat sekali… oh tuhan aku lemah.. lemah karna nya… jangan biarkan perasaan ini menjadi perasaan sayang, karena aku tau aku akan sakit kembali
Tuhan dengarkan doa ku ini, harapanku ini, Jika memang dia menyayangi ku dan memiliki rasa yang sama terhadapku izinkan aku memilikinya, memiliki dan akan kujaga dia,…. Tuhan sungguh jika dia hanya terkagum akan ku izinkan dia menjadi sahabatku dan apabila dia membenci ku izinkan aku melupakannya dan izinkan aku menepi pada dirimu karena aku akan lemah, aku akan lemah karena rasa sayang ini yang tulus ini akan bertepuk sebelah tangan….
Ku lemah karenanya, tanpanya dan bersamanya…
Lemah dalam artian aku kaku, aku tak bisa jauh dari tatapan kosong matanya, dari suaranya yang menggebu, Mengenalnya, Menyayanginya bahkan Menjaganya mungkin akan aku lakukan tapi tidak untuk menjauhinya, sungguh rasa ini perasaan ini… TULUS UNTUKNYA

Rabu, 21 November 2012

renungan dan doa



Renungan ku
Kau ada saat aku terjatuh… kau hadir saat aku memerlukan penyemangat hati…kau ada dan mampu membuatku kembali dalam dunia ceriaku…kau bisa membuat ku merasa nyaman didekatmu…aku merasa bahagia bersamamu…meski rasa kesal dihati sering kau ulang kembali…namun kata maaf masih saja aku tolerankan padamu…sekesal-kesalnya aku padamu…tak sekesal kancil terhadap para sahabatnya…
Terimakasih kau hadir dalam renungku…dalam relung jiwaku…pada setiap mata ini berkedip…saat air mata menetes dipipi kau hadir membawa sejuta kebahagiaan yang abadi…meski terkadang aku lelah dan lemah namun yakin dan ku bertekad agar aku bisa mengerti dan menyayangimu seperti layaknya kasiah sayang bunda yang sepanjang masa….

Kemarau air mata…
Mungkin kau memang bukan yang terindah… diantara bintang masih ada lagi yang lebih indah… masih ada lagi yang dapat mengertiku… masih ada lagi yang dapat memahamiku… namun seketika aku terdiam dan merenung… berpikir otak ku berkata tapi apakah ada yang bisa menggantikan mu dalam hatiku?.... apa ada? Jika iya kan ku petik bintang dalam hatiku… ku cabut duri cinta yang menguras air mata ini…. Kini karena nya aku tak bisa menangis… kering sudah air mata ini… tak mampu lagi keluar dan menetes di pipi licinku ini…. Tak mampu lagi membuat merahnya si Mata…. Entahlah aku ingin sekali mennangis namun kemarau air mata dalam mataku masih saja terjadi…. Kemarau yang berujung pada kesetiaanku padamu… yang akan berujung menyiksaku,batinku… karena sungguh aku mencintaimu setulus hatiku.

Puisi



Puisi à Baik untukku dan Untukmu
Author By : @CutnazaraPH (TWITTER)
Cut Nazara Putri Hanif (FACEBOOK)

Baik untukku dan untuknya
Embun pagi serasa dingin dan sangat segar
Dan baik untukku saat pagi hari merindukanmu..
Air wudhu tak kalah membasahi wudhu ku…
Saat ku ingat kamu…
Tuhan seperti mengizinkan kedua kaki dan tubuh ini
Menuju sajadah solat…

Tangan dan mata ini tak hentinya menadah dan menangis
Meminta dan memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa
Agar terketuk pintu hatimu…
Hati yang telah terketuk selama berbulan-bulan olehku..
Namun semua itu hanya menjadi tanaman kacang yang kau hiraukan..
Kau lupakan…
Aku berlebihan saat ku Ingat Kamu…
Aku merasa getaran cintaku lebih besar dari pada rasa benci ku padamu…
Tuhan…
Hapuskan rasa ini..
CINTA ini…Sayang ini…
Aku Ingin baik baginya dan Baik bagiku…
Tuhan …
Jaga dia dalam Lindunganmu…
Cintai dia layaknya kau mencintai hambamu..
Tuhan…
Aku tahu ini yang terbaik…
BAIK BAGIKU dan BAIK UNTUKNYA

Renungan




Renungan
Jika malam sudah tak lagi ada, matahari tak kembali terbit. Semua akan gelap gulita, bintang yang indah menghantam kepala yang keras, bulan yang indah yang sering kita umpamakan jatuh tepat di ubun-ubun. Semua orang berlarian meninggalkan dan menjauh, mengumpat, tuhan yang maha esa mengakhirkan dunia ini. Akankah kita bersamanya? Di pangkunya ? sementara larangannya masih saja kita lakukan, perintahnya kita hiraukan. Entahlah apa kita akan bersamanya atau bersama orang-orang yang mendustakan agama? Jika kita selalu menganggap urusan dunia adalah utama, dan biasanya akhirat adalah belakangan. Tidakkah kalian tau, apabila urusan Akhirat kalian lakukan lebih dahulu kalian akan mendapat nikmat hidup dunia yang sangat istimewa selain itu kalian akan mendapat rahmat dari Tuhan Yang Maha Esa atas nikmatnya. Maka daripada itulah marilah, mulai dari detik ini kalian jauhi larangan Tuhan dan tebus semua Perintahnya. Dekatkan diri kalian dengan Tuhan kalian, dekatkan dan janganlah kalian takut kepada mereka para setan yang selalu dan tiada henti menggoda. Jika kalian selalu dekat dengan Tuhan, tuhan pun demikian Dia akan ada buat kalian yang menganggapnya ada. Marilah, kita bersama menjadi penghuni Surga.