Senin, 03 Desember 2012

1DLS -> LIAM LOVE STORY



1DLS Liam Love Story
I WISH
Authors : Cut Nazara Putri Hanif
Yup, sekarang adalah tanggal 21 Oktober bukan waktu yang cepat bersama menjalani kasih sayang, saling percaya dan menghargai selama 3 tahun. Kebanggan tentu saja yang kau rasakan saat itu, kau yakin dan selalu percaya tentangnya. Dia, dia kekasihmu tinggal jauh darimu ia memang sangat sering dekat dengan wanita tapi Kau… Kau tetap sabar dan pengertian terhadapnya. Hari ini, Malam ini dia berjanji pada mu hari ini! Sekarang, kau masih tetap duduk diatas kursi basah karena embun daripada pepohonan yang dibasahi oleh hujan, kau melihat segerombol anak kecil yang menendang bolanya, sepasang kekasih yang berpeluk bermesraan bahkan Kakek Nenek yang menggendong cucunya, terasa tenang ditambah dengan terangnya lampu-lampu malam ditaman, jam ditanganmu sudah menunjukkan pukul : 20.00 kau menunggunya sejak tadi, sekitar 2 jam lalu. Berulang kali kau melihat basahnya dedaunan dan arloji mu. Tapi dia tak kunjung datang, karena kau bosan kau pun memutuskan untuk berjalan pelan mengitari taman yang sepi, taman yang basah oleh air hujan, saat kau sedang melangkah menuju kolam ikan dekat dengan air mancur mini tiba-tiba hujan dan kau berlari menuju suatu pohon dan berteduh disana “Oh my god Liam!!! Kamu gak datang tapi aku udah kebasahan gini!!!” omelmu pada dirimu sendiri sambil memegang lembut badanmu dan menggosok-gosokan tangan mu, dan seketika telinga kecilmu seperti mendengar sesuatu dan merasakan ada yang menempelkan jaket pada tubuhmu “Happy Anniverssarry three years, longlast babe…” peluk si Misterius padamu “Oh God! You coming Liam, I waited you two hours a go…” kau marah padanya dan membalikkan tubuhmu, Liam pun membalikkan tubuhmu kehadapannya dan memelukmu erat seperti tak ada yang boleh mengambilmu darinya “Ohh God! Sorry babe, the plan its late flied…” katanya dengan muram “No liam, I know… youre so busy, I know it! And I understood it!” kau pun membelai rambutnya dengan penuh kemesraan dan memeluknya kembali “HEHEHE thankyou very much,babe…” katanya padamu “umm, Za… I can sing Indonesian’s Songs would you hear it?” pamernya pada Raiza, “Oh yeah… please sing it, I would it!” jawab mu dengan sambil terkekeh “Umm Hear it!”
Mencintaimu aku tenang, memilikimu aku ada, disetiap engkau membuka mata
Mencintaimu selalu ku rasakan, slalu memelukmu penh cinta, itu yang selalu aku inginkan
Kau mampu
Membuatku tersenyum dan kau bisa
Membuat nafasku lebih berarti
Kau jaga selalu hatimuu
Saat jauh dariku
Tunggu aku kembali
Ku mencintaimu selalu
Menyayangimu sampai
Akhir menutup mata…
Kau mendengar alunan dan intonasi Liam bernyanyi membuat kau tak sadar, kau menatap nya dalam kau meneteskan mutiaramu, yang tak pernah keluar selama ini. Akan tetapi, Malam ini detik ini kau menangis, menangis dan meneteskan mutiaramu. “Heyy… why you cry?” Tanya liam padamu dan menghapus air mata mu dipipimu dan menatap matamu nanar “No, Liam… You sing it very cool and perfect I love it!” kau menghapusnya dan kau bersandar dibahunya. “Za…” “Ya…” “I wanna be with you, I will marry with you! I will it, I hopefully you will be a Mom for my children…” Liam duduk dibawah pohon dan mengajakmu duduk dan kau menempelkan kepalamu pada pundak liam “Are you sure?” Tanya mu pada Liam “Look at me!” Liam memerintahkan padamu untuk menatap matanya, kau menatapnya dengan tajam dia, matanya nanar kosong terdapat disana sejuta kasih sayang dan ketulusan yang terbendung dan perlahan Liam memejamkan matanya, bulir air matanya mengalir laksana air yang terbendung lama “Ohh liamm, Don’t cry!!” kau memeluknya dan meletakkan kepala botak liam ke bahumu “I don’t cry ! I’m So strong,..” Liam membalas pelukmu dan menghapus airmata, kau dan liam tak lama dibawah pohon karena hujan sudah reda kau dan liam memilih untuk mengitari taman dengan berjalan kaki, malam itu tak ada rasa dingin diantara kalian. Meski jutaan orang sedang berselimut dengan Wol nya, kau hanya dengan jaket liam dan rangkulan hangat darinya, kau menghabiskan malam dengannya “Liam… look at the flower!!” tunjukmu pada liam terhadap bunga mawar merah yang mekar pada malam hari “so beautiful… are you need it?” Tanya nya padamu “Umm… I think yea.” Jawabmu, dia pun mengambilkannya untuk mu tetapi dia mengambil tidak dengan gunting melainkan memoteknya, jelas saja jemarinya berdarah karena duri bunga mawar merah itu “Awwhhh… Shit!! There is…” Liam memberikannya padamu dan dia menghisap darah luka ditangannya, kau pun tak membiarkan liam mengobatinya sendiri. Kau mengajak nya duduk dan Kau pun menghisap darahnya pada ibu jari Liam, sampai darahnya habis “Awwhhh shit… awhh…” kalimat itu sering Liam ucapkan saat kau menghisap jemarinya, usai kau hisap jemarinya kau pun merobek baju lenganmu dan kau ikatkan pada jari Liam “Ini hanya luka kecil, Rai..” katanya padamu dengan menggunakan bahasa Indonesia “No… be a infection! Please be careful, If you want do somehings!” bibirmu yang cerewet memarahi Liam “SStttt, Thanks Babe…” mwahh dia mencium pipimu. Malam itu ia memberikan mu kalung bertuliskan huruf RL scara menyambung dia berkata padamu, banyak hal mulai dari masa pertama kali kalian berpandangan hingga tadi saat kalian bermesraan. “Tomorrow, Iam going to London…” Liam berkata diselang pembicaraan kalian “Oh my God! Don’t leave me, I miss you! Papa mama ku ingin bertemu dengan mu, mereka ingin menanyakan sesuatu padamu, Liam…” kata mu sambil memeluknya dengan manja “Lain waktu aja ya, aku masih sangat sibuk. Mungkin liburan kali ini aku akan mengunjungi mu dan sekalian mengajak keluarga kalian ke Pulau Raja Ampat…” janjinya padamu “What ever…” kamu pun berdiri dan membalikkan badanmu, kau memancarkan wajah marahmu padanya dan itu membuatnya menarik nafas panjang dan memelukmu dari belakang “If you believing I will come in your life, make you happy everyday and be a your couple… please belive it! I know, you believed it!” jelasnya “But Liam, I…” kau hendak berbicara namun liam menutup mulutmu dan berkata padamu “if you believed it! I know, the God give a way for we and We are Happiness…” jelasnya, kau pun tersenyum dan memeluknya lagi “Liam, what time is it?” Tanyamu padanya “Ummm 23.00” jawabnya “Liam, please Drive me and Take Me Home, I will arrive at home 23.00.” jawabmu “Don’t worry… come’on..” Liam mengajakmu pulang dan menggunakan motor matic nya.
***
 “Thankyou Liam, Hopefully You keep your health I wish you and me will be a family later…” katamu pada Liam “HEHEHE…. Ok my angel, Good bye.. sampaikan salamku pada orangtuamu…” Liam mencium keningmu dan dia pun pergi. Malam itu kau sangat merasa bahagia, bukan hanya karena diberi kalung oleh Liam, tetapi kamu merasa senang Karena akhirnya Liam akan menikahimu, Ya dia kekasihmu yang sudah 3 tahun menjadi kekasihmu akhirnya akan menikahimu hanya dalam jangka waktu yang tak kan lama lagi. Karena kau merasa bahagia kau pun tidur dengan nyenyak.
Pagi yang Indah, kejadian semalam membuatmu segar dan bangun tepat 6 pagi. Segera saja kau mandi dan menyikat gigimu, kau siapkan makan untuk adik dan orangtuamu “Dad… Momm..” panggilmu “Ummm… Za, are you seriously? You cooked that’s all for we?” Tanya Mom mu yang tampak bingung dengan kau karena baru kali ini, kau memasak untuknya “Mom, jangan meledek deh… aku masak ini ikhlas tau.” Katamu dengan cemberut “Yayaya…” “Mom,Dad… semalam Liam datang ke Indonesia…” curhatmu “Kenapa dia tak menemui Dad?” Tanya Dad “dia harus kembali ke London, karena jadwal manggungnya sangatlah padat…” katamu “Oooh…” “Dad… dia akan menikahi ku…” kata ku “What? Are you seriously?” Mom, and Dad terkejut mendengarmu “jadi kakak akan menikah?” Tanya Rayya adikmu yang berumur 12 tahun “Yea…” “with  Liam? The personel of One direction?” Tanya rayya tertegun “Hahahah youre right,Bro…” kata mu dan kau pun menyuap nasi goreng sarapan buatanmu sendiri, “ Yaudah kalo kamu mau menikah dengan Liam, Liam anak yang baik Dad suka dengannya akan tetapi Dia harus temui Dad sebelumnya…” kata Dad “Makasih Dad….” Kata mu “oh iya, Liburan kali ini, dia akan mengajak Dad,Mom dan Rayya ke Pulau Raja Ampat termasuk aku, dia ingin liburan bersama kita…” sambungmu “Oh yea? Youre right?” Mom terkejut “Yeaaa Mom…” jawabku santai “Yipiii…” Rayya riang dan melanjutkan makannya. Setelah  kalianmakan bersama kau pun duduk diatas ayunan, teringat kau atas Liam saat dia belum pindah ke London kau sering bermain ayunan dengannya, kau diperlakukan seperti seorang putrid saat itu, bahkan dia pernah membuatkan mahkota mainan dari kertas untukmu. Dia sering berpura-pura menjadi seorang raja yang memiliki istri sepertimu, namun suatu saat kalian terpisahkan sehingga Liam harus pergi ke London. Namun 3tahun Lalu, kalian bertemu kembali kalian saling menyayangi dan mencintai bagimu dia adalah segalanya, dan dia pernah bilang tak ingin kehilangan mu meski satu jengkal LIAM JAMES PAYNE, dia yang membuat dirimu merasa kau adalah yang terbaik baginya. Saat kau sedang melamunkan Liam, tiba-tiba Handphone mu berdering dan itu adalah nomor dari London “Hello… who are you?” Tanya mu “Me? Iam Niall James Horan…” jawabnya “Niall? Bestfriend of Liam? What?” Tanya mu “Yea Youre Right… Hmmm Liam, Liam Liam is Sick Now at Hospital…” kata nya dengan gugup “what? Are you right? Are you lie? I know you lied..” katamu tak percaya “What Ever, Im Right.. So Right!!” katanya tampak marah padamu “where is he know? Im going to London know, please text me the address of a hospital know!” kata mu pada Niall “Ok, We wait it and Text it!” kata niall, kau pun merapihkan baju-bajumu “Kau mau kemana Za?” Tanya Mom “Liam sakit, aku akan ke London sekarang!” kata mu “apakah kau tak izin pada ayahmu?” Tanya mom “Nanti aku akan izin dengannya, mom..” katamu “Apakah kau sendirian?” Tanya Mom “I think yea…” jawabmu “Yasudah, pergi lah! Persiapkan baju-baju mu dengan benar,…” kata mom “Yaya..” katamu, kau pun segera saja mengambil uangmu di tabunganmu kau pergi sendiri, terpancar di wajahmu saat itu kau sangat khawatir terhadap Liam, kekasihmu. Semalam dia mengatakan kalo dia akan menjaga kesehatannya, namun sekarang dia terbaring dirumah sakit. Saat kau sampai di Bandara, untungnya penerbangan ditunda 20 menit, jadi ada kesempatan bagimu untuk pergi sekarang. Kau pun berangkat ke London, sendiri dengan persiapan seadanya. Niall pun mengirim SMS pada mu, dia dan Louis akan menjemputmu di Bandara London.
***
Sesampainya disana, kau celingak celinguk mencari Niall dan Louis “umm Raiza…” Tanya si Blonde Niall padamu saat itu “Niall, Im Raiza…” “Ohh Ok, Lets go!” ajaknya “Ok.. where is Louis?” Tanya mu pada Niall yang membantu menarik koper mu “Lou? He is Take a car there…” Jawab Niall, kau pun ikut dengannya dia membawa mu masuk ke dalam mobil dan pergi ke rumah sakit tempat Liam dirawat “why liam is sick?” Tanya mu pada Niall, Niall hanya menunjukkan selembar kertas yang berasal dari rumah sakit tersebut, surat itu menyatakan kalo Liam terkena penyakit Gegar Otak yang diakibatkan oleh kecelakaan yang maha dahsyat, seketika kau menangis, Niall merangkulmu dan menghangatkan mu dia berkata “Don’t cry! You must pray for he… he is love you, and I know it! Every night he is, pray to the God he is always say keep my beloved raiza, im so love her more than she is loved me kisah niall, kau pun menghapus Air matamu karena Louis bilang jika kau menangis, Liam akan menangis jadi kau tak ingin Liam menangis. Sesampainya dirumah sakit, kau pun masuk kedalam ruangan disana hanya ada Liam dan Harry “Liam…” panggilmu Lemah, Liam pun terbangun dan melihatmu “raiza, why you are in here?” Tanya Liam “You Lied Liam!” katamu dengan tangisan, Liam hanya menunduk tanpa ada arti. Harry pun menyilahkan kau duduk dan mereka bertiga meninggalkanmu bersama Liam di ruangan itu. “Umm za, listen to me!” Liam menangis, “Aku bukannya, gak mau menjaga hidupku za tetapi semalam saat aku kembali ke London, disana masih malam aku yang sedang duduk di Taksi ditarik oleh beberapa lelaki lalu mereka memukuliku, aku dilempar ke jalan raya dan sebuah truk besar menabrak kepalaku dan beginilah…” kata nya dengan penuh sesal “Liam, seharusnya kau mendengarkan aku agar kau tak pulang pada malam itu!” kata mu “sudahlah… ini sudah terjadi, aku ikhlas kok… lagian kan sekarang ada kamu, aku percaya aku akan cepat sembuh…” kata Liam “baiklah… kau sudah makan?” Tanya kau pada nya “Belumm…” jawab Liam “aku akan menyuapimu makan, kau makan ya!” ajakmu, liam pun mengangguk dan kau menyuapinya sepiring nasi lengkap dengan lauk-pauk dan sayur-mayurnya. Saat siang hari, kau diajak zayn untuk menginap di apartemen Perrie kekasihnya. Sesampainya disana kau dikenalkan oleh Perrie “zayn, who is she?” Tanya perrie “she is, liam’s girlfriend,…” jawab zayn “Oh Oke… hi im Perrie..” dia mengulurkan tangannya kau pun menjabat tangannya “Im Raiza…” jawabmu dengan senyum, zayn pun berpamitan pada perrie secara cepat karena ia akan menemui Paul, dia menitipkan mu pada perrie,. Kau diajak perrie masuk ke dalam kamar yang ukurannya tak terlalu besar, dia bilang padamu “If you want help, please say it with me!” kau hanya menjawab dengan mengangguk pada Perrie, kau pun merapihkan baju mu dan lekas mandi, usai mandi perrie mengajakmu makan siang bersama dengannya dia membuatkan nasi goreng untukmu dan kau memakannya, usai makan kau masuk ke dalam kamarmu dan membuka laptop mu kau menyelesaikan pekerjaan mu yaitu menuliskan novel tak lama kau sedang mengerjakan tugasmu tiba-tiba handphone mu berdering dan itu adalah telepon dari Niall lagi “Hello… whats happen?” Tanya mu “Liam… You come now! Please” katanya, kau pun menutup Laptopmu dan mengajak Perrie untuk ke rumah sakit.

***
“Niall… what happen?” Tanya mu, Niall hanya menunjuk ke pintu ruangan dan kau melihat Liam, ya dia terbaring kaku diatas tempat tidurnya, Niall mendekatimu dan merangkulmu dan memelukmu “Liamm…” panggilmu dan perlahana kau mulai meneteskan mutiara mu ke wajahnya, kau memeluk kepalanya sesekali kau menggoyangkan kepalanya, nama LIAM masih kau panggil-panggil “Marry me liam! Marry me..” kau berteriak sekuat mungkin, kau tak percaya Liam kekasihmu telah pergi meninggalkan sejuta kenangan bersamamu, Niall dan Harry yang berada disampingmu pun memeluk mu dan mencoba menenangkanmu, namun kau tetap menyuruh Liam untuk melek dan melihat kembali ke Dunia ini, kau tetap dalam posisi memeluk kepala Liam. “Be patient!” kata Niall “no, I cant do it!” jawab mu, tak lama orangtua Liam datang dan memeluk Liam orangtuanya juga memelukmu dan bilang padamu, bahwa liam sering kali bercerita tentangmu. Liam juga udah membelikan sebuah apartemen untukmu, untuk kau tinggal bersamanya jika kelak kalian akan menikah. Liam sangat menyayangimu,.
Keesokan Harinya Liam disemayamkan, tangisan darimu tak kunjung usai kau tetap menangis dan menangis, kau hanya ingin Liam kembali menatap matamu dank au merasakan lagi ketulusan itu,. Harapan tinggallah harapan, Liam tak lagi dapat menatap matamu penuh cinta, Liam tak lagi dapat membuatmu bahagia. Dia sudah menjadi mayat yang tak dapat mengganggu siapapun lagi. Berkali kau menangisinya namun semua hanya percuma karena dia sudah tak dapat hidup kembali dia sudah meninggalkanmu dan membuat hatimu sedih bahkan hancur. 1 minggu kemudian kau kembali ke Indonesia, membawa kabar buruk ke orangtuamu bahwa Liam telah meninggalkanmu, dia telah bersama tuhan yang maha esa. Tetapi meskipun demikian kau tetap mencintai dan menyayanginya lebih dari apapun.
Malam yang gelap kau berdoa pada tuhan I wish kamu tetap baik-baik saja disana, tuhan menjagamu penuh cinta, Liam aku harap kau bahagia disana aku harap kau dapat memilih ruangan disana bersamaku, disurga aku harap itu karena aku menyayangimu. I wish it and I know you listen it! I know you loved me, and you must know I loved you and I wish it the GOD understood it!
***
Semenjak Liam meninggalkan mu, kau seringkali mengurung diri usai dari kampus kau masuk kedalam kamar dan tak keluar-keluar hingga waktu makan malam. Kau pun jarang sekali berbicara pada orangtuamu, dan jika kau berbicara kau hanya berbicara apa yang perlu di bicarakan. Suatu malam seorang lelaki datang kerumahmu, 2 hari yang lalu Dad mu bilang  bahwa Troy seorang pengusaha kaya yang merupakan seorang anak dari teman Dad mu ingin bertemu dengan mu dan berkenalan , kau harap ini hanyalah sebuah perkenalan karena kau tak ingin ada rasa cinta diantara kalian. Dia masuk  dan menyalami mu, dan kedua orangtuamu. Wajahnya memang tampan, dia baik terhadapmu dia mengobrol banyak padamu, kau hanya menjawabnya dengan singkat seperti kata “Oh”, “ya.” Dan “Syukurlah…”. Malam itu tak ada getaran apapun, karena saat itu barulah sebulan kurang1 hari Liam meninggalkanmu, kau dengan Troy hanya 30 menit berbicara karena kau langsung masuk dan belajar malam itu. Malam itu memang terlihat malam yang baik bagi Troy, namun tak bagimu. Kepala Troy yang botak mengingatkanmu pada Liam, Liam dimana dia apakah dia baik-baik saja oh kau teramat sedih hingga kau menangis secara spontan kau pandangi wajah Liam lewat poster 1D yang kau miliki dikamar tidurmu, kau pandangi dia terkadang kau menangis , kau sudah seperti orang gila yang tergila bersama Liam. “Liam… I love you so much…” katamu lirih, tak lama seorang menjawab mu “I LOVE YOU TOO…” Jawabnya , suara False dan sepertinya itu laki-laki, kau menoleh kebelakang si Pembohong ya, dia pembohong besar datang lagi “LIAM…” panggilmu, “Yes… This is Me..” katanya, kau mendekatinya dan kau tatap matanya yang Indah tak seperti dulu kau langsung menciumnya, kini kau menamparnya teramat kuat hingga Liam kesakitan “Kenapa kau menamparku ?” Tanya nya “Kau bodoh, aku benci kau…” katamu dan Liam pun memelukmu erat dia membiarkan mu memukul dan menangis dibahunya “Im sorry…” katanya “Tak ada maaf bagimu!” katamu kesal, Liam tetap membiarkanmu memeluknya dan memukulnya, padahal saat itu kau sangat benar-benar marah padanya. MENGAPA DIA MEMBOHONGIMU? Itu adalah alasan utama kau memukul dan marah padanya, saat kau sudah tenang Liam menyuruhmu untuk menatap matanya, Jelas Indah sekali matanya ada ketulusan disana kau tak mampu menatapnya kau pun memeluknya lagi dan Liam membalas itu “Aku melakukan ini, karena aku menyayangimu…” katanya , kau pun melepaskannya dan berlari keluar, diruang tamu terdapat orangtua Liam dan The Boys. “Aku melakukan ini, karena aku menyayangimu… sungguh..” katanya “Mengapa harus berpura-pura mati Liam? Mengapa ?” kata mu “Seseorang mengincarku, menginginkan kau mati di Indonesia, aku tak ada pilihan lain selain berpura-pura aku kecelakaan dan sakit dan mati… aku ingin kau disini, aku mendapatkan berita itu dari orangtuamu.. dan apa kau tau kenapa aku harus mati? Karena orang itu mengincarku, tapi kini polisi telah mengamankannya dan kita sudah aman kembali, Rai…” jelasnya dia memegang pada lenganmu dan dia mengatakannya dengan mata mendung, kau tak percaya itu kau pun memeluknya “Kau menyelamatkan hubungan kita,Liam.” Katamu dan saat itu kau memeluknya “maafkan aku, jika aku membuatmu menangis seperti ini, aku tak pernah ingin membuatmu menangis, aku hanya ingin membuatmu bahagia dan tersenyum za..” kata nya. Kembalinya Liam ke hidupmu, membuat kau percaya bahwa mala mini adalah malam Indah kedua bagimu, kau bersama Liam lagi kekasihmu yang dahulu sempat meninggalkanmu, kini kau paham kau sadar dan kau percaya bahwa yang liam nyanyikan saat kalian Anniv lalu itu benar adanya, dia hanya pergi untuk sementara bukan selamanya. Kini, I WISH kecil mu terjadi, kau dapat bersama Liam kembali dan menikah dengannya dikemudian hari. Memiliki Little Liam dan Little Raiza, memiliki keluarga Payne. Kau dan Liam adalah I WISH nya para remaja, I WISH nya hubungan di dunia, tak ada yang dapat memisahkan kalian kecuali kehendak tuhan. “Liam…” “Umm” “I wish we are can together and it forever…” “I wish it, I do it and I believe it!” ciuman liam mendarat di pipimu, “Weyyy How is me?” Tanya Niall “You want marry with my dog, Lazy… lazy come’on Niall is here…” kau membercandainya dengan memanggil Lazy anjing wanitamu, Lazy pun mengejar Niall yang kabur hendak kemana entahlah “Hopefully you can be mom for Liam’s children…” kata zayn “Thankyou zayn, and Hopefully you can with Perrie forever…” katamu, mendengar itu Zayn hanya tersenyum dan berterimakasih malam itu sangatlah indah karena kami melihat Bintang yang bertaburan dilangit, ditambah kembang api yang Harry dan Louis nyalakan untuk kami, malam itu menjadi sebuah malam yang sangat berlegenda dalam hidupmu. Berkali liam mengatakan “I LOVE YOU..” padamu dan berkali Niall terjatuh dalam kejaran seekor anjing, berkali zayn memeluk Perrie dan berkali Ella kekasih Louis mencium Louis. Kini terasa lengkap sekali kebahagiaanmu dan keluarga besarmu itu ini semua adalah dampak dari ketegaran mu dan I WISHmu kepada tuhan “THANKS GOD I LOVE YOU…”.
The End-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar