1DLS Liam Love Story
I
WISH
Authors
: Cut Nazara Putri Hanif
Yup, sekarang adalah
tanggal 21 Oktober bukan waktu yang cepat bersama menjalani kasih sayang,
saling percaya dan menghargai selama 3 tahun. Kebanggan tentu saja yang kau
rasakan saat itu, kau yakin dan selalu percaya tentangnya. Dia, dia kekasihmu
tinggal jauh darimu ia memang sangat sering dekat dengan wanita tapi Kau… Kau
tetap sabar dan pengertian terhadapnya. Hari ini, Malam ini dia berjanji pada
mu hari ini! Sekarang, kau masih tetap duduk diatas kursi basah karena embun
daripada pepohonan yang dibasahi oleh hujan, kau melihat segerombol anak kecil
yang menendang bolanya, sepasang kekasih yang berpeluk bermesraan bahkan Kakek
Nenek yang menggendong cucunya, terasa tenang ditambah dengan terangnya
lampu-lampu malam ditaman, jam ditanganmu sudah menunjukkan pukul : 20.00 kau
menunggunya sejak tadi, sekitar 2 jam lalu. Berulang kali kau melihat basahnya
dedaunan dan arloji mu. Tapi dia tak kunjung datang, karena kau bosan kau pun
memutuskan untuk berjalan pelan mengitari taman yang sepi, taman yang basah
oleh air hujan, saat kau sedang melangkah menuju kolam ikan dekat dengan air
mancur mini tiba-tiba hujan dan kau berlari menuju suatu pohon dan berteduh
disana “Oh my god Liam!!!
Kamu gak datang tapi aku udah kebasahan gini!!!” omelmu pada dirimu
sendiri sambil memegang lembut badanmu dan menggosok-gosokan tangan mu, dan
seketika telinga kecilmu seperti mendengar sesuatu dan merasakan ada yang
menempelkan jaket pada tubuhmu “Happy Anniverssarry three years, longlast babe…” peluk si
Misterius padamu “Oh God!
You coming Liam, I waited you two hours a go…” kau marah padanya dan
membalikkan tubuhmu, Liam pun membalikkan tubuhmu kehadapannya dan memelukmu
erat seperti tak ada yang boleh mengambilmu darinya “Ohh God! Sorry babe, the plan its late flied…”
katanya dengan muram “No
liam, I know… youre so busy, I know it! And I understood it!” kau pun
membelai rambutnya dengan penuh kemesraan dan memeluknya kembali “HEHEHE thankyou very
much,babe…” katanya padamu “umm, Za… I can sing Indonesian’s Songs would you hear it?”
pamernya pada Raiza, “Oh
yeah… please sing it, I would it!” jawab mu dengan sambil terkekeh “Umm Hear it!”
Mencintaimu aku tenang, memilikimu aku ada,
disetiap engkau membuka mata
Mencintaimu selalu ku rasakan, slalu
memelukmu penh cinta, itu yang selalu aku inginkan
Kau mampu
Membuatku tersenyum dan kau bisa
Membuat nafasku lebih berarti
Kau jaga selalu hatimuu
Saat jauh dariku
Tunggu aku kembali
Ku mencintaimu selalu
Menyayangimu sampai
Akhir menutup mata…
Kau mendengar alunan
dan intonasi Liam bernyanyi membuat kau tak sadar, kau menatap nya dalam kau
meneteskan mutiaramu, yang tak pernah keluar selama ini. Akan tetapi, Malam ini
detik ini kau menangis, menangis dan meneteskan mutiaramu. “Heyy… why you cry?”
Tanya liam padamu dan menghapus air mata mu dipipimu dan menatap matamu nanar “No, Liam… You sing it very cool
and perfect I love it!” kau menghapusnya dan kau bersandar dibahunya. “Za…” “Ya…” “I wanna be with
you, I will marry with you! I will it, I hopefully you will be a Mom for my
children…” Liam duduk dibawah pohon dan mengajakmu duduk dan kau
menempelkan kepalamu pada pundak liam “Are you sure?” Tanya mu pada Liam “Look at me!” Liam
memerintahkan padamu untuk menatap matanya, kau menatapnya dengan tajam dia,
matanya nanar kosong terdapat disana sejuta kasih sayang dan ketulusan yang
terbendung dan perlahan Liam memejamkan matanya, bulir air matanya mengalir
laksana air yang terbendung lama “Ohh liamm, Don’t cry!!” kau memeluknya dan meletakkan kepala
botak liam ke bahumu “I
don’t cry ! I’m So strong,..” Liam
membalas pelukmu dan menghapus airmata, kau dan liam tak lama dibawah pohon
karena hujan sudah reda kau dan liam memilih untuk mengitari taman dengan
berjalan kaki, malam itu tak ada rasa dingin diantara kalian. Meski jutaan
orang sedang berselimut dengan Wol nya, kau hanya dengan jaket liam dan
rangkulan hangat darinya, kau menghabiskan malam dengannya “Liam… look at the flower!!”
tunjukmu pada liam terhadap bunga mawar merah yang mekar pada malam hari “so beautiful… are you need it?”
Tanya nya padamu “Umm… I
think yea.” Jawabmu, dia pun mengambilkannya untuk mu tetapi dia
mengambil tidak dengan gunting melainkan memoteknya, jelas saja jemarinya
berdarah karena duri bunga mawar merah itu “Awwhhh… Shit!! There is…” Liam memberikannya
padamu dan dia menghisap darah luka ditangannya, kau pun tak membiarkan liam
mengobatinya sendiri. Kau mengajak nya duduk dan Kau pun menghisap darahnya
pada ibu jari Liam, sampai darahnya habis “Awwhhh shit… awhh…” kalimat itu sering Liam
ucapkan saat kau menghisap jemarinya, usai kau hisap jemarinya kau pun merobek
baju lenganmu dan kau ikatkan pada jari Liam “Ini hanya luka kecil, Rai..” katanya padamu
dengan menggunakan bahasa Indonesia “No… be a infection! Please be careful, If you want do somehings!”
bibirmu yang cerewet memarahi Liam “SStttt, Thanks Babe…” mwahh
dia mencium pipimu. Malam itu ia memberikan mu kalung bertuliskan huruf RL
scara menyambung dia berkata padamu, banyak hal mulai dari masa pertama kali
kalian berpandangan hingga tadi saat kalian bermesraan. “Tomorrow, Iam going to London…” Liam
berkata diselang pembicaraan kalian “Oh my God! Don’t leave me, I miss you! Papa mama ku ingin bertemu
dengan mu, mereka ingin menanyakan sesuatu padamu, Liam…” kata mu sambil
memeluknya dengan manja “Lain
waktu aja ya, aku masih sangat sibuk. Mungkin liburan kali ini aku akan
mengunjungi mu dan sekalian mengajak keluarga kalian ke Pulau Raja Ampat…”
janjinya padamu “What
ever…” kamu pun berdiri dan membalikkan badanmu, kau memancarkan wajah
marahmu padanya dan itu membuatnya menarik nafas panjang dan memelukmu dari
belakang “If you believing
I will come in your life, make you happy everyday and be a your couple… please
belive it! I know, you believed it!” jelasnya “But Liam, I…” kau hendak berbicara namun
liam menutup mulutmu dan berkata padamu “if you believed it! I know, the God give a way for we
and We are Happiness…” jelasnya, kau pun tersenyum dan memeluknya lagi “Liam, what time is it?”
Tanyamu padanya “Ummm
23.00” jawabnya “Liam,
please Drive me and Take Me Home, I will arrive at home 23.00.” jawabmu
“Don’t worry… come’on..”
Liam mengajakmu pulang dan menggunakan motor matic nya.
***
“Thankyou Liam, Hopefully You keep your health I wish you and me will
be a family later…” katamu pada Liam “HEHEHE…. Ok my angel, Good bye.. sampaikan salamku pada
orangtuamu…” Liam mencium keningmu dan dia pun pergi. Malam itu kau
sangat merasa bahagia, bukan hanya karena diberi kalung oleh Liam, tetapi kamu
merasa senang Karena akhirnya Liam akan menikahimu, Ya dia kekasihmu yang sudah
3 tahun menjadi kekasihmu akhirnya akan menikahimu hanya dalam jangka waktu
yang tak kan lama lagi. Karena kau merasa bahagia kau pun tidur dengan nyenyak.
Pagi yang Indah,
kejadian semalam membuatmu segar dan bangun tepat 6 pagi. Segera saja kau mandi
dan menyikat gigimu, kau siapkan makan untuk adik dan orangtuamu “Dad… Momm..” panggilmu “Ummm… Za, are you seriously?
You cooked that’s all for we?” Tanya Mom mu yang tampak bingung dengan
kau karena baru kali ini, kau memasak untuknya “Mom, jangan meledek deh… aku masak ini ikhlas tau.”
Katamu dengan cemberut “Yayaya…”
“Mom,Dad… semalam Liam datang ke Indonesia…” curhatmu “Kenapa dia tak menemui Dad?”
Tanya Dad “dia harus
kembali ke London, karena jadwal manggungnya sangatlah padat…” katamu “Oooh…” “Dad… dia akan menikahi
ku…” kata ku “What? Are you seriously?” Mom, and Dad terkejut mendengarmu
“jadi kakak akan menikah?”
Tanya Rayya adikmu yang berumur 12 tahun “Yea…” “with Liam?
The personel of One direction?” Tanya rayya tertegun “Hahahah youre right,Bro…”
kata mu dan kau pun menyuap nasi goreng sarapan buatanmu sendiri, “ Yaudah kalo kamu mau menikah
dengan Liam, Liam anak yang baik Dad suka dengannya akan tetapi Dia harus temui
Dad sebelumnya…” kata Dad “Makasih Dad….” Kata mu “oh iya, Liburan kali ini, dia akan mengajak Dad,Mom dan
Rayya ke Pulau Raja Ampat termasuk aku, dia ingin liburan bersama kita…”
sambungmu “Oh yea? Youre
right?” Mom terkejut “Yeaaa
Mom…” jawabku santai “Yipiii…”
Rayya riang dan melanjutkan makannya. Setelah kalianmakan bersama kau pun duduk diatas
ayunan, teringat kau atas Liam saat dia belum pindah ke London kau sering
bermain ayunan dengannya, kau diperlakukan seperti seorang putrid saat itu,
bahkan dia pernah membuatkan mahkota mainan dari kertas untukmu. Dia sering
berpura-pura menjadi seorang raja yang memiliki istri sepertimu, namun suatu
saat kalian terpisahkan sehingga Liam harus pergi ke London. Namun 3tahun Lalu,
kalian bertemu kembali kalian saling menyayangi dan mencintai bagimu dia adalah
segalanya, dan dia pernah bilang tak ingin kehilangan mu meski satu jengkal
LIAM JAMES PAYNE, dia yang membuat dirimu merasa kau adalah yang terbaik
baginya. Saat kau sedang melamunkan Liam, tiba-tiba Handphone mu berdering dan
itu adalah nomor dari London “Hello… who are you?” Tanya mu “Me? Iam Niall James Horan…” jawabnya “Niall? Bestfriend of Liam?
What?” Tanya mu “Yea
Youre Right… Hmmm Liam, Liam Liam is Sick Now at Hospital…” kata nya
dengan gugup “what? Are
you right? Are you lie? I know you lied..” katamu tak percaya “What Ever, Im Right.. So
Right!!” katanya tampak marah padamu “where is he know? Im going to London
know, please text me the address of a hospital know!” kata mu pada Niall
“Ok, We wait it and Text
it!” kata niall, kau pun merapihkan baju-bajumu “Kau mau kemana Za?” Tanya Mom “Liam sakit, aku akan ke London
sekarang!” kata mu “apakah
kau tak izin pada ayahmu?” Tanya mom “Nanti aku akan izin dengannya, mom..” katamu “Apakah kau sendirian?”
Tanya Mom “I think yea…”
jawabmu “Yasudah, pergi
lah! Persiapkan baju-baju mu dengan benar,…” kata mom “Yaya..” katamu, kau pun
segera saja mengambil uangmu di tabunganmu kau pergi sendiri, terpancar di
wajahmu saat itu kau sangat khawatir terhadap Liam, kekasihmu. Semalam dia
mengatakan kalo dia akan menjaga kesehatannya, namun sekarang dia terbaring
dirumah sakit. Saat kau sampai di Bandara, untungnya penerbangan ditunda 20
menit, jadi ada kesempatan bagimu untuk pergi sekarang. Kau pun berangkat ke
London, sendiri dengan persiapan seadanya. Niall pun mengirim SMS pada mu, dia
dan Louis akan menjemputmu di Bandara London.
***
Sesampainya disana, kau
celingak celinguk mencari Niall dan Louis “umm Raiza…” Tanya si Blonde Niall padamu saat itu
“Niall, Im Raiza…” “Ohh
Ok, Lets go!” ajaknya “Ok..
where is Louis?” Tanya mu pada Niall yang membantu menarik koper mu “Lou? He is Take a car there…”
Jawab Niall, kau pun ikut dengannya dia membawa mu masuk ke dalam mobil dan
pergi ke rumah sakit tempat Liam dirawat “why liam is sick?” Tanya mu pada Niall, Niall
hanya menunjukkan selembar kertas yang berasal dari rumah sakit tersebut, surat
itu menyatakan kalo Liam terkena penyakit Gegar Otak yang diakibatkan oleh
kecelakaan yang maha dahsyat, seketika kau menangis, Niall merangkulmu dan
menghangatkan mu dia berkata “Don’t
cry! You must pray for he… he is love you, and I know it! Every night he is,
pray to the God he is always say keep my beloved raiza, im so love her
more than she is loved me…”
kisah niall, kau pun menghapus Air matamu karena Louis bilang jika kau menangis,
Liam akan menangis jadi kau tak ingin Liam menangis. Sesampainya dirumah sakit,
kau pun masuk kedalam ruangan disana hanya ada Liam dan Harry “Liam…” panggilmu Lemah,
Liam pun terbangun dan melihatmu “raiza, why you are in here?” Tanya Liam “You Lied Liam!” katamu dengan tangisan, Liam
hanya menunduk tanpa ada arti. Harry pun menyilahkan kau duduk dan mereka
bertiga meninggalkanmu bersama Liam di ruangan itu. “Umm za, listen to me!” Liam menangis, “Aku bukannya, gak mau menjaga
hidupku za tetapi semalam saat aku kembali ke London, disana masih malam aku
yang sedang duduk di Taksi ditarik oleh beberapa lelaki lalu mereka memukuliku,
aku dilempar ke jalan raya dan sebuah truk besar menabrak kepalaku dan
beginilah…” kata nya dengan penuh sesal “Liam, seharusnya kau mendengarkan aku agar kau tak
pulang pada malam itu!” kata mu “sudahlah… ini sudah terjadi, aku ikhlas kok… lagian kan
sekarang ada kamu, aku percaya aku akan cepat sembuh…” kata Liam “baiklah… kau sudah makan?”
Tanya kau pada nya “Belumm…”
jawab Liam “aku akan
menyuapimu makan, kau makan ya!” ajakmu, liam pun mengangguk dan kau
menyuapinya sepiring nasi lengkap dengan lauk-pauk dan sayur-mayurnya. Saat
siang hari, kau diajak zayn untuk menginap di apartemen Perrie kekasihnya.
Sesampainya disana kau dikenalkan oleh Perrie “zayn, who is she?” Tanya perrie “she is, liam’s girlfriend,…”
jawab zayn “Oh Oke… hi im
Perrie..” dia mengulurkan tangannya kau pun menjabat tangannya “Im Raiza…” jawabmu
dengan senyum, zayn pun berpamitan pada perrie secara cepat karena ia akan
menemui Paul, dia menitipkan mu pada perrie,. Kau diajak perrie masuk ke dalam
kamar yang ukurannya tak terlalu besar, dia bilang padamu “If you want help, please say it
with me!” kau hanya menjawab dengan mengangguk pada Perrie, kau pun
merapihkan baju mu dan lekas mandi, usai mandi perrie mengajakmu makan siang
bersama dengannya dia membuatkan nasi goreng untukmu dan kau memakannya, usai
makan kau masuk ke dalam kamarmu dan membuka laptop mu kau menyelesaikan
pekerjaan mu yaitu menuliskan novel tak lama kau sedang mengerjakan tugasmu
tiba-tiba handphone mu berdering dan itu adalah telepon dari Niall lagi “Hello… whats happen?”
Tanya mu “Liam… You come
now! Please” katanya, kau pun menutup Laptopmu dan mengajak Perrie untuk
ke rumah sakit.
***
“Niall… what happen?” Tanya mu, Niall hanya
menunjuk ke pintu ruangan dan kau melihat Liam, ya dia terbaring kaku diatas
tempat tidurnya, Niall mendekatimu dan merangkulmu dan memelukmu “Liamm…” panggilmu dan
perlahana kau mulai meneteskan mutiara mu ke wajahnya, kau memeluk kepalanya
sesekali kau menggoyangkan kepalanya, nama LIAM masih kau panggil-panggil “Marry me liam! Marry me..”
kau berteriak sekuat mungkin, kau tak percaya Liam kekasihmu telah pergi
meninggalkan sejuta kenangan bersamamu, Niall dan Harry yang berada disampingmu
pun memeluk mu dan mencoba menenangkanmu, namun kau tetap menyuruh Liam untuk
melek dan melihat kembali ke Dunia ini, kau tetap dalam posisi memeluk kepala
Liam. “Be patient!”
kata Niall “no, I cant do
it!” jawab mu, tak lama orangtua Liam datang dan memeluk Liam
orangtuanya juga memelukmu dan bilang padamu, bahwa liam sering kali bercerita
tentangmu. Liam juga udah membelikan sebuah apartemen untukmu, untuk kau tinggal
bersamanya jika kelak kalian akan menikah. Liam sangat menyayangimu,.
Keesokan Harinya Liam
disemayamkan, tangisan darimu tak kunjung usai kau tetap menangis dan menangis,
kau hanya ingin Liam kembali menatap matamu dank au merasakan lagi ketulusan
itu,. Harapan tinggallah harapan, Liam tak lagi dapat menatap matamu penuh
cinta, Liam tak lagi dapat membuatmu bahagia. Dia sudah menjadi mayat yang tak
dapat mengganggu siapapun lagi. Berkali kau menangisinya namun semua hanya
percuma karena dia sudah tak dapat hidup kembali dia sudah meninggalkanmu dan
membuat hatimu sedih bahkan hancur. 1 minggu kemudian kau kembali ke Indonesia,
membawa kabar buruk ke orangtuamu bahwa Liam telah meninggalkanmu, dia telah
bersama tuhan yang maha esa. Tetapi meskipun demikian kau tetap mencintai dan
menyayanginya lebih dari apapun.
Malam yang gelap kau
berdoa pada tuhan I wish kamu tetap baik-baik saja disana, tuhan menjagamu
penuh cinta, Liam aku harap kau bahagia disana aku harap kau dapat memilih
ruangan disana bersamaku, disurga aku harap itu karena aku menyayangimu. I wish
it and I know you listen it! I know you loved me, and you must know I loved you
and I wish it the GOD understood it!
***
Semenjak Liam
meninggalkan mu, kau seringkali mengurung diri usai dari kampus kau masuk
kedalam kamar dan tak keluar-keluar hingga waktu makan malam. Kau pun jarang
sekali berbicara pada orangtuamu, dan jika kau berbicara kau hanya berbicara
apa yang perlu di bicarakan. Suatu malam seorang lelaki datang kerumahmu, 2
hari yang lalu Dad mu bilang bahwa Troy
seorang pengusaha kaya yang merupakan seorang anak dari teman Dad mu ingin
bertemu dengan mu dan berkenalan , kau harap ini hanyalah sebuah perkenalan karena
kau tak ingin ada rasa cinta diantara kalian. Dia masuk dan menyalami mu, dan kedua orangtuamu.
Wajahnya memang tampan, dia baik terhadapmu dia mengobrol banyak padamu, kau
hanya menjawabnya dengan singkat seperti kata “Oh”, “ya.” Dan “Syukurlah…”. Malam itu tak ada getaran apapun,
karena saat itu barulah sebulan kurang1 hari Liam meninggalkanmu, kau dengan
Troy hanya 30 menit berbicara karena kau langsung masuk dan belajar malam itu.
Malam itu memang terlihat malam yang baik bagi Troy, namun tak bagimu. Kepala
Troy yang botak mengingatkanmu pada Liam, Liam dimana dia apakah dia baik-baik
saja oh kau teramat sedih hingga kau menangis secara spontan kau pandangi wajah
Liam lewat poster 1D yang kau miliki dikamar tidurmu, kau pandangi dia
terkadang kau menangis , kau sudah seperti orang gila yang tergila bersama
Liam. “Liam… I love you so
much…” katamu lirih, tak lama seorang menjawab mu “I LOVE YOU TOO…”
Jawabnya , suara False dan sepertinya itu laki-laki, kau menoleh kebelakang si
Pembohong ya, dia pembohong besar datang lagi “LIAM…” panggilmu, “Yes… This is Me..” katanya, kau mendekatinya dan
kau tatap matanya yang Indah tak seperti dulu kau langsung menciumnya, kini kau
menamparnya teramat kuat hingga Liam kesakitan “Kenapa kau menamparku ?” Tanya nya “Kau bodoh, aku benci kau…”
katamu dan Liam pun memelukmu erat dia membiarkan mu memukul dan menangis
dibahunya “Im sorry…”
katanya “Tak ada maaf
bagimu!” katamu kesal, Liam tetap membiarkanmu memeluknya dan
memukulnya, padahal saat itu kau sangat benar-benar marah padanya. MENGAPA DIA
MEMBOHONGIMU? Itu adalah alasan utama kau memukul dan marah padanya, saat kau
sudah tenang Liam menyuruhmu untuk menatap matanya, Jelas Indah sekali matanya
ada ketulusan disana kau tak mampu menatapnya kau pun memeluknya lagi dan Liam
membalas itu “Aku
melakukan ini, karena aku menyayangimu…” katanya , kau pun melepaskannya
dan berlari keluar, diruang tamu terdapat orangtua Liam dan The Boys. “Aku melakukan ini, karena aku
menyayangimu… sungguh..” katanya “Mengapa harus berpura-pura mati Liam? Mengapa ?”
kata mu “Seseorang
mengincarku, menginginkan kau mati di Indonesia, aku tak ada pilihan lain
selain berpura-pura aku kecelakaan dan sakit dan mati… aku ingin kau disini,
aku mendapatkan berita itu dari orangtuamu.. dan apa kau tau kenapa aku harus
mati? Karena orang itu mengincarku, tapi kini polisi telah mengamankannya dan
kita sudah aman kembali, Rai…” jelasnya dia memegang pada lenganmu dan
dia mengatakannya dengan mata mendung, kau tak percaya itu kau pun memeluknya “Kau menyelamatkan hubungan
kita,Liam.” Katamu dan saat itu kau memeluknya “maafkan aku, jika aku membuatmu menangis seperti
ini, aku tak pernah ingin membuatmu menangis, aku hanya ingin membuatmu bahagia
dan tersenyum za..” kata nya. Kembalinya Liam ke hidupmu, membuat kau
percaya bahwa mala mini adalah malam Indah kedua bagimu, kau bersama Liam lagi
kekasihmu yang dahulu sempat meninggalkanmu, kini kau paham kau sadar dan kau
percaya bahwa yang liam nyanyikan saat kalian Anniv lalu itu benar adanya, dia
hanya pergi untuk sementara bukan selamanya. Kini, I WISH kecil mu terjadi, kau
dapat bersama Liam kembali dan menikah dengannya dikemudian hari. Memiliki
Little Liam dan Little Raiza, memiliki keluarga Payne. Kau dan Liam adalah I
WISH nya para remaja, I WISH nya hubungan di dunia, tak ada yang dapat
memisahkan kalian kecuali kehendak tuhan. “Liam…” “Umm” “I wish we are can together and it
forever…” “I wish it, I do it and I believe it!” ciuman liam mendarat di
pipimu, “Weyyy How is me?”
Tanya Niall “You want marry
with my dog, Lazy… lazy come’on Niall is here…” kau membercandainya
dengan memanggil Lazy anjing wanitamu, Lazy pun mengejar Niall yang kabur
hendak kemana entahlah “Hopefully
you can be mom for Liam’s children…” kata zayn “Thankyou zayn, and Hopefully you can with Perrie
forever…” katamu, mendengar itu Zayn hanya tersenyum dan berterimakasih
malam itu sangatlah indah karena kami melihat Bintang yang bertaburan dilangit,
ditambah kembang api yang Harry dan Louis nyalakan untuk kami, malam itu
menjadi sebuah malam yang sangat berlegenda dalam hidupmu. Berkali liam
mengatakan “I LOVE YOU..”
padamu dan berkali Niall terjatuh dalam kejaran seekor anjing, berkali zayn
memeluk Perrie dan berkali Ella kekasih Louis mencium Louis. Kini terasa
lengkap sekali kebahagiaanmu dan keluarga besarmu itu ini semua adalah dampak
dari ketegaran mu dan I WISHmu kepada tuhan “THANKS GOD I LOVE YOU…”.
The End-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar