1D Friendship + Love Story
Authors by : Cut Nazara Putri Hanif
They Don’t Know About Us
Niall POV
“Morning
mom…” ujar ku pada mom sambil mencium pipinya “hey, breakfast now!” ujar mom
saat aku melangkah keluar usai meminum segelas susu putih dan mengambil roti
selai diatas meja “Aku akan makan siang saja nanti, mom bye…” ujar ku lalu ku
masuk kedalam mobil avanza ku, kunyalakan Mp3 dimobil dan kulajukan mobilku
keluar menuju jalan raya. Masih tampak sepi, ya gimana tidak ? ini adalah hari
sabtu, biasanya pada weekend di rumah, dan itu sangat berlawanan dengan ku, aku
harus pergi ke studio untuk melakukan latihan. Huuhh rasanya lelah sekali, tak
apalah aku harus mampu. Hanya sekitar 15menit aku sampai distudio, kulihat
motor zayn dan Liam terpampang di parkiran. “Niall..” panggil zayn “Hey zayn,
where is Liam?” Tanya ku “Liam, he is marketing at the minimarket,…” ujarnya
“Umm,, ok.. Lou?Harry ?” Tanya ku lagi “They’re on the way…” aku mengabaikan
jawaban zayn dan masuk kedalam studio, kuletakkan gitarku dan Ku buka lemari
Es. “Umm.,… where is cocacola?” Tanya ku sendiri memasukkan kepalaku kedalam
kulkas yang dingin “WKwkwkwkw…. Semuanya abis, termasuk Nandos mu…” jawab Zayn
“huah…. Telpon Liam deh, aku nitip 3 botol cocacola dan 3 bungkus Nandos…” ujar
ku pada zayn “wait!” zayn keluar dan tampaknya ia menelpon liam, mudah-mudahan
begitu. Aku pun memasang wajah booring terhadap apa yang ku lakukan ku putuskan
untuk memetik gitar ku dan menyanyikan lagu little things sendiri, “You never
love your self half …” belum selesai ku bernyanyi ku mendengar suara jeritan
harry “OMG, Nialll ….” Panggilnya, aku bangkit dan menuju datangnya arah suara
itu “What happen?” Tanya ku pada harry “Look at! Look at she!” katanya dengan
tergesa-gesa “She? What ?...” aku menoleh dan WOW, dia … kau tau siapa dia ?
tau gak ? *dia dia dia dia cinta yang kutunggu-tunggu tunguuu* weh jadi ngawur,
aku … aku merindukannya dia dia itu adalah wanita impianku yang pernah chat di
YM dengan ku. “So beautiful….” Aku menatapnya tanpa kedipan “buruan samperin!!”
harry mendorongku “wah gila har,… gak ah gak berani guaa…” kata ku “yahelah…”
Harry menarik aku duh harry akukan belom ganteng muka masih merah gini lagi
HhHh… “Hai…” sapa ku “Hei kau, Nandos Blonde…” “Hei kau…. HMmhh apa ya ? aku
lupa… HEHEHE…” ujarku dengan penuh rasa malu “wkwkw,,,, kau tampak lucu, sedang
apa kau disini ?” Tanya nya lembut “aku hendak latihan, disana studio ku…” aku
menunjuk pada studio kecilku “Oooh… aku boleh masuk gak?” Tanya nya “Ah ehh
euhh…” aku menggaruk-garuk kepala dan aku mengarahkan pandangan ke Harry, aku
gugup “Kenapa gak boleh ya?” Tanya nya “Umm engg,… emm Bolehkok…” aku menjawab
spontan dan dia merasa kaget “Ihh kamu kenapa sih dari tadi kaya orang
bingung…”
Tia POV
“duh
mom… buruan napa sih…” aku marah pada mom, terang saja hari ini kan hari sabtu
aku akan main dengan temanku tetapi mom malah menunggangi motor ku HHhh… “Ini…
jangan lama-lama ya,,,” katanya, aku pun menancap gas diperjalanan aku hendak
membeli roti di toko roti ya Niatnya sih emang mau beli buat persiapan nanti
pergi. Pas aku lagi beli roti tiba-tiba si Blonde Niall sahabat YM ku menghampiriku
dengan terengah-engah memang sih ada kak Harry dibelakangnya “Hai…” panggilnya
“Hei kau,Kak Nandos blonde…” jawabku terkekeh “Hei kau …. HMmhh apa ya? Aku
lupa … HEHEHE…” iya ikut terkekeh bersamaku “wkwkw,, kau tampak lucu, sedang
apa kau disini?” Tanya ku pada Niall “Aku hendak latihan, disana studio ku….”
Jawabnya smabil menunjuk salah satu tempat yang tak terlalu besar “Oooh…. Aku
boleh masuk gak?” Tanya ku “Ah ehh Euuhh…” dia tampak bingung dan wajahnya
memerah dan pandangan matanya berubah Ke Kak Harry, “Kenapa gak boleh ya?”
Tanya ku kembali “umm Engg,… Emm boleh kok…” ia menjawab spontan dan aku merasa
kaget sekali “Iihh kamu kenapa sih dari tadi kaya orang bingung. Dia pun
terkekeh dan menuntunku masuk kedalam studio.
Authors POV
Di
studio sudah ada zayn,Louis dan Liam mereka sedang makan nandos, dan meminum
cocacola “Hei Niall Harry, darimana saja kalian ? kami menunggu sejak tadi…
lalu siapa wanita itu ?” Tanya zayn “HEHEHE maaf zayn, tadi gua ketemu teman di
YM gue nih, namanya TIA….” Kata niall “Tia, ini zayn yang ini Louis dan ini
Liam…” Niall memperkenalkan tia pada sahabat-sahabatnya “HELLO TIA…” panggil
zaynlouisdanliam serempak “Heii the boys…” jawab Tia, tia pun duduk dan
menikmati hidangan yang udah ditaroh diatas meja sementara The Boys latihan
sampai siang pukul 11.00
Niall POV
Karena
aku gugup akhirnya aku izinin aja si Tia masuk, padahal aku gak tau sebenarnya
The Boys suka apa enggak dia masuk. Pas masuk aku liat zayn liam dan Louis udah
duduk dan makan nandos, wih aku gak dibagi. Segera saja aku rampas nandos dari
genggaman liam, Tia dan the boys pun kenalan mereka juga udah dekat kayanya.
Dan yang paling asik itu si Tia liat aku main gitar dan dia kayanya menikmati
banget gitu alunan gitar yang aku alunin. Pukul 11.00 aku pulang, “Tia…. Pulang
naik apa? Mau aku antar??” Tanya aku padasaat itu “naik motor kok… kamu pulang
aja duluan…” wahhh ternyata ia naik motor, aku pasang muka senyum dan naik
mobil dan tancap gas kerumah karena udah janji sama mom buat makan siang
dirumah.
Tia POV
Karena
dia gugup, akhirnya dia izinin juga aku masuk. Sebenernya aku juga malu sih mau
masuk kesana, gimana engga? Disana itu artis papan atas dunia, nah aku ? hanya
manusia biasa. Disana aku dikenalin dengan beberapa temannya Niall yaitu Kak
zayn Kak Louis dan Kak Liam, baik banget
deh mereka. Ohiya satu lagi aku paling seneng banget tadi pas Liat Niall mainin
gitarnya yampun kece banget suaranya, ganteng pula orangnya,. Pas pulang dia
negor aku “Tia pulang naik apa? Mau aku antar??” tawarnya “Naik motor kok… kamu
pulang aja duluan…” wah sayang banget aku naik motor, coba gak naik motor udah
diantar sama dia kali ya HEHEHE. ---- “siang mom…” aku menyapa mom yang sedang
membaca majalah diruang tengah “udah pulang, ti ?” katanya “iya mom… kenapa?”
“enggak gapapa, tadi Hady sama Putra kemari…” jelas mom “ada apa mom?” Tanya ku
duduk disebelah mom “mereka ngajak kamu main,…” kata mom. Aku pun beranjak dari
tempat duduk dan tak menjawab mom.
Niall POV
“siang
momm…” “oh… babe, baru pulang nak ?” Tanya mom padaku “iya mom, aku lelah
sekali…” jawabku pada mom “cepat ganti pakaianmu, habis itu kita makan siang ya
…” kata mom, aku beranjak dari sofa dan mengganti baju dikamar ku, Huah rasanya
lelah sekali biarpun menyenangkan tetap aja berkeringat. “Nialll…” panggil mom
“iya mom? Aku lai ganti baju, nanti aku makan kok~” jawab ku, aku pun mengganti
celana jeans ku dengan celana Hawaii bertulisan “I LOVE MY MOM..” ya itu
diberikan papa sewaktu SMA HEHEHE “mom…” panggilku pada mom “ya sayang ?” “aku
mau bertanya …” “bertanya lahh apa yang kau mau tanyakan?” kata mom sambil
menuangi air mineral ke gelasku “apakah aku tidak memiliki saudara?” Tanya ku
“maksudmu?” “ya seperti adik atau kakak…” jawabku sambil menyuapkan nasi putih
kearah mulutku “tidak sayang… kau anak satusatunya dari mom dan papa mu…” jawab
mom. Aku hanya mengangkat alis dan meneruskan makanku,. ---- usai makan aku
duduk diteras belakang rumah dan melihat foto Papa-ku “Niall…” “yes mom? What
happen?” Tanya ku “kamu merindukan ayahmu?” Tanya mom “kayanya iya mom… sudah
setahun Papa gak dideket niall, biasanya dia nyemangatin Niall mom… tapi..” aku
memberhentikan pembicaraanku saat ku melihat mutiara mom menetes aku dengan
segera memeluk mom “Mom…. Tanpa mom aku tak mengenal ayah, bahkan tanpa mom aku
tak akan bisa ada di dunia ini… makasih mom tak perlu sedih nanti papa sedih
kalo mom sedih…” aku memeluk dan mengelus badan mom. “Nialll…. Tanpa ada kamu,
mom gak tahu arti hidup mom buat siapa selain ayahmu…. Kamu adalah alasan mom
tetap hidup sampai saat ini sayang…” mom menangis dipelukku, tanpa kusadari aku
meneteskan airmataku, aku sadar betapa berartinya aku bagi mom. ---- usai acara
nangis-nangisan itu mom hanya diam dikamar tanpa suara, entah mom sedang apa.
Tia POV
Aku
merasa bosan dengan suasana kamar ku, aku berniat keluar tetapi udah malam.
Entah lah aku hanya bisa duduk saja diatas ayunan dekat kolam renang rumah,
sambil membaca novel milikku saat aku sedang asiknya membaca HP ku berdering
“NIALL OFFICIAL” wahh niall menelpon ku, kebetulan sekali aku sedang bête
banget nih “Hello Niall…” “hei Tia, what are you doing ? are you busy?” Tanya
nya pada ku “Hmm I think not!” jawab ku “Ohehehe….” Lama sekali kami
berbincang-bincang ditelepon sampai akhirnya, dia mengakhirinya karena ia
disuruh makan malam oleh momnya oalaahh Niall manja sekali kamu. Usai itu aku
bergegas menuju kekamar dan tidur karena esok akan kembali kesekolah.
Niall POV
Karena
bosan aku pun berniat menelpon Tia, ya gitu deh awalnya aku ragu tetapi buat
apa ragu aku kan hanya dianggap teman olehnya, dan aku putuskan untuk
menelponnya. “Hello Niall…”sapanya pada ku “hei Tia, what are you doing ? are
you busy?” Tanyaku pada nya “Hmm I think not!” jawab nya “Ohehehe….” Aku
terkekeh dan kami pun berbincang cukup lama ditelepon, saat sedang asyik
menelpon mom menyuruhku untuk makan malam. Dan aku mengiyakan dan beranjak
makan malam dengan Mom --- “Mom masih sedih ?” Tanya ku saat makan malam “Mom
hanya mengingat kesalahan mom padamu dan ayahmu…” kata mom “Mom… sudahlah
lupakan saja, aku dan papa tak merasa salah karena mom…” kataku, mom hanya
tersenyum melihatku. Usai makan malam, aku pun masuk kedalam kamar tidurku, dan
saat aku duduk di pinggir ranjangku, aku melihat album merah bertuliskan
“Horan’s Fams Pict.” Ku buka perlahan berdebu, kusam yak arena ini terletak
didesk ku sebelah ranjang ku, ku melihat wajah imut ku saat aku tengah berusia
3tahun, tetapi tunggu siapa dia? Wanita yang kucium pipinya saat aku mengadakan
pesta ulangtahun ku yang ke 3tahun, Hmm nampaknya ia sebaya dengan ku. Ku pandangi
dan Ku perjelas wajahnya, Oh My God aku lupa dengannya. Ku mengabaikan gambar
tadi dan bergegas menuju gambar selanjutnya, Hmm ini saat aku SD kelas 1 HEHEHE
imut banget aku yaa? Wkwk Nampak pede dengan baju serba culun jika sekarang
masih ku kenakan. Ku bolak balik itu album dan sampai pada saat suatu foto yang
membuatku bingung kembali, yaitu foto ku saat aku berusia 2tahun sedang
mendorong sepeda kecilku dengan seorang wanita yang sebaya padaku saat itu,
wanita itu adalah wanita yang tadi berada dipestaku, ku mengabaikannya dan
nampaknya aku udah mulai lelah dengan melihat-lihat foto masa kecilku, ku
putuskan untuk tidur dan berharap Tuhan memberitahu aku saat aku terlelap siapa
wanita itu sebenarnya.
Tia POV
Dikamar
aku tak berbuat apapun, ingin ON twitter gadget ku semuanya Lowbath, ingin
menelpon Niall takut mengganggu jadi kuputuskan untuk berdiam diri dikamar
sambil memandangi suatu foto ku bersama teman kecilku, saat itu aku tengah
dicium olehnya kata Mom ku ini adalah sahabat ku sejak kecil ia dulu tinggal
dikota yang sama akan tetapi sejak ayahnya meninggal ia berpindah tempat keluar
kota yang sekarang mom gatau dimana. Tiap kali aku melihat foto ini, aku
teringat Niall karena anak lelaki ini berambut blonde dan berbadan gemuk HEHEHE
aku lupa nama si lelaki dalam foto itu siapa yang jelas aku masih mengingat
senyumnya. Oahhhh aku menguap dan sepertinya aku mengantuk aku harus tidur
nanti kesiangan lagi.
Authors POV
Usai mereka melakukan kegiatan
masing-masing akhirnya mereka pun tertidur dalam keadaan yang berbeda, mereka
masing-masing sedang mengingat-ingat kawan lama mereka yang pernah ada didalam
hidup mereka tetapi mereka melupakan hal itu karena pengaruh waktu.
***
Niall POV
“Niall….
Bangun sayang..” mom mengusap kepalaku “iiya moom, aku masih mengantuk…. Jam
berapa sekarang?” Tanya ku dalam keadaan mata tertutup “bangun nak, ini sudah
pukul 5 pagi, kau kan harus berangkat pukul 5.30 kan?” Tanya mom “Hmm iyadeh…”
aku beranjak dengan mata tertutup menuju kamar mandi, suasana rumah masih sepi
mom pun sudah rapih entah ia hendak kemana aku juga gatau. Akupun mandi dan
bersiap-siap menuju sekolah pakaian putih abu-abu dengan jacket merah Visca El
Barca Favoritku, aku keluar kamar dan duduk dikursi meja makan “pagi momm…” aku
datang dan mencium pipi mom “pagi sayang…” “Mom, mau kemana? Wiiih udah
rapih..” ujarku pada mom “mau kerumah Paman Ray…” ujar mom sambil menyerahkan
segelas susu padaku “mau apa mom kesana ?” Tanya ku bawel “Om ray sakit yall….”
Mom duduk dan menikmati roti yang ia olesi selai strawberry “Oooh sampaikan
salam Niall pada om ya mom…” “iya sayang..” aku pun menghabiskan makanku dan
berangkat kesekolah dengan motor Harley ku.
Tia POV
“Mommm…
kaus kaki Tia mana sih?” Tanya ku pada mom yang masih tertidur, hari ini aku
harus berangkat lebih dulu karena pagi ini sekolahku akan mengadakan acara,
jadi semua siswa harus datang 15 menit lebih awal. “Itu disana…” mom menunjuk
pada sound TV dekat ruang keluarga, aku mempercepat langkahku dan aku juga
mempercepat berpakaian dan sarapan. Berangkat dengan Mom menggunakan mobil mom
“Ayooo mom…” kataku, mom mempercepat langkahnya menuju mobil dan kami pun
berangkat.
Niall POV
“yall….
Boyband kita terpilih buat lomba antar sekolah…” kata zayn penuh semangat saat
aku baru saja datang dan memasuki kelas “Iya yall dan kita disuruh membawakan
lagu kita sendiri yall…” lanjut Louis “Iya yall, dan kita akan TERKENALL….”
Liam melanjutkan dengan ekspresi nya yang lucu “wkwkkw…. Alhamdulillah deh
keren juga kita 1 Band = 1 heart = 1 Direction wkwkw….” Aku berkata dengan
ekspresi lucuku “wkwkkw… benar-benar…” Harry terbahak-bahak. “tapi lagu apa
yang kita bawakan nanti?” Tanya harry “Umm,… wmyb?” Tanya zayn “No! LWWY…” Liam
melanjutkan “Yahelahhh bosennn mendingan Kiss you…” Louis melanjutkan “Ahh
enggak-enggak mendingan Gotta be You…” ujar harry “udahlah mendingan kita
nyanyikan lagu ini aja They Don’t Know about us…” kata ku dengan nada lemah “
SETUJU…” jawab mereka ber4 dengan nada yang bersamaan “Wkwkw… kalian ini lucu
juga yah, tadi pilihannya beda-beda sekarang gua kasih pilihan satu pada
setuju…” terka ku. “hehehe iya juga tadi kita beda-beda begitu si Blonde kasih pilihan satu kita langsung setuju aneh
yahhh….” Zayn menggaruk kepalanya dan wajahnya itu tampak seperti orang
bingung. “wkwkw… yaudahhh gini aja nanti pulang sekolah kita kumpul dirumah
Niall,kita putusin semuanya hari ini juga jangan pake ditunda-tunda lagi,…”
ujar Harry “Bener har, kata lo… gue sih bisa aja…” jawab Louis “Iya har, gue
bisa kok…” jawab Liam “kenapa dirumah gue?” Tanya ku pada mereka “jah yall,
kalo dirumah kita-kita entar gak bakalan serius, mom lo entar nelponin lagi… lo
kan anak manja…” jawab zayn “HEHEHE hafal ajaaa nih kalian…” jawabku sambil
terkekeh. Tak lama bell masuk pun berbunyi dan kami duduk ditempat
masing-masing dan melanjutkan jam pelajaran.
Tia POV
HHhHh
sampai juga disekolah, “Ups… maaf-maaf…” seorang lelaki menabrakku dan bukunya
berantakan “Gapapa kok… seharusnya aku yang minta maaf…” ujarku “Ehh Engga kok
gue yang salah…” katanya dengan cuek,. Aku mengabaikannya dan masuk kedalam
kelas, didalam kelas teman-temanku sedang heboh dengan berita yang ada dimading
karena kepo aku pun melihat apa yang
berisikan dimading itu
Melihat ada nama one direction
dimading membuat aku ingat pada kak Niall dan teman-temannya wahhh aku harus
datang nih acaranya juga kayanya seru juga nih. Tak lama bell masuk pun
berdering aku dan teman-teman segera bubar karena jam pelajaran akan segera
dimulai.
Authors POV
Pagi
yang cerah, mereka bangun dalam keadaan masih mengantuk dan tergesa-gesa,
mereka sarapan lalu berangkat kesekolah mereka masing-masing. Dan tak lama
mereka datang bell masuk berdering pertanda mereka harus masuk dan melanjutkan
jam pelajaran masing-masing.
****
Niall POV
Bell
pulang pun berdering, aku dan teman-teman segera menuju parkiran sekolah dan
menunggangi motor masing-masing. “come’on guys….” Ujar ku “OK.” Jawab mereka
sambil mengacungkan jempol tangannya, kami berangkat bersama sudah seperti apa
entah, mungkin seperti geng motor wkwkw. Arrived my home, aku menyuruh kawanku
untuk memasukkan motor mereka ke tempat perkarangan rumah “Mom…” panggilku,
tetapi tak ada sahutan dari siapapun dari arah dalam rumah, tak lama aku
melihat note diatas pintu note itu mengatakan bahwa mom berangkat kerumah om
Ray 5 jam yang lalu, “Ohiya gue lupa, guys… nyokap gue gak ada…” ujar ku pada
mereka kawan-kawanku. “weheee…. Mantapppp…” zayn bergembira dengan Louis
“nyokap lo kemana ?” Tanya harry “Umm kerumah Om gue, nanti juga dia pulang
yaudah masuk yooo..” kataku pada mereka, dirumahku kami membahas tentang
pakaian yang kami gunakan nanti. Lalu kami juga hendak membuat poster dan
rekaman. “Tapi semua itu perlu biaya…” ujar Harry dengan Emossi “iya har, gue
tau… oleh karena itu kita cari sponsor…” zayn melawan emossi Harry “udah gini
aja… kita ber5 punya orangtua yang mampu semua kan?” Tanya Liam “ya lumayan
lah…” jawab aku “Gini… kita ber5 patungan 10juta/ orang untuk membuat semua itu
gimana?” Tanya Liam “Umm ide yang bagus…” jawab Louis “Gak kebanyakan yam?
Emang kita mau buat video klip juga?” Tanya harry “engga ry, kita buat DVD.
Terus nanti kita potret dipemotretan…” kata Liam “GUE SETUJU…” aku mengangkat
telunjuk dan berbangga “Gue juga…” “Gue juga..” “Gue juga…” dan kami pun setuju
untuk mengumpulkan uang itu “Oke… kita kumpulin uang terakhir lusa. Nanti untuk
rekaman gue bisa panggil Kang Caraka yaitu Om pengajar nyanyi gue, buat
bantu-bantu. Buat Poster gue serahin ke zayn lo bisa desain sekeren apapun.
Tapi pertama kali kita harus mikirin buat pemotretan siapa yang berserdia?”
Tanya Liam “Gue aja yam…” jawab Louis “ayah gue kan fotografer…” kata Louis
“Ok. Buat DVD gue serahin sama Lo yall, terserah lo masukin smua apa engga lagu
kita yang Take me Home sama Up all night…” kata Liam “bagaimana dengan kostum?”
Tanya harry “Buat kostum gue serahin ama lo aja ry…” kata liam. Liam memanglah
1 dari kami yang paling jenius, dia bisa menyelesaikan soal rumit matematika
dalam jangka waktu yang cepat. Dia juga jenius dalam berbisnis termasuk kaya
sekarang ini. Usai berunding kami pun makan mie instan dan tak lama mereka
pulang kembali kerumah masing-masing. Aku merasa bosan, karena mom tak kunjung
pulang. Ku putuskan untuk menelpon Tia saja.
tua : hai kak ada apa?
Niall : aku merindukan mu
tia : haha kau jangan berbohong
Niall : ini ciyus lohh
tia : mau ketemu?
Niall : kalo kamu mau aja
tia : emm yaudah dimana?
niall : dicafe strawberry ya sekarang lohhh
tia : yup babay see you.
Niall : aku merindukan mu
tia : haha kau jangan berbohong
Niall : ini ciyus lohh
tia : mau ketemu?
Niall : kalo kamu mau aja
tia : emm yaudah dimana?
niall : dicafe strawberry ya sekarang lohhh
tia : yup babay see you.
Telepon pun ku tutup, aku segera mandi
dan begegas menuju café yang dijanjikan kami tadi. Saat di perjalanan, aku
bertemu dengan zayn “Ehh yall mau kemana?” Tanya nya “Eh elo, belom balik?”
Tanya ku balik “Anak-anak dah pada balik gua doing, males balik. Gue join
dong…” katanya waduh, aku kan mau jalan sama Tia masa ngajak zayn sih, entar
dia ganggu aku lagi. Tapi kasian ah aku ajak ajadeh “yaudah ayoo… join aja… gue
mau ketemu Tia di strawberry,,.” Jawabku “Hmm cewe yang kata ntuh ye?” Tanya
nya “Ho;oh..” kami pun berangkat dengan mobil yang aku pakai, sepeda motor zayn
ia titipkan pada salah satu tempat parker umum dekat situ.
Tia POV
Bell pulang sekolah udah berdering,
aku pun pulang sekolah dengan Anita kawan sebangku ku. Dan kembali kerumah
dengan angkutan umum. --- sesampainya dirumah aku pun menyapa mom yang sedang
menyiram tanaman dipekarangan rumah “sore mom…” sapaku lelah “sore, cepat ganti
pakaianmu dan makan makanan yang diatas meja! Jangan telat makan nanti kamu
sakit.” Ujar mom “Iya…” jawabku, aku pun masuk kekamar dan mengganti pakaian
ku, ku turun lagi dan aku makan makanan yang ada dimeja, hanya ada nasi goreng dan ayam goreng saja kupikir apa.
Tak nafsu makan banyak aku hanya memakannya setengah, usai itu aku duduk
didepan televise tapi bukan televise yang ku tonton melainkan TL facebook dan
twitter di gadget ku, huahh sepi sekali. Tiba-tiba aku teringat Kak Niall,
wkwkw aku tak sabar ingin menontonnya nanti. Aku ingin melihat dia dan gayanya
HEHEHE. Tak lama Hp-ku berdering “Niall Official.” Wahhh Kak Niall menelpon ku
kebetulan bangett nih, ciee Kak Niall Peka wkwkwk
Aku : hai kak ada apa?
Niall : aku merindukan mu
aku : haha kau jangan berbohong
Niall : ini ciyus lohh
aku : mau ketemu?
Niall : kalo kamu mau aja
aku : emm yaudah dimana?
niall : dicafe strawberry ya sekarang lohhh
aku : yup babay see you.
Niall : aku merindukan mu
aku : haha kau jangan berbohong
Niall : ini ciyus lohh
aku : mau ketemu?
Niall : kalo kamu mau aja
aku : emm yaudah dimana?
niall : dicafe strawberry ya sekarang lohhh
aku : yup babay see you.
Aku masih senang, wah aku pakai baju
apa nih jadi bingung, aku pun langsung mandi dan tancap gas dengan motor matic
yang biasa aku gunakan kemana-mana, wah aku masih senang banget nih sama hari
ini. Yihiiii…. Usai mandi aku pun ditanya oleh mom diruang tengah “mau kemana
sih kamu tia?” Tanya mom “umm mau ke strawberry…” jawabku “Umm… jangan
lama-lama ya…” mom menjawab, aku pun meninggalkan rumah dan menunggangi motor
matic ku.
Niall POV
Sesampainya disana aku duduk dengan
zayn dibangku nomor 3 tepat ditengah, zayn memesan coffe dan aku memesan jus
buah beserta snack. Aku masih khawatir, aku takut aku merusak hari Tia saat
ini. Tetapi aku juga gak mau merusak hari zayn. HhhH aku masih bingung
pemirsahh. Tak lama kami berbincang-bincang “zayn…” “Um?” “menurutmu Tia itu
cantik?” Tanya ku padanya “Banget yall… gue ikut karena gue pengen ngajak dia
ngomong… gue kayanya suka deh yall ama dia, manis banget sih orangnya…” zayn to
the point aja langsung, ya Ampun aku suka sama tia tapi zayn sahabatku juga
menyukainya Oh God please Help me… “lo suka zayn?” Tanya ku “Ya gitu deh, tapi
gue mau kenal dia dulu lebih deket, ehiya lo punya pinnya ? twitternya? Fbnya?
YM? SKYPE?NOPE?” Tanya zayn “Punya semua zayn nih pinnya 29EDCE30, Twittnya
@tiaafahira YM nya tiafahira@ymail.com skypenya tia.fhr1 nopenya nanti gue kasih.”
Aku menjawab, aku menjawab itu semua karena aku pengen zayn gak curiga kalo aku
suka juga Ama Tia. Tak lama tia pun datang, dia melambaikan tangan kearahku,
tapi yang membalas lambaiannya adalah zayn.
Tia POV
Akhirnya sampai juga di strawberry,
aku masuk dan merapikah pakaian dan rambut terlihat perfect dan aku
mencari-cari dimana kak Niall dan aku melihatnya, aku melambaikan tangan pada
kak niall tapi yang membalasnya adalah kak zayn Ishhh aku risih tapi gapapa
deh, btw kenapa ya kak zayn ikut? Aku menghampirinya dan duduk.
Authors POV
Saat zayn dan niall sampai mereka
berbincang banyak tentaang Tia, niall pun akhirnya tau bahwa zayn juga menyukai
Tia. Niall sempat merasa sedih, namun dia yakin perasaan itu akan dijawab oleh
Tia jadi Tia lah penentu nya. Tak lama Tia datang zayn yang membalas lambaian
tangan Tia dari kejauhan, Niall hanya tersenyum dan seseakali memperlihatkan
behel beningnya pada tia, tia datang dan duduk memulai pembicaraan mereka
“sudah lama menunggu kak?” Tanya Tia “enggak kok, baru 20 menit HEHE…” jawab
Niall “jehh itumah udah lama kak…” jawab Tia “Eh ada kak zayn, apa kabar kak?”
Tanya tia “Baik kok, kamu kelas berapa sih ? kok manggil kita kakak?” Tanya
zayn wajah niall mulai gajelas bentuknya saat melihat mereka berbincang “Aku?
Aku kelas 11 kak..” jawabnya “pantas saja, kau memanggil kami kak wkwkwk…” zayn
terkekeh “ehh pesan minum dulu gih! Sama makanannya…” zayn menyuruh Tia untuk
memesan makanannya “iya kak..” tia mengiyakan, sejak tadi Niall hanya diam
sesekali terkekeh dan berbicara beberapa patah kata. Niall melihat mereka
bersama berbicara dan berbincang, saling berpose dan sebagainya. Tapi Niall,
tak menunjukkan kesedihannya, melainkan dia mengeluarkan senyumannya yang manis
dan khas sesekali ia tertawa lepas karena ulah zayn dalam berpose. Mereka hanya
2 jam disana, karena tia tak boleh lama-lama dengan Momnya “Eh kak aku balik
dulu yah… nanti mom nyariin HEHE…” katanya pada Niall “eh yaudah iya, hati-hati
ya…” jawab niall “eh yall… kita balik juga deh yuk ah…” ajak zayn “sip gue
bayar dulu…” ujar niall, zayn dan Tia keluar duluan kedepan tempat parker saat
niall keluar niall celingukan kemana itu si Tia “tia nya mana zayn?” Tanya
Niall “udah balikk tadi dia titip salam buat elo…” kata zayn, niall hanya
tersenyum dan masuk kedalam mobil dan melakukan perjalanan pulang~~
Tia POV
Arrived at home, lelah banget hari ini
kak zayn. Dia lucu banget ya, gak nyangka deh dia baik banget ama aku. Hihihi
dia juga tadi sempet muji aku cantik, manis dan lucu. Dia juga sempet bilang
dia suka cewe kaya aku, mungkin gak sih dia suka sama aku? Aku juga kayanya
respect ama dia dia baik banget lucu lagi. HEHE tapi tadi, kenapa kak Niall
diam aja ya? Apa dia jealous ? tapi apa iya? Dia respect ama aku? HAHAHA kak
Niall kan jauh lebih baik daripada aku, mana mungkin dia suka sama aku? HHHHH
sudah lah daripada aku menghayal terus lebih baik aku tidur, capek bangettt tau
gakkk.
Niall POV
Arrived at home, capek banget hari
ini. Aku pun masuk ke kamar dan membuka pakaian ku dan mengenakan boxer merah
ku dan terbaring diatas tempat tidur. Aku memikirkan tawa Tia saat bersama zayn
tadi, pose mereka yang sangat mesra. Oh god, aku sakit tetapi aku aku harus
mengikhlaskannya jika Tia memang respect bersama zayn. Besok aku harus menyanyi
dan merekam suara ku sendiri, sungguh besok hari libur yang sangat melelahkan.
Aku pun tertidur diatas ranjangku.
***
Niall POV
Pagi, yang cerah aku sudah mandi dan
sarapan ditambah lagi wangi tubuhku yang sewangi artis korea wkwkwk. Aku
sarapan dan dirumah sudah ada Mom “mom pulang jam berapa? Maaf aku ketiduran,
jadi gabisa bukain pintu buat mom..” aku pun memeluk mom dari belakang.
“gapapa. Mom pulang kemaren jam berapa ya? Kalau tidak salah pukul 10.00 kamu
habis darimana sih?” Tanya mom “aku tertidur, aku habis pergi bersama zayn dan
tia, kawanku…” kata ku aku pun duduk dan memakan sepotong roti yang mom
siapkan. “Umm,,, lain kali jangan kelelahan ya sayang..” ujar mom. Aku hanya
mengangkat alis ku dan melanutkan makanku. Usai sarapan aku berangkat membawa
laptop,DVD kosong,dan gitarku menuju studio. ----- sesampainya disana aku
melihat Liam dan kang caraka “pagi kang,Liam…” sapaku pada mereka “Pagi yall,
mari yall… sini yall…” ajak Liam “yup, kemana anak-anak?” Tanya ku “Umm bentar
lagi yall, pada lagi otw katanya…” jawab liam,aku pun mengambil posisi dan
duduk diatas sofa “hei kang, kabarnya gimana kang?” Tanya ku “baik den, aden
sendiri baik?” Tanya nya balik “sangat baik HEHEE><…” aku terkekeh dan
duduk kembali disofa wajah tampan ku aku tekuk selecek mungkin kejadian kemarin
membuatku bête sekali, entah kenapa harus zayn.. kenapa gak pria lain aja, yang
tak ku kenal._. tak lama zayn dan Louis datang “pagi semua,,…” sapa zayn
“Pagi…” jawab kami. Zayn pun menarik lenganku dan wajahnya tampak bahagia
sekali “ada apa zayn?” Tanya ku “tau gak lo yall? Semalem, gue mimpiin Tia…
subhanallah banget gak dia jadi pacar gue yall..” kisahnya “HAHAH… bagus dah
zayn, mudah-mudahan jadi kenyataan ya…” jawab gue “Amiiinn bangett yall…”
jawabnya. Ya Tuhan, zayn kamu gak ngertiin aku banget sih, sakit zayn hati ku.
Tak lama Harry datang dan selama 1 hari kami penuhi hari dengan menyanyikan 1
album TAKE ME HOME, esoknya kami menyanyikan lagi 1 album UP ALL NIGHT. Usai
itu, aku sibuk memasukkan rekaman kedalam laptop ku dan 3 hari sesudahnya kami
berpose di rumah Louis untuk berpose bersama ayahnya, sudah dapat 30 foto
yiipiii kami bisa memasukan semua lagu kedalam DVD dalam 1 minggu itu semua
sudah selesai Hhhhh sudah 2 minggu kami beraktifitas ini, cukup lelah namun tak
apalah. Poster oleh zayn udah selesai tinggal ditempel album real udah terealis
100 kaset DVD tinggal dilelang usai pertunjukkan nanti.
Tia POV
Udah 2 minggu kak zayn sama kak niall
gak nelpon atau sms aku, kangen deh dari kemaren mau nelpon tapi takut ganggu.
Kak gue kangen ama lo kak… HHHH denger gasih mereka pemirsahhh ? kayanya enggak
yah!! Tak lama HP ku berdering eh ternyata telepon dari si Anita “Ehhhh ti, One
Direction bakalan ada pertunjukkan kompetisi gitu 2 hari lagi lo dateng ga?”
Tanya nya “berapa ticketnya?” Tanya aku balik “Ummm gak mahal Cuma 25.000 ada
lelangan kaset realis-annya juga loh ada 100 kaset real nya juga, lo mau beli
gakkk?” Tanya anita “ehhh benerann? Gue mauuu banget ta…” kata ku dengan
semangat “yaudah besok lo bawa uang tiketnya kegue, lelangannya disana harga awalnya
200.000 lo mau beli tapi nanti pake tawar-tawaran gitu…” kata Anita “Umm
iya-iya,…” jawab ku. Aku pun menelpon ayahku yang berada di Singapore untuk
mengirimkan uang 1.000.000 untukku, karena aku pengen bangett denger suara kak
zayn dan niall wkwkw.. aku tergila loh oleh mereka.
Niall POV
Aku mengcopy kaset satu lagi untuk
tia, aku sengaja memberikan padanya agar ia tahu aku sangat mencintainya. Aku
sangat tergila padanya,. Aku rasa aku merindukannya, dan aku pun menelponnya
Aku : Tia
Tia : Kka… ada apa? Kenapa suara kakak seperti sedih?
Aku : Aku merindukanmu, aku ingin kita bertemu berdua saja. Aku akan memberikan sesuatu padamu, aku akan menjemputmu. Kirim alamat mu lewat BBM ya…
Tia : Iya kak…
Tia : Kka… ada apa? Kenapa suara kakak seperti sedih?
Aku : Aku merindukanmu, aku ingin kita bertemu berdua saja. Aku akan memberikan sesuatu padamu, aku akan menjemputmu. Kirim alamat mu lewat BBM ya…
Tia : Iya kak…
Aku pun segera berangkat menuju rumah
Tia, yang ia udah BBM kan kepadaku “Kak niall…” panggilnya “Come’on…” jawabku,
dia pun naik dan duduk dibelakangku. ----- sesampainya pada tujuan aku
mengajaknya duduk dan aku mengeluarkan kaset TAKE ME HOME dan UP ALL NIGHT “aku
tahu, kau sangat menginginkan ini untuk mendengar suara zayn…” kataku padanya
“Kakk… aku memang menginginkannya tapi aku besok akan membelinya…” jawabnya
“tidak… ini kenang-kenangan dari ku untukmu,… ya aku ingin mengakui sesuatu
padamu…” tanganku memegangnya dan membiarkannya menatap mata ku yang biru dan
merah oleh tangisan ku tadi saat menelponnya “apa ka?” Tanya nya membalas
genggamanku “mencintai mu itu sudah terjadi saat awal kita YM-an, aku aku
menyukai mu….” Aku mengungkapkannya dengantangisan “lalu, kenapa kau tak
mengatakannya padaku?” Tanya nya “aku tak tega, karena zayn mencintaimu juga …”
jawabku “zayn? Kak zayn? Mencintaiku?” dia terkejut saat mendengarkan ku dia
merasa tak percaya “iiyaahh kamu tak percaya terhadapku?” aku berdiri bertolak
pinggang, “Kak…” dia memanggilku, dan dia memelukku dari belakang, aku
menghadapnya dan memeluknya sambil menangis “Kak… aku, aku gak tau aku harus
milih kakak atau kak zayn,,,” ujar nya “Umm iya aku mengerti, aku hanya ingin
kamu tau aja perasaan aku…” kata ku. Usai itu kami makan dan berpose bersama,
aku bisa nyaman dengannya meski ia lebih muda dari ku tetapi ia bisa menjadi
penasehat bagiku. Usai itu kami pulang dan aku mengantarnya pulang kerumahnya.
Tia POV
Saat aku sedang bahagia Karena akan
membeli DVD take me home dan up all night, Hp Ku berdering dan rupanya dari kak
Niall. Dia merindukan ku dan dia mengatakkan dia ingin bertemu denganku. Dia
menjemputku dirumah, sesampainya disana ia mengaku ia mencintaiku, hal itu
membuat ku terkejut yang palingg menggetarkan adalah dia selama ini tak
mengatakan karena zayn juga menyukaiku. Aku tak bisa memilih diantara mereka
aku tahu, mereka berdua top banget buat aku. Tetapi tetap saja aku tak bisa
memilihnya. Aku membuat kak niall hangat olehku dan kesalahanku aku memeluknya
dan ia membalasnya, usai itu kami makan dan berpose bersama. Kak Niall ternyata
jauh lebih asik daripada kak zayn, ia bisa menjadi kakak, adik bahkan orangtua
bagiku.
3 HARI KEMUDIAN.
Niall POV
Yupp hari ini adalah hari yang sangat
mendebarkan aku berangkat menuju studio tempat acara dimulai, disana aku
berpakaian dan memake-up wajahku. Saat aku keluar kearah pintu masuk aku
melihat zayn memberikan poster ke Tia,Tia melambaikan tangan kearahku aku hanya
tersenyum perih dan aku pun melanjutkan make-up ku Mom sudah ada diluar
menyuportku agar aku menang, beberapa kawan sekolahku juga menyuport-ku ada
yang mengenakan kaos One Direction dan ada juga yang membuat poster sendiri One
Direction wkwkw lucu ya mereka._. oke sip aku adalah peserta nomor 3. Aku dan
teman-teman berdoa agar kami menang dalam kompetisi ini “Guys,.. kesempatan tak
datang 2x jadi kita harus memanfaatkan kesempatan ini dengan baik…” ujar harry
“benar banget tuh kata harry…” Louis setuju kami ber3 hanya dapat mengangguk
“Oke peserta nomor 1 sudah selesai tampil mari kita berdoa… berdoaa mulai…” kata
zayn dan kami pun bertos dan mengatakan “One band,One heart and its ONE
DIRECTION…” teriak kami semangat. Kami pun memperkenalkan diri kami
masing-masing wahhh aku melihat dibarisan depan ada Om Ray,Mom dan Tia ia
didepan bersama Mom memeluk mom pula ada apa dengan mereka? “SEMANGAT NIALL….”
Teriak Mom “I LOVE YOU NIALL….” Om Ray tak kalah oke ini saat nya kami
bernyanyi
They Don’t
Know about us
people say
we shouldn’t be together
We're too young to know about forever
But I say they don’t know what they talk talk talkin’ about
Cause this love is only getting stronger
So I don’t wanna wait any longer
I just wanna tell the world that you're mine girlll
Ohh
They don’t know about the things we do
They don’t know about the I love you’s
But I bet you if they only knew
They will just be jealous of us
They don’t know about the up all night’s
They don’t know I've waited all my life
Just to find a love that feels this right
Baby they don’t know about
They don’t know about us
Just one touch and I was a believer
Every day it gets a little sweeter
It’s getting better
Keeps getting better all the time girl
They don’t know about the things we do
They don’t know about the I love you’s
But I bet you if they only knew
They will just be jealous of us
They don’t know about the up all night’s
They don’t know I've waited all my life
Just to find a love that feels this right
Baby they don’t know about
They don’t know about us
They don’t know how special you are
They don’t know what you’ve done to my heart
They can say anything they want
Cause they don’t know about us
They don’t know what we do best
That’s between me and you our little secret
But I wanna tell em
I wanna tell the world that you're mine girl
They don’t know about the things we do
They don’t know about the I love you’s
But I bet you if they only knew
They will just be jealous of us
They don’t know about the up all night’s
They don’t know I've waited all my life
Just to find a love that feels this right
Baby they don’t know about
They don’t know about us
They don’t know about the things we do
They don’t know about the I love you’s
But I bet you if they only knew
They will just be jealous of us
They don’t know about the up all night’s
They don’t know I've waited all my life
Just to find a love that feels this right
Baby they don’t know about
They don’t know about us
They don’t know about us
They don’t know about us
We're too young to know about forever
But I say they don’t know what they talk talk talkin’ about
Cause this love is only getting stronger
So I don’t wanna wait any longer
I just wanna tell the world that you're mine girlll
Ohh
They don’t know about the things we do
They don’t know about the I love you’s
But I bet you if they only knew
They will just be jealous of us
They don’t know about the up all night’s
They don’t know I've waited all my life
Just to find a love that feels this right
Baby they don’t know about
They don’t know about us
Just one touch and I was a believer
Every day it gets a little sweeter
It’s getting better
Keeps getting better all the time girl
They don’t know about the things we do
They don’t know about the I love you’s
But I bet you if they only knew
They will just be jealous of us
They don’t know about the up all night’s
They don’t know I've waited all my life
Just to find a love that feels this right
Baby they don’t know about
They don’t know about us
They don’t know how special you are
They don’t know what you’ve done to my heart
They can say anything they want
Cause they don’t know about us
They don’t know what we do best
That’s between me and you our little secret
But I wanna tell em
I wanna tell the world that you're mine girl
They don’t know about the things we do
They don’t know about the I love you’s
But I bet you if they only knew
They will just be jealous of us
They don’t know about the up all night’s
They don’t know I've waited all my life
Just to find a love that feels this right
Baby they don’t know about
They don’t know about us
They don’t know about the things we do
They don’t know about the I love you’s
But I bet you if they only knew
They will just be jealous of us
They don’t know about the up all night’s
They don’t know I've waited all my life
Just to find a love that feels this right
Baby they don’t know about
They don’t know about us
They don’t know about us
They don’t know about us
Huahhh finishhhh pertunjukkan kami
diakhiri dengan banyaknya tepuk tangan dari para penonton, sehabis kami hormat
pada juri seketika bayangan ku kabur kepala ku pusing dan BUUUKK. *GELAP*
Tia POV
Yihhiii hari ini aku akan melihat
pertunjukkan One Direction, aku udah berangkat sejak pukul 9 didepan aku
melihat kak zayn dia berlari kearahku dan memberikan poster untukku, saat kami
sedang berbicara kak niall lewat aku melambaikan tangan ku pada nya, tetapi ia
malah senyum padaku. Aku mengerti ia pasti jealous melihatku dengan kak zayn.
Lalu tak lama kak zayn meninggalkan ku, aku bertemu dengan seorang tante yang aku
lupa namanya “Tante?” Tanya ku “Eh kamu, apa kabar Rha…” tanya nya “baik tante,
mana si James?” Tanya ku padanya “James? Dia nanti tampil…” kata tante “Ha?
Boyband juga?” Tanya ku “Iya, namanya One Direction, HEHE><” jawab tante
“Hah? Emang ada ya yang namanya JAMES? Perasaan aku gak ada deh tante,..”
kataku “Nyehh dia kan sekarang namanya Niall James Horan, bukan James aja dulu
kan tante panggil james karena dia susah menyebut Niall Hehehe…” lanjut tante
“HAH? NIALL?” aku terkejut bukan main, jadi lelaki yang menciumku saat ulang
tahunnya adalah Niall James Horan, dia ? APa iya? Jadi dia adalah si Pangeran
kodok yang dulu pernah berjanji akan menikahi ku nanti? Apa iya “Kenapa kaget?”
Tanya tante “ennggak tante… tante duduk nya sama aku ya…” kataku “iya sayang..
ayo.” Saat kami melihat Kak Niall tampil, sangat keren om Ray om nya kak Niall
berseru kami bertiga supporter paling keren deh buat One direction. Saat mereka
memberikan hormat dengan menunduk tiba-tiba kak Niall jatoh dan langsung
dilarikan kerumah sakit, selama 1 jam ia tak siuman sampai “Dokk gimana keadaan
Niall?” Tanya momnya khawatir “ibu sudah tau kan, Niall mengidap penyakit
kanker otak? Kenapa harus disuruh kecapean? Dia kritis bu…” kata dokter, Tante
kaget bukan main hingga ia terjatuh dan menangis om ray berusaha
menyamankannya, aku. Aku meninggalkan tante dan om ray aku terkejut oleh
keadaan kak niall dia, yang selalu semangat dan tersenyum kini harus sakit dan
menghadapi mautnya. Entah apa yang sebenarnya terjadi pada Niall, ia ia begitu
memikirkan perasaan oranglain. Ia tak pernah memikirkan kesehatannya. Tak lama
aku masuk kembali dan aku sudah melihat The Boys disana “hei,.,, mana zayn?”
Tanya ku pada mereka “zayn? Ia kecelakaan saat kami menuju kemari, ia terlihat
sangat sedih mendengar Niall sakit Kanker, ia meyepeed mobilnya dengan sangat
cepat sehingga kehilangan kendali.” Jelas harry, ya Tuhan tadi Niall sekarang
Zayn mengapa 2 orang lelaki yang aku sayang harus menghadapi cobaaan? Mengapa
?. kami beramai-ramai menunggu siuman zayn dan niall, kecuali Harry, ia harus
ditempat acara tadi untuk acara kemenangan. Aku pun masuk keruangan Niall, ku
melihat Nandos ku pangeran kodok-ku terkulai lemah diatas pembaringan pasien.
“Niall…” aku memanggilnya, dan ia meresponnya matanya terbuka aku bahagia,
kuhapus airmataku ku panggil keluarganya “TANTE… BOYS NIALL SIUMAN…” ujarku
momnya berlari dan menghampiri Niall “mom… kenapa iyall disini?” Tanya nya
“Iyall sakit, iyall tadi pingsan..” kata mom “Ohiya yall. Kamu ingat dia? Ia
Rha, teman kecilmu yang pernah menciummu dan dicium oleh mu saat kau berulang
tahun mom menyimpan fotonya di album merah mu…” kata mom, Niall tersenyum
“Kau….” Dia menunjuk kearah ku, aku tersenyum “Niall…. Zayn sakit ia kecelakaan
saat ia hendak kemari karena terkejut oleh keadaanmu…” kataku, Niall bangkit
dan melihat papan nama pasien, terlihat nama penyakitnya adalah KANKER OTAK,
niall tersenyum tak lama Harry datang mendorong zayn dikursi roda mata zayn
tertutup oleh bungkusan dan Harry memberikan Informasi “NIALL,ZAYN,LIAM,LOU
dengar aku… ya KITA ONE DIRECTION MEMPEROLEH KEMENANGAN kita juara 1 dan kita
mendapatkan ticket ke London untuk konser dan membuat video klip..” ujar harry
mereka pun berpelukkan dan tampak terlihat kebahagiaan. Seketika semua hening
dan zayn berkata “tetap saja, aku tak dapat melihat keindahan wajah fansku..”
ujar zayn sambil menangis “kau tak separah aku yang tak akan pernah bisa hidup
kembali…” niall menghela nafas panjang, seketika aku memeluk niall dan
mengatakan “yakinlah kau akan tetap hidup, untuk FANS MU yall…” ujar ku aku
mendekati zayn dan mengecup pipinya, “jangan menangis kak… aku yakin Fans mu
akan lebih indah melihat dan mendengarmu zayn…” ujarku. Aku memeluk mereka dan
menangis bersama mereka.
Niall POV
Saat aku terbangun aku melihat Tia
menangis, dia menangis sambil memanggil om ray dan momku, aku bertanya dimana
aku sekarang mom mengatakan aku ada dirumah sakit. Aku ingat tadi aku sempat
terpingsan usai tampil. Mom juga menceritakan bahwa tia adalah Rha, sahabat
kecilku oh my god dia dia adalah belahan jiwaku saat aku kecil dia pernah sakit
kekurangan darah, darah ku telah menyusup masuk kenadinya dan berdenyut sampai
saat ini. Zayn, dia buta karena aku.. Tia memelukku saat aku menangis dan
berkata tak dapat hidup kembali. Aku melihat kemesraan zayn bersama Tia. Aku,
umurku sudah tak lama lagi buat apa aku mendapatkan Tia kalau Tia bisa
mendapatkan zayn?
seketika suasana sepi, Tia dan The boys udah pulang, tinggal aku dan mom “mom… aku sudah tak dapat hidup kembali.. izinkan aku mendonorkan mataku untuk zayn mom, jika aku sudah mati nanti…” kataku, mom menangis dan berkata “Iya sayang, iya mom menuruti kata-katamu, tapi mom tak ingin kau mati sayang…” ujar mom “mom aku tak kuat…” kata ku, mom keluar dan menangis diluar aku ditinggal sendiri dikamar aku ambil kertas putih lalu tinta hitam adalah pilihan bagiku, aku tuliskan surat untuk ZAYN DAN TIA
seketika suasana sepi, Tia dan The boys udah pulang, tinggal aku dan mom “mom… aku sudah tak dapat hidup kembali.. izinkan aku mendonorkan mataku untuk zayn mom, jika aku sudah mati nanti…” kataku, mom menangis dan berkata “Iya sayang, iya mom menuruti kata-katamu, tapi mom tak ingin kau mati sayang…” ujar mom “mom aku tak kuat…” kata ku, mom keluar dan menangis diluar aku ditinggal sendiri dikamar aku ambil kertas putih lalu tinta hitam adalah pilihan bagiku, aku tuliskan surat untuk ZAYN DAN TIA
Zayn, aku titip bola mataku padamu. Aku titip
tia padamu, sejujurnya aku sangatt mencintainya, namun aku sadar aku tak baik
baginya umurku sudahlah tak lama lagi. Aku ingin menitipkan The Boys juga
padamu, aku ingin kalian tetap solid. Dan soal Tia, nikahi dia saat umurnya
beranjak 23tahun itu untuk membayar hutangku saat aku kecil dahulu, Tia tahu
itu. Terimakasih untuk segalanya aku dan tuhan akan selalu menunggu kalian
disini
Niall
Tia, ku titip zayn padamu Mom padamu. Aku
yakin kau sangat menyayangi zayn, biarpun aku tak lagi ada disisimu percayalah
bola mataku akan selalu terbuka untukmu. Karena bola mataku ada dizayn, zayn
kekasihmu nanti. Dan menikahlah dengannya saat kau berusia 23tahun seperti
janjiku padamu yang dulu. Terimakasih atas segalanya. Aku dan tuhan
menyayangimu. Tia, THEY DON’T KNOW ABOUT US ABOUT MY LOVE AND YOUR LOVE.
Niall
Aku
menitipkannya pada mom saat mom kembali masuk “Mom… sudah dituliskan pada
dokter mengenai donor mataku?” Tanya ku “sudah sayang,…” “Mom berikan yang ini
pada zayn dan yang ini pada Tia. Mom aku sudah tak bisa lama lagi bersama mom,
aku harus meninggalkan mom…” dadaku tersesak tak lama The Boys datang termasuk
Tia, menahan ku agar aku tak mati. Tetapi Tuhan telah memanggilku, aku pun
MATI.
Tia
POV
Saat
aku pulang aku ceritakan pada Momku, aku cepat kembali kerumah sakit. Aku dan
The boys menuju ruangan Niall dirawat saat kami datang Niall tengah bertarung
dengan maut, aku dan ibunya menahannya agar tak pergi, tapi Tuhan berkata lain.
Ia pergi dalam keadaan tenang, The Boys Menangis Liam membisikkan pada zayn
bahwa Niall telah tiada zayn menyuruhku untuk mendekatkannya pada Niall, dia
memegang wajah niall dan berkata “WHY YOURE GONE? WHY NIALL?” zayn terisak ia
amat terpukul tentang Niall yang telah tiada,. Esoknya Niall disemayamkan
sementara zayn sedang dioperasi oleh donor mata Niall. Aku menangis di
pemakaman aku berkata pada Niall “KAK, AKU JUGA SAYANG SAMA KAKA… TAPI SEMUA
TELAT KAK AKU YANG SALAH…” kataku, aku tau semua tiada guna disesali. Usai
pemakaman aku pun kembali kerumah dan mengganti pakaianku, dan lekas pergi
kerumah sakit, menunggu zayn yang tinggal siuman. “Ok, sekarang aku buka
perabannya ya,…” kata dokter, zayn hanya mengangguk aku dan The Boys penasaran
tentang bagaimana mata zayn sebenarnya, disana juga ada Uminya zayn “Ok,
sekarang buka mata anda perlahan ya…” ujar dokter, lagi-lagi zayn mengangguk
dan dia dapat melihat lagi “YEY AKU DAPAT MELIHAT…” dia bahagia dan memeluk
uminya dan juga aku “zayn selamat yah!” kataku “siapa pendonornya?” Tanya nya
“NIALL…” jawab kami bersamaan “HAH? NIALL? MATANYA NIALL?” Tanya zayn “Iya itu
mata putraku Niall, ia juga memberikan surat ini untuk kalian… ia ingin kalian
bahagia…” tiba-tiba Momnya niall datang dan berada didekat kami , aku dan zayn
membaca surat itu dan akhirnya kami tahu dan sama-sama mengerti kalau ia
memberikan mata nya untuk zayn dan membiarkan aku dengan zayn agar aku bisa
melihat matanya setiap saat. “THANKYOU NIALL,,,” zayn menangis, esoknya kami
pergi ke tempat pemakaman Niall sepanjang perjalanan kami mendengarkan lagu
They Don’t know about us, Niall bilang THEY DON’T KNOW ABOUT US, MY LOVE AND
YOUR LOVE.
-
THE END -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar