Renungan ku
Kau ada saat aku terjatuh… kau hadir saat aku memerlukan penyemangat
hati…kau ada dan mampu membuatku kembali dalam dunia ceriaku…kau bisa membuat
ku merasa nyaman didekatmu…aku merasa bahagia bersamamu…meski rasa kesal dihati
sering kau ulang kembali…namun kata maaf masih saja aku tolerankan
padamu…sekesal-kesalnya aku padamu…tak sekesal kancil terhadap para sahabatnya…
Terimakasih kau hadir dalam renungku…dalam relung jiwaku…pada setiap
mata ini berkedip…saat air mata menetes dipipi kau hadir membawa sejuta
kebahagiaan yang abadi…meski terkadang aku lelah dan lemah namun yakin dan ku
bertekad agar aku bisa mengerti dan menyayangimu seperti layaknya kasiah sayang
bunda yang sepanjang masa….
Kemarau air mata…
Mungkin kau memang bukan yang terindah… diantara bintang masih ada
lagi yang lebih indah… masih ada lagi yang dapat mengertiku… masih ada lagi
yang dapat memahamiku… namun seketika aku terdiam dan merenung… berpikir otak
ku berkata tapi apakah ada yang bisa menggantikan mu dalam hatiku?.... apa ada?
Jika iya kan ku petik bintang dalam hatiku… ku cabut duri cinta yang menguras
air mata ini…. Kini karena nya aku tak bisa menangis… kering sudah air mata
ini… tak mampu lagi keluar dan menetes di pipi licinku ini…. Tak mampu lagi
membuat merahnya si Mata…. Entahlah aku ingin sekali mennangis namun kemarau
air mata dalam mataku masih saja terjadi…. Kemarau yang berujung pada
kesetiaanku padamu… yang akan berujung menyiksaku,batinku… karena sungguh aku
mencintaimu setulus hatiku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar