Harry Love Story : Bukan Cinta Satu
Malam
Authors By : Cut Nazara Putri Hanif
Bukan Cinta Satu Malam
Harry PoV
“Pagi tuan, tadi ada telepon dari
London yaitu telepon dari Tuan Louis dia bilang sama saya kalo nanti dia
mendarat di Soekarno-Hatta kira-kira pukul 8 malam…” kata inah menyapaku pagi
ini,
Hhh hari ini Louis dan Zayn sahabat
kecilku akan ke Jakarta,. Mereka kesini tidak sendiri bersama keluarga kecil
mereka, Zayn bersama istrinya Perrie dan anak lelaki nya yang bernama Austin.
Louis bersama istrinya Ellanor dan anak lelakinya bernama Henry. Mereka akan
berlibur ke Bandung bersama aku dan putraku David.
“Morning dad…” sapa david
“Eh anak dad udah bangun, mau sekolah
sayang?” Tanya ku pada David
“iya den, hari ini David masuk sekolah
lagi besok sudah liburrr yakan vid?” kata baby sitter
“Iya Dad, Dad benerkan nanti kita akan
kedatangan Om zayn dan Louis dari London?” Tanya David pada ku
“iya sayang, nanti kita jemput
sama-sama ya jam 7 malam, David mau ikut?” Tanya ku kembali padanya
“Iya Dad…”
Sebelumnya aku iba pada David sejak ia
kecil ia tidak pernah melihat wajah Sheera istriku, Sheera sudah pergi
meninggalkanku dan menikah dengan Lautner di London. Aku tak pernah memberitahu
David tentang hal ini karena aku gak mau David membenci ibunya, aku selalu
menjelaskan pada David bahwa ia memiliki Ibu dan Ibunya pergi entah kemana.
“Dad aku dan mba berangkat dulu yaa,
see u dad…” ia berpamitan dan melambaikan tangannya padaku, aku membalasnya
dengan senyuman dan lambaianku dan tak berapa lama kemudian ia hilang dari
pandanganku. Kulihat Arloji ku sudah menunjukkan pukul set 7 aku berangkat
dengan mobil Ferrari ku,.
*dikantor* “Pagi Tuan,…” sapa seorang
pegawaiku “Pagi semua…” sapaku sambil melambaikan tangan ku kepada mereka aku
masuk keruangan sesampainya diruangan itu aku telah kedatangan seorang pemilik
penginapan dikota bandung “Hei pak selamat pagi,,,” sapanya “mari duduk pak ada
apa…” kami pun membicarakan tentang rencana kami untuk membuat sebuah
penginapan dikota g dibandung yang tidak dapat terlaksana aku pun menerimanya
dengan lapang dada aku tau penginapan disana sudah lah teramat banyak jadi apa
guna membuatnya lagi?
------------------------------------
Tasya PoV
“sya, bangun atuh udah jam berapa ini?”
suara ibu membuatku yang terlelap membuka mata
“Iya iya aku masih mengantuk bu,…”
jawabku lemas
“Tapi kamu harus kerja sya,… kamu kan
udah kerja…” jawab ibu dari dapur
“ASTAGA!!! Aku lupa…” aku kaget dan
ngibrit masuk ke kamar mandi
“makana atuh sya, kalo tidur jangan
sampe larut malam nya! Kabiasaan budak mu koh…” kata ibu berbisik pada Bapa
“Ada naon atuh bu, tariak-tariak dah
kaya tarzan waee,,…” jawab si bapa
“itu anak si kokoh udah tau dia kerja
jam sagini baru bangun, Gak baek atuh pan anak gadis bangun jam sagini…
biarkeun rezekina entar dipatok ayam emang mau apa?” ibu nyolot
“eleuh-eleuh si Ibu malah ngomal ngomel
sagala wes lah mana kopi kokoh mau ngopi…” kata bapa pada ibu
“Enyakkk bentar atuh si bapa ibu teh
buat dulu atuh tunggu nyak!” perintah ibu.
“Mau kamana atuh udah rapih saa?” Tanya
bapak pada ku yang udah rapih dengan pakaian seadanya
“Ini atuh Pak Hermawan kemaren nyuruh
aku kerja ditempat penginapannya hari ini aku harus rapihin villa nya karena
nanti malem ada tamu dari Luar Negeri dateng kamari gitu pa…” jelasku
“Oh jadi Body gat gitu maksudna…” Tanya
bapa
“Kemungkinan pa, soalna Aca teh bakalan
sama mereka terus paa…” jawab aca
“mudah-mudahan wae ada yang single biar
kawin sama aca…” sambung ibu
“Eleh-eleuh si ibu teh mikirna, aca mah
mau kerja dahulu baru kawin nyaho bu?” jelas ku
“aca, umur aca teh harusan udah kawin
atuh, ibu sama si bapa pengen cepet-cepet gendong cucu caa…” kata ibu
“bener atuh ca, lagian umur aca teh
udah pas gitu udah cukup lah intinya…” bapa nyambung
“ahh udah ah daripada ngawur terus
sibapa sama si ibu mending aca the jalan war lah samlikum…” aku pun pamit dan
berangkat ke penginapan
*Di penginapan*
“Pagi pak hermawan, maaf ya saya
telat…” kataku pada pak hermawan “Ooh ndak papa ca, yasudah kamu bersihin deh
nih kunci penginapannya kalo hari ini ada 2 keluarga yang dateng yaitu Mr.Liam
James Payne dan keluarga juga Mr.Niall James Horan dan keluarga yang ramah ya
ca..” perintah Pak Hermawan “Eh iya Pak, pasti… mari pak…” aku pun pamit dan
membersihkan penginapan.
“Hadehhh capek banget yak!” usai
membersihkan penginapan aku pun makan makanan yang udah disediakan sama Pak
hermawan, usai itu aku mandi dan berpakaian bak seperti seorang pelayan di
gedung-gedung. Tak lama terdengar desisan mesin mobil dan ketukan pintu.
“Permisi…” katanya, aku pun keluar dan
membukakan pintu saat aku membukanya 2 keluarga bule dihadapanku “Good
Evenin,Mr,Mrs,Dear…” sapaku pada mereka
“Sorry, gak usah pakai bahasa inggris
kami dari Jogja… HEHEHE…” kata Liam
“Oalah aku pikir dari Luar negeri, aku
Tasya pelayan disini mari masuk mba,mas…” kataku
“HEHEHE iya makasihh yaa …” kata salah
satu perempuan itu, mereka pun masuk dan ke kamar masing-masing
“mba, tolong buatkan kami makanan ya ya
kami meminta kau membuatkan sup sayur + ayam yang hangat dan sebuah teh manis
hangat…” kata salah seorang lelaki dari mereka
“Ohh iya mas ditunggu yaa…” jawabku
Aku pun memasak di dapur seorang anak
perempuan menghampiriku
“Hei mba, manis deh aku boleh kenalan
ga?” anak perempuan itu
“Ehh boleh nak, siapa namamu sayang?”
tanya ku
“nama aku Geyra James Payzer…” jawab
anak itu
“Oooh kalau aku namanya Tasya… nama
kamu cantik banget kaya barbie mba waktu masih kecil hehehe…” jawabku
“hehehe ayahku yang memberikannya, wah
mba masak soup yaa? Aku mau dong mba…” katanya “wehh sebentar lagi matang kamu
yang cantik duduk aja dikursi makan ya sayang…” kataku
“sipdeh mbaa..” katanya.
Usai memasak aku meletakkan masakan
tersebut dengan piring dan beberapa lauk yang kubuat untuk mereka.
------------------------------------------------------------
Harry PoV
“Sudah pukul 17.00 aku harus kembali
kerumah…” aku pun pulang kerumah karena sudah selesai pekerjaan ku di kantor,
*Dirumah* “woahh tumben Daddy udah
pulang…” ledek putraku David
“wah David udah pulang juga ya ternyata
eh Vid ayah bawa Donat kesukaan David nih mau gak? Kalo gak mau buat Dad sama
Puddy ajaa…” ledekku
“Ehhh jangan dong Dad, David kan juga
mau biar kita makan bertiga saja yah…” kata David dengan riang, David mengambil
kantong bening yang berisi sepaket donat yang ku bawa untuknya
“Nah…” panggilku pada baby sitter David
“saya tuan?...”
“Tolong bantu David dan jaga dia
sebentar saya mau mandi dahulu, oh iya sekalian rapihin David ya nah. Vid Daddy
mandi dulu ya sayang…” kataku pada Inah dan David
“Iya dad,…” jawab David mengangguk
“Baik tuan, mari tuan ayo David kita
mandi dan berpakaian dulu yaaa…” perintah Inah pada David.
Pukul 18.00 aku dan David usai
berpakaian dan rapih-rapih kami duduk menonton Televisi, saat kami sedang
menonton suatu Realita acara selebriti David tiba-tiba menunduk aku membuka
pembicaraan
“Lah anak Daddy kenapa menunduk seperti
ini? Mengantuk?” tanya ku padanya
“Aku iri pada dia Dad,…” dia menunjuk
pada seorang anak lelaki sebayanya dicium oleh Bundanya
“David Edward Styles, putra Daddy yang
paling ganteng pasti David mau ketemu Mommy David yaa?” tanya ku
“Iya Dad, sejak kecil David belum
pernah dicium mommy, di peluk mommy jangankan seperti itu melihat wajahnya saja
belum pernah…” ujar David, sejenak aku diam aku tertegun mendengar David
berkata seperti itu
“Daddy kenapa diam? Dad Mommy David
seperti apa sih? Apa dia cantik? Lalu apa dia benci David ? mengapa dia tak mau
bertemu David? Apa ia sesibuk Daddy?” tanya David
“Mommy nya David cantik banget bener
deh, Dia gak benci David kok sayang dia itu sayang banget ama David dan dia
bukannya gak mau ketemu David tapi dia…. Ehh udah jam 7 malam mending kita
berangkat aja yaa kasian Om Louis sama Om Zayn nunggu kita oke?” potongku
“Yasudah ayo Dad…” Jawab David.
Disepanjang perjalanan David bilang padaku ia ingin ke London bertemu ibu ku
dan ingin melihat Kota London, aku sendiri pun berniat seperti itu aku ingin
David mengenal Mommynya walaupun aku hanya dapat mengenalkannya bukan tinggal
dengannya,.
*Di Bandara*
“Mana Dad Om Zayn dan Louis?” tanya
David
“Ya sebentar lagi mungkin, dari pada
kita bengong mending kita duduk dulu yuk disitu…” aku menunjuk pada salah satu
bangku panjang
“Ayo Dad..” David menarik tangan ku
untuk segera duduk
“David, gak usah sedih tentang mommy
lagi ya!! Dad gak bisa liat David sedihhh teruss Dad gak kuat, Daddy mau David
seneng aja gak usah sedih walaupun kedengarannya Dad egois tapi Daddy mau yang
terbaik buat David…” kataku pada David.
“Apapun kalo David larang David lakuin
deh!! Karena kata Pak Guru disekolah ‘apa yang dilarang orangtua adalah bukti
bahwa dia sayang sama orangtua’ dan karena David Cuma punya Daddy David mau
bahagiain Daddy aja deh…” katanya, seketika aku terharu bayangkan saja anak
berumur 6tahun berbicara seperti orang Dewasa begitu bijak dia mengatakannya
padaku, aku pun memeluknya dan mencium kepalanya
“Terimakasih sayang, Dad sangat
menyayangimu…” tanpa kusadari aku menitihkan airmata pada pipiku, David
menghapus airmataku dan berkata
“Dad selalu bilang ‘Anak lelaki gak
boleh nangis,.’ Tapi Dad sendiri menangis…” katanya lugu
“Dad gak nangis sih wooo :P…” aku
menghapusnya dan memeluk David kembali.
“Loh itu om zayn dan om louis dad…” David melepaskan pelukannya padaku dan
menunjuk pada suatu keluarga
“Eh iya, ayo kita mendekat…” kataku
“Zayn,Lou Oh my God berapa tahun kita
tak bertemu?” tanyaku pada mereka sambil memeluk mereka
“Hehehehe kira-kira 4 sampai 5 tahun …”
kata zayn
“Hahaha iyaa… Hei apakah ini putra
kalian?” tanya ku pada mereka yang menuntun seorang anak lelaki
“Iya ini putraku yang sering main Game
Online dengan putramu Austin…” kata zayn
“Ini putra ku juga yang suka nge game
sama putra mu, Henry,…” Louis menyambung
“Vid, beri salam pada Om Zayn dan Om
lou juga putra mereka dan istri om kalian ini…” perintahku pada David
“Baiklah Dad…. Om tante Hai nama saya
David, Hai nama ku David…” David menjabat tangan mereka satu persatu
“Hei My Name is Austin…” Austin
menjawabnya “Im Henry nice to meet you broo…” Henry menyambung “Hehehe nice to
meet they broo…” Kekeh David.
“Kemana Liam dan Niall?” tanya ku menuju
Parkiran pada Louis
“Mereka bilang, mereka sudah sampai
pada Villa karena mereka abis jemput istri Niall yang di Jogja jadi langsung
mereka ke Villa nya…” jawab Louis
“Oh ya, Yang mana mobil mu?” tanya Zayn
“Itu Alphard silver kau masukkan saja
barang-barangmu kedalam bagasi terlebih dulu…” Perintahku
“Ok, Broo…” mereka pun memasukkan
tasnya kedalam bagasi mobilku dan kami pun berangkat langsung menuju rumahku.
*Dirumah*
“Welcome in my home, Austin and Henry…”
kata David saat kami memasuki rungan utama
“Untuk sementara malam ini, David tidur
bersama Austin dan Henry tak apa-apakan nak?” tanya ku pada David
“Hahaha benarkah? Sungguh tak
apa,tetapi apa kalian setuju akan usulan Daddy ku?” tanya nya pada Austin dan
Henry
“Kami mah setuju-setuju aja…” jawab
Henry
“Yup benar…” Lanjut Austin
“Yes akhirnya aku ada kawan mari masuk
ke kamarku akan ku tunjukkan kamarku dengan banyak robot…” ajak David
“Anak mu sangat baik terhadap anak
kami,…” Kata Ellanor
“Yap benar, dia memang sangat baik
terhadap kawan-kawannya beberapa hari lalu ia membawa hampir 10 orang kawannya
kerumah, dia selalu bilang ‘Daddy selalu saja sibuk, aku mau main sama Mba inah
kan bosen’ begitu katanya…” curhatku pada Louis,Ellanor,Zayn dan Perrie
“Kau harus segera memiliki istri,ry…”
usul Perrie
“AKu juga mau nya begitu, Mom ku banyak
mengusulkan wanita kepadaku, tapi aku tolak,…” kataku
“Kau harus memikirkan masa depan David
bro…” zayn menepuk pundakku
“AKu tahu, tapi ini gak mudah…” aku
putus asa
“Begini saja, nanti kita cari wanita
yang cocok untukmu yaa…” usul Louis , aku hanya mengangguk usai kami berbincang
aku pun masuk ke kamar untuk tidur *yawn*
-------------------------------------------
Tasya PoV
Usai mereka makan malam, aku
merapihkannya kembali dan usai itu aku tidur dikamar. *yawn*.
“Pagi Tuan-tuan dan nyonya-nyonya ayuh
atuh dimakan ini ada Teh dan beberapa helai roti, hayuh ayuh dimakan permisi…”
sapaku pada 2 keluarga itu
“Ehh Tasya…” panggil Ny.Horeall padaku
“Iya ada apa?”
“Nanti siang ada beberapa kawan kami
kemari tolong kamu masak : Sayur soup, sambal goreng kentang dan ayam goreng
yaa…” kata Ny. Horeall waduhh saya baru tau bule doyan kaya begituan saya aja
suka denger ponakan saya nangis minta pizza ini orang bule suka makanan
Indonesia
“Kenapa kamu bengong? Bingung kita
doyan makanan gitu?” tanya Ny. Payzer
“Hahaha iya Mrs.-mrs ini suka makanan
Indonesia?” tanya ku pada mereka
“HAHA jelas lah kami kan tinggal di
Jogja cukup lama jadi kami suka makanan Indonesia,…” jawab Ny.Payzer
“Oooh iya pantesan, mari Mr.,Mrs. Saya
permisi ke Pasar.” Pamitku, aku pun berangkat ke Pasar sendirian aku membeli
apa yang harus dibeli usai dari pasar aku pun memasak dirumah karena saat ini
jam menunjukkan pukul 11.00 jadi aku harus memasak semuanya secara cepat, saat
aku tengah menggoreng ayam Geyra dan Angelica mendekatiku
“Mba sedang apaa?” tanya angelica
padaku
“Ehhh Kalian jangan deket-deket ayamna
teh meletuk-meletuk nanti kena kulit kalian lhooo…” kataku mencegah mereka
“Aduhh mba ini tenang saja kami sudah
biasa membantu Ibu kami memasak setiap hari kok…” Geyra menyambar sodet yang ku
pegang
“adehh geyra aduh jangan atuh, nanti
kamu kena peletukan minyaknya panas atuh gey…” aku menarik kembali sodet yang
dipegangnya
“Aduh mba yang manis, kami mau membantu
mba izinin kami bantu dong…” kata Geyra
“Iya mba, kami bete kalo harus terus
bermain boneka dan gadget kami…” sambung angelica pada ku
“Oke gini sajalah, kalian bawa
piring-piring ini ya lalu tata diatas meja ok?” kataku
“Oke deh mba…” jawab mereka serentak,
usai memasak aku meletakkan semua sajian masakanku keatas meja dan bergegas
mandi.
-----------------------------
Harry PoV
“Hei jagoanku, ayo bangun kita kan akan
pergi ke Villa hari ini…” seruku pada David
“Iya dad aku sudah bangun, jam berapa
sekarang?” tanya nya padaku
“sudah pukul set 7 Austin dan Henry
sudah mandi, kau belum:p…” kataku “Benarkah? Yasudah aku mandi dulu ya Dad…”
matanya yang bulat terbuka dan dia mengambil handuk lalu berlari ke Kamar
mandi, aku pun turun menuruni anak tangga
“harry,…” panggil zayn
“Hei zayn and Lou Families, udah pada
sarapan?” tanya ku
“belum Inah akan datang beberapa menit
lagi membawakan roti/nasi goreng …” jawab Louis
“Hehhehe….” Kekeh ku
“Ohiya hari ini kita sepertinya tak
bisa semobil,,,…” kata ku
“mengapa keluarga kita dikit bukan?”
sambung perrie
“bukan begitu, akan sangat panas terasa
dimobil jika kita sekeluarga….” Jawabku lalu duduk diatas kursi meja makan
“biarkan aku,Henry,Austin dan David
didalam mobil sedanku kau zayn,Louis,perrie dan ella berada pada mobil kijang
ku, bagaimana?” sambungku, mereka tampak seperti sedang berdiskusi dan tak lama
Inah datang dengan membawa sarapan untuk kami
“Ini Tuan, Rotinya… permisi…” pamit
inah
“Yasudah aku tidak keberatan, tetapi
siapa yang membawa mobil kami kami gak mengerti jalan menuju Villa…” jawab
Louis
“Biarkan sopirku yang membawa kalian…”
jawabku, aku dan mereka pun sarapan dan tak lama David keluar dari kamar
bersama Henry dan Austin
“Pagi semua…” sapa Austin
“Pagi pangeran ku…” jawab Perrie sambil
melambaikan tangan kearah Austin
“Henry,Austin,David ayo kita makan
pagi!!!” perintah Ella
“Hehehe…” kekeh mereka lalu duduk
diatas kursi meja makan, kami pun menyelesaikan sarapan kami usai itu saat
mentari sudah terang kami berangkat ke Penginapan
“Henry,Austin dan David naik mobil
Daddy ya…” perintahku
“Iya Om…” Jawab Austin dan Henry
“Ok. Dad…” Jawab David. Usai kami
mengemas barang-barang kami pun capcusss langsung otw ke Penginapan cihuiii.
-----------------------------------------------------------
Authors PoV
Panasnya mentari pada siang di kota ini
tak mengalahkan semangat berlibur anak-anak di sekelilingnya, mulai dari pantai
dikota ini, hingga perbukitan banyak sekali diminati oleh para wisatawan. Usai
adzan Dzuhur Zayn,Lou,Harry and family telah sampai dipenginapan, mereka turun
dan mengambil tas-tas mereka harry mengetuk pintu perlahan tokk…tokk.. tokk…
“Permisi…” tak lama pintu itu terbuka creett….
“anda pasti Tuan-tuan yang telah di
tunggu oleh keluarga The Boys…” terka gadis itu, manis sekali wajahnya tinggi
dan tak terlihat di Aura nya adalah seorang Pelayan, Harry kembang kempis
bernafas mata birunya menatap berulang kali hitam nya mata si gadis.
“Maaf mass permisi silahkan masukk…”
gadis itu melambaikan tangannya pada wajah Harry
“Ehh Ehh maaf, e e I I I ya Liam dan Niall nya mana?” tanya nya
Gugup
“Mas Liam dan Niall didalam, mari duduk
mas aku akan membuatkan kalian jus jeruk…” katanya dengan sopan mempersilahkan
Zayn,Louis,dan harry duduk.
“Eh har, lo kenapa liatinnya gitu
amat….” Ledek Zayn
“tau lu har, itu cewe sampe ngelambain
tangannya gitu ke wajah lo…” lanjut louis
“HEHEHE gak papa kok, Cuma Cuma liat
aja dia tadi manis …” ngelesku
“ahhh Daddy ngeles aja nih kaya bajaj…”
ledek David
“dasar david…” aku menatap David dengan
senyuman. Tak lama niall dan Liam keluar dengan Fams nya, mereka
bercipika-cipiki :3 usai itu mereka semua makan bersama dan kemudian mereka
istirahat dikamar masing-masing terkecuali David, dia keluar penginapan dan
duduk didekat kolam. Saat Tasya melewati kolam, Tasya melihat David. Tasya pun
mendekati David
“Hei tampan…” seru tasya
“Ehh mba mengagetkan saja…” jawab
David,
“Boleh kenalan? Maaf ya mba mengganggu
kamu….” Jawab Tasya
“Boleh kok, ngga papa aku gak masalah
kok. Ohiya, nama aku David Edward Styles…” Kata David
“Hehehe Mba Tasya… kamu kenapa diam di
kolam seperti ini?” tanya Tasya
“aku sedih mba, aku tak pernah
merasakan kasih sayang Ibu, ayah saya selalu bilang ibu itu ada tapi aku tak
pernah bertemu dengannya…” jawab David
“woooo… kamu tau gak vid, dulu Mba
punya temen laki-laki namanya Udin, si Udin adalah anak yatim dia hanya tinggal
sama ayahnya ibunya udah lama meninggal, tapi dia hebat vid dia bisa bermain
bola dan rajin ibadahnya, dia gak pernah malu diledekin gak punya ibu vid.
David harus bisa kaya dia…” dongeng Tasya
“David, Cuma mau kenal Ibu David itu
aja…” David mengelak
“Yaudah daripada David sedih David
boleh kok anggap Mba Ibu David, kita bisa main sama-sama kan? Sekarang daripada
sedih mending David mba ajak keliling penginapan mba ajak ke curug mau gak?”
tanya tasya
“curug itu apa mba?” tanya david
“curug itu semacam air terjun yang tak
terlalu tinggi…” jawab Tasya
“wahh bener mba?” David girang
“iya, tapi jangan lama-lama ya soalnya
ini kan udah sore…” jawab Tasya.
“sip deh…” ujar David.
“wah ada yang mau ke curug tapi gak
ngajak Daddy nya pelit bangett yaa…” ledek harry
“daddy?” David kaget
“Daddy mau ikut?” tanya David
“Ikut gak yaa?” ledek Harry
“Masnya kalo mau ikut hayuh atuh nanti
kesorean…” ujar Tasya
“Hayuh…” jawab harry, mereka bertiga
pun kecurug bersama naik delman
“Kamu udah lama kerja sama pak
hermawan?” tanya harry
“Engga mas, aku teh baru kerja hari ini
saja!!” jawab tasya
“kamu lulusan apa sih?” tanya harry
kembali
“aku? Aku teh sarjana atuh mas, sarjana
kesusasteraan.,…” jawab Tasya
“wahh kamu jadi adalah seorang
penulis?” tanya harry
“Ya enggak lah mas, aku mana bisa jadi
penulis? Wong aku adalah seorang pembantu saja…” jawab Tasya
“Lah kamu kan sarjana…” jawab harry
“iya mas, tapi gak ngejamen hidup aku
pun nyesel mas kuliah sastra…” jawab Tasya
“Kamu gak boleh nyesel kamu harusnya
itu bangga jadi sarjana, gak semua lohh orang sastra bisa sarjana…” jawab harry
“Iya mas… ehh A’ kiri nyak!” kata
Tasya, mereka bertiga pun turun dari delman dan menuju curug.
“wehhh curugnya keren ya dad, dad
fotoin aku yaa…” kata david, ia pun bergaya dan berpose seperti model saja
wkwkw ;D
“mba tolong fotoin aku dengan putraku
yaa…” kata harry, harry dan david pun bergaya seperti Model yang tengah
dipotret
“Oke sekarang kita foto bertiga yaa…”
kata David
“Hahaha iya benar, hei pak
kemarilah!!!” perintah harry pada seorang bapak yang sedanng melamun
“Ada apa atuh mas?” tanya nya
“tolong fotoin kami bertiga yaa…” ujar
harry, si bapak hanya mengangguk pelan merekka pun bergaya seperti seorang
bintang saja wkwkkw saat matahari mulai gelap mereka pun pulang
“Dad tadi seru banget yaa…” kata David
“Hmm iyaa…” jawab Harry
“Masnya sama David lucu banget loh
wkwkw” ledek Tasya
“Yeh kamu sya ledekin aku aja nih…”
kata harry
“Ehh mass hujan ayoo kita teduh …”
sesaat hujan turun harry,tasya dan David kebingungan mencari tempat untuk
berteduh, akhirnya mereka menemukan sebuah gubuk kecil dekat sawah
“aduhh ada ada aja pake hujan segala,…”
kata david
“kalo gak hujan, david gak bisa
makan!!!” kata Tasya
“Iya sih Daddy david ngantukk….” Kata
David
“Yaudah tuh ada bale David tiduran ya
pake Jacket Daddy aja oke?” kata Harry
“Iya Dad…”. Sesaat David pun nyenyak
dalam tidurnya kini tinggal tasya dan Harry
“Kamu dingin sya?” tanya Harry
“Engga mas, aku khawatir hujannya kok
malah makin deres yaa…” jawab tasya
“Gausah khawatir sya, nanti juga
berhenti,…” jawab Harry
“Mas maafin aku ya coba tadi aku gak
ngajakin mas ke curug…” kata tasya menyesal
“Gapapa kok, toh tadi kita disana juga
senang-senang kan…” kata harry
“Ohiya, kamu jangan manggil aku mas,
panggil aja aku harry…” Perintah Harry
“ehehehe emang kenapa mas lebih bagus”
kata tasya,
”kesannya aku tua bangettt gitu…” kata
Harry
“Yaudah deh aku panggil kamu Harry ya
Har…” jawab tasya “Har, mengapa kau tidak menunjukkan keberadaan ibu David?
Maaf ya aku agak sedikit kepo dengan masalah kamu…” kata Tasya
“Bagaimana mungkin aku memberitahunya,
ibunya sudah memilih lelaki lain daripada aku…” jawab harry
“maksud mu?” tanya tasya
“Ibunya adalah Sheera dumella, dia
adalah artis juga di London saat dia mengandung ia meninggalkanku ke London
lalu menikah dengan Lautner, aku merasa anakku diambil olehnya jadi ya aku
ambil saja David dari tangannya saat ia melahirkan Di London…” jawab harry
“Dia butuh sesosok ibu Har, dia butuh
ibu yang bisa sayang sama dia…” Tasya mengelus kepala David
“Aku tahu itu!! Tapi siapa?....” kata
harry
“Har… aku yakin kau adalah lelaki yang
tangguh tolong har jaga dia, beri ia kasih sayang …” kata tasya
“Iya Sya, Sya aku melihat ada yang beda
dari matamu sya…” kata harry
“apa yang beda?” tanya tasya
“Aku melihat binar ke Ibuan dari matamu…”
kata harry
“Bagaimana mungkin? Aku tak pernah
punya anak har,….” Kata Tasya
“Sya, mau kah kamu menjadi …… baby sitter
bagi David di Jakarta, aku akan sering sekali meninggalkan David aku takut dia
akan kurang perhatian dariku….” tanya harry
“Hmmm mau,… aku tau David butuh kasih
sayang dari karakter seorang Ibu, meski aku bukan Ibunya tapi aku pernah
merasakan seperti David karena beberapa tahun lalu Ibuku pernah meninggalkanku
tetapi sekarang ia telah kembali….” kata Tasya
“Terimakasih Sya…” harry pun memeluk
Tasya dan tasya menyambut pelukkan Harry. Sekitar sejam lamanya mereka berada
di Gubuk malam pun semakin malam, harry menggendong David yang tertidur
“Ry, maaf ya kamu jadi jalan kaki…”
kata Tasya
“Heheh gak papa bentar lagi kita sampe
kan?” kata harry
“iya sih tapi kan lumayan jauh juga
tadi….” Jawab tasya
“No Problem…” jawab Harry, setelah
hampir setengah jam mereka melakukan perjalanan akhirnya mereka sampai pada
penginapan
“Harry darimana saja kau…” bentak zayn
“Iya darimana saja kau…” lanjut Louis
“Aku, Tasya dan David habis ke curug
didekat sini. Akan tetapi saat kami hendak pulang hujan deras jadi kami
terpaksa teduh disalah satu rumah tua gak jauh dari sini…” jawab harry sambil
membawa David ke kamar
“Tasya kamu istirahat ya, dan Ella
Perrie Sazara atau Danielle, tolong bantu saya menggantikan David pakaian yaa…”
perintah Harry
“Ella tolong gantikan pakaiannya lalu
kompres dia dengan air hangat ok?” perintah louis, ella mengangguk dan dia
masuk kekamar David
Harry pun segera masuk kedalam kamar
dan mengganti pakaiannya, begitupun Tasya.
-------------------------------------------
Harry PoV
“Hhh entahlah apa yang kupikirkan
mengenai Tasya, aku baru saja mengenalnya beberapa jam saja tetapi aku merasa
dia adalah orang yang aku cari selama ini, dia bisa menjadi seorang istri
bagiku atau ibu bagi David,….” Seketika aku melamun memikirkan Tasya. Umurnya
masihlah muda sekitar 5 tahun dibawahku tetapi dia sudah berlagak seperti
seorang ibu dia bisa menyayangi anak-anak dengan kasih sayangnya dia baru
mengenal keluarga kami beberapa jam tetapi dia bisa merasakan apa yang David
rasakan dan dia bisa memberi apa yan David butuhkan, aku kagum padanya. Aku pun
mandi dibath tub dan usai itu aku pergi kemeja makan sudah terlihat beberapa
keluarga disana aku ikut gabung pada mereka.
-------------------------------------------
Tasya PoV
Mas harry sangat baik padaku, mengapa
wanita semacam Sheera bisa meninggalkan lelaki setampan dan sebaik dia ya tuhan
mengapa dia begitu bersabar mengurus putranya SENDIRIAN selama 6 tahun ini.
Bukan waktu yang singkat baginya, menjadi karakter ayah dan Ibu setiap kali
bersama dengan anaknya, mengapa anak sebaik David harus merasakan lebih parah
dari yang aku rasakan, beribu pertanyaan muncul dari diriku sendiri. Entah
mengapa baru beberapa jam kenal dengan Mas Harry seperti sudah bisa mengerti
dia, aku lebih mudah mengutarakan pendapatku, entahlah tuhan perasaan apa ini
Ingat lah Sya dia orang kaya tak mungkin bersamamu. Aku melamun dalam
kesendirian ku tiba-tiba aku teringat pekerjaan ku segera saja aku mandi dan
berpakaian piyama usai itu aku kedapur untuk memasak makan malam.
---------------------------------------------
Authors PoV
Malam yang dingin gelap, beberapa
keluarga kumpul dimeja makan siap memakan beberapa suap nasi atau oat kecuali
David ia masih berbaring dikamarnya badannya memang agak sedikit hangat usai
makan malam itupun Harry membawakan makan malam ke kamar David,
“David…” panggil harry
“Daddy?” David terbangun dari lelapnya
dan dia melepaskan kompres yang berada dikepalanya
“Ini makan malammu, lekas dimakan ya
sayang….” Perintah harry
“Daddy, aku maunya Mom yang menyuapi
ku…” pinta David
“Tapi David mom David gak ada disini
vid, mom david ada diluar negeri…” ujar Harry
“Tapi David mau makannya sama Mom…”
David bersikeras pada pemikirannya, tak lama Tasya mengetuk pintu dan masuk
kedalam
“Daripada David kangen sama Mom,
bagaimana kalo kita makannya dipekarangan rumah saja? Udara diluar emang agak
dingin sih tapi udah gak hujan, malah banyak banget lohh bintang diatas langit
david mau liat?” ajak Tasya
“Beneran Mba? David mau liat dong!!!!”
kata David
“Dengan 2 syarat!!!” Tasya melontarkan
jari telunjuk dan tengahnya
“Apa itu?”
“1. David harus memakai mantel 2. David
harus mau makan disuapi Daddynya david…” perintah Tasya
“Yasudah David mau deh…” kata David
pasrah,
“Oke, ini mantelnya dipake, ohiya Har
ini jacket pake aja diluar Dingin bangett lohh…” Tasya menyerahkan sebuah
Mantel dan Jacket untuk Harry dan David
“Kamu gak pake?” tanya Harry
“Aku udah biasa…” jawab Tasya.
*Dipekarangan* Harry,Tasya Dan David
duduk disalah satu bangku panjang, lalu menatap keindahan langit pada malam itu
“Liat Vid, itu ada bintang yang paling
cerah dari semua bintang indah ya, warnanya merah kelap-kelip…” Kata Tasya
“Iya Mba Indah banget…” seru David
“Itu adalah David, dari semua anak-anak
di Dunia ini David yang paling terang yang paling sabar meskipun dari yang
terang pasti ada yang lebih terang lagi….” Kata Tasya
“Bener tuh kata Mba Tasya, David itu
anak yang paling unik dan beruntung dimuka bumi ini, ayoo sekarang makan dulu
nihh amhhhh…” Harry menyuapi sesendok Nasi kemulut David
“Tapi Bintang itu pasti punya orangtua
yang lengkap kan?” Tanya David
“Tidak, David salah justru bintang itu
hanya punya tuhan…” jawab Tasya
“Berarti lebih beruntung David dong,
David punya Daddy yang bisa sayang sama David, David punya Austin,Henry,Geyra
dan Angelica dan sekarang David punya mba kaya mba Tasya…” kata David
“Iya David gak boleh sedih kalau David
gak punya Ibu, karena ibu kan makhluk ciptaan tuhan jadi seterah tuhan kalo
tuhan mau bawa ibu kemana aja termasuk jauh dari David… yang harus David ingat
itu darah ibu ada di aliran darah David…” kata Tasya, Harry terlihat kagum
sampai ia meneteskan air matanya kepipi
“Daddy jangan menangis…” kata David
“Ennggak Daddy gak mau nangis, ayo
makan lagi yang banyakkk…” bantah harry.
“David tau gak? Kasih sayang ibu itu
kaya apa?” tanya Tasya
“Enggak lah Mba, David aja gak pernah
tau ibu david kaya apa…” jawab David lemas
“Ibu itu seperti bidadari, ia yang
selalu menghanturkan doa pada kita, menjaga kita lewat perasaannya dia selalu
berdoa pada tuhan agar dia diberi kesehatan supaya dia bisa merawat
anak-anaknya… Ibu david juga gitu kok, dia selalu doa buat david dan Daddy,
mungkin kelak dia bakalan ketemu David sama-sama ama David atau Daddy…” kata
Tasya
“Apa ibu David tau David hidup? David
pengen Ibu David ada disini, yang ngejelasin semuanya tentang ibu sama David
bukan Mba Tasya…” kata David sambil disuapi oleh Daddynya
“Ibu David masih nervous ketemu David,
jadi tuhan kirim Mba buat temenin David biarpun gak bisa selamanya…” jawab
Tasya
“David, bener kata Mba Tasya itu, kelak
mommynya David bakalan temuin David tapi Mba Tasya juga salah karena Mom David
dan Daddy gak bisa bersama…” Harry mengalihkan pembicaraan
“Mengapa dad?” tanya David
“Karena Mommy nya David sudah punya
suami yang bisa deket sama dia, mommynya David sudah punya suami selain Daddy…”
jawab Harry sambil menitihkan airmata
“Dad… jangan menangis, sekarang David
ngerti kenapa Daddy gak ngijinin David buat sama Mom, karena mom sudah punya
ayah baru buat dia kan? Dia mau bahagia sama keluarganya gitu kan Dad?” tanya
David
“Iya, tapi dia sayang kok sama David,
sekarang David mau ngomong sama Mommynya David?” tanya Harry
“Iya Dad… David mau bilang kalo David
sayang ama dia…” David girang,harrypun mengeluarkan telepon selulernya dan dia
menelpon skype daripada Sheera.
T : ada apa harry
H : anakmu ingin berbicara langsung
padamu
D : mommy ini David mom ini David
T : Eh David sudah besar ya anak mommy,
ini mommy nak
D : mommy kapan kemari mom? David mau
meluk mom!!
T : gak bisa sayang mom sibuk disini,
david yang sehat yaa jangan nakal mom sayang banget sama david udah dulu ya
sayang mom sibuk bye
D : tapi mom david… tuut tuut tuut David sayang sama Mom…
David pun menitihkan airmata kembali, jiwanya sepi dan
hilang baru saja ia melihat ibunya tetapi ibunya sudah tak perduli akannya
seakan ibunya merasa asik dengan dunianya melupakan David yang merindukannya.
“Mengapa Sheera jahat sekali ?” Tanya Tasya pada harry
“Itu alasan ku membawa David bersamaku, aku ingin David
bahagia bersama ku…” seru harry
“David, sudah ya jangan sedih David kan punya Mba dan
Daddy …” Kata Tasya
Berhari-hari mereka lalui dengan suka dan cita terkadang
David iseng menelpon Sheera berkali-kali tetapi itu ia hentikan suatu ketika
saat Sheera sedang sangat sibuk, David menelponnya tetapi direject oleh Sheera
sampai akhirnya saat diangkat Sheera berkata “Dasar anak BODOH… aku sedang
bekerja jangan terus mengganggu ku..” saat itu juga David merasa sedih saat itu
ia berhenti menelpon ibunya.
Hari ini adalah hari akhir liburan, David dan harry
membawa keluarga besarnya kembali ke Jakarta kecuali Niall dan Liam mereka
harus segera ke Jogja karena masih ada urusan, sementara Louis dan Zayn harus
ke bandara hari ini juga, mereka harus kembali Ke London karena di London Lusa
anak sekolah sudah memulai aktifitasnya. Hidup David dan harry kembali sepi
Karena tidak ada Tasya, Tasya masih harus izin bersama keluarga nya untuk
bekerja di Jakarta bersama Harry.
-------------------------------------------
Harry PoV
Sepulangnya dari liburan aku merasa ada yang berbeda
dari diri seorang David, mungkin semenjak kejadian bentakan ibunya David
menjadi sangat tidak suka saat aku menceritakan tentang Ibunya. David lebih
suka jika Harry memberitahu kabar tentang Tasya yang berjanji akan menjadi
pengasuh baginya, suatu malam aku temukan David berdiam diri bersama sebuah
surat dan sebuah balon gas
“David mau apakan balon dan surat itu?” Tanya ku
penasaran
“David mau kirim surat lewat balon gas ini dad..” jawab
David
“Loh emang kenapa?” Tanya ku
“David Cuma pengen Mba Tasya tau kalo David sayang sama
dia, David Cuma pengen mba tasya datang ke Jakarta, temenin David…” jawab David
“David kesepian?” Tanya ku perlahan
“Iya, Daddy selalu keluar Kota atau luar Negeri Davidnya
sendirian Dirumah Bi inah udah pulang kampung, setiap harry david Cuma bisa nge
Game atau belajar itu-itu saja,…” jawab David kencang
Aku mendekati david dan duduk disebelahnya aku peluk dia
dalam isakku dan tangisku “Maafin Daddy ya… daddy gak bisa jadi apa yang David
mau, david mau a Daddy kasi C sangat jauh dari keinginan David…” pintaku pelan
“Daddy gak salah kok,…” ia membalas pelukanku, Daddy
sekarang aku udah iket suratnya ke balon ini sekarang kita terbangin ya,
mungkin aja Mba Tasya liat dan baca surat dari David.” Kata nya Optimis
“Iya sayang 1…2…3..” balon itu kami lepas bersama “nah
balonnya sudah terbang sekarang kita tidur yaa…” pinta ku pada David
“Tapi David mau tidur sama Daddy Boleh?” Tanya nya
“Boleh sayang…” jawab ku
Kami pun tidur bersama pada malam itu.
----------------------------------
Tasya PoV
“Pokoknya Tasya mau ke Jakarta pa, bu…” kataku pada
mereka
“Tapi sa, kamu sendirian atuh ibu teh kuatirrr..” ujar
ibu
“Ibu tenaang bu,Tasya teh punya jurus silat atuh oke…”
kata ku meyakinkan ibu
“Yaudah sya kalau itu pilihan kamu, bapa teh sama ibu
Cuma bisa doakeun semoga kamu selamat lagi pula bapa rasa kamu itu sayang sama
anak dan bapanya kan…” tebak bapa
“aduh si bapa teh Tasya kesana mau kerja bukan mau kawin
nanti kalo Tasya kawin baru atuh Tasya bilangin sama si bapa…” jawabku
“Bapa mah tau betul atuh hati-hati kamu kena cinta satu
malam gituu…” kata bapa
“Eleh eleh si bapa korban lagu ini mah nyak!!! Tasya the
beneran sayang sama mereka, Tasya sayang pa sama mereka…” kataku
“serah urang deh udah siap semuanya? Hayuh atuh pergi
nanti keburu malem…” ujar bapa
“Ibu Tasya teh jalan dulu nyak!!! Tasya janji tasya
bakalan telepon ibu satiap hari atuh nyak jangan sedih atuh ibu…” kata ku
menghapus air mata ibu yang tak ingin akupergi
“jalan atun sya, pulang bawa duit sama suami dan anak
itu ibu teh mau kenal mereka atuh sya buru-buru atuh jadi manten…” ujar ibu
“Iya bu Tasya bakalan bawa mereka Insa alloh bu…” jawab
ku, sore itu aku dan bapa pun pergi ke stasiun dan abis maghrib aku berangkat
dari lembang-jakarta memang gak sebentar tapi aku yakin ini gak sampe pagi.
Sesampainya di Jakarta aku naik Taksi menuju alamat Mas Harry dan David
sesampainya di perumahan rumah mas Harry dan David aku beranjak mencari rumah
mereka seketika aku melihat balon merah tersangkut diatas pohon yang tak
terlalu tinggi aku ambil balon itu dan ternyata ada suratnya, aku buka dan
kubaca suratnya
Dear
Mba Tasya
Mba
tasya aku david, ingatkan? Mba tasya kemana aja David sendirian dirumah Daddy
sering ninggalin David,David udah lupain semua tentang Ibu David David kecewa
karena dia sering marah-marahin David lewat telepon. David rasa David gak butuh
ibu kaya Dia yang David butuh ibu kaya Mba Tasya Mba tasya bisa mahamin David
Mba tasya bisa sayang sama David Dan David nyaman banget kalo sama mba Tasya.
Mba Tasya kemana sih? Kok janjinya ke Jakarta di lupain Daddy juga kasian dia
sering diledekin duda ganteng tapi gak laku sama temennya. David tau mba Tasya
itu sayang banget kan sama Daddy iya kan mba? Jawab mba, mba sekarang David
dirumah David nunggu mba Tasya Lohhh!!!
David
Edward Styles
Sejenak aku diam dan menangis membacanya, aku pun masuk
kedalam rumah David yang luas dengan pekarangannya yang hijau dengan rerumputan
dan pepohonan kecil yang rindang
“David…” panggilku, seseorang membukakan pintu Yap benar
itu adalah Mas Harry
“Mas…” aku memeluknya erat
“Tasya..” katanya
“Mas maaf aku telat, aku menemukan balloon ini diluar
mas…” aku menunjukkan balloon yang ku temukan
“Kamu udah tau kan isinya?” Tanya harry
“Iya mas…” jawab ku
“itu berarti kamu tau perasaanku…???” Tanya harry
“Tidak…”
“aku menyanyangimu sya, aku aku merasakan itu saat kau
bersamaku pada malam itu, kau buat putraku nyaman dan cepat mempercayaimu
dibanding aku, dia cepat menyayangimu dibanding dia cepat menyayangi hidupnya…”
katanya
“Aku hanya melakukan apa yang menjadi tugasku, aku
pernah merasa kesepian sama seperti David,tapi aku ingat kata seorang yang
pernah membuat aku merasa lebih berarti…” kataku
“Mba Tasya…” David datang dan memelukku erat sekali, dia
menangis dipundakku
“Davidd mba sangat kangen sama David…” jawabku
“David juga, mba yang nemuin balloon itu mba?” Tanya
David
“Iya Mba yang nemuin tulisan David bagus sekali, vid
David darimana tau mba sayang pada Daddynya david?” Tanya Ku pada David
“David tau itu saat kalian bertatapan itu dalam sekali
David merasa itu adalah tatapan cinta…” jawab David
“Ehh jagoan kamu ini masih terlalu kecil untuk
mengetahui arti cinta…” ledek harry
“tapi benerkan Dad, David jug abaca di agenda nya Daddy
kalo disuatu tanggal Daddy akan meminang perempuan sebagai ibu buat David…”
ledek David
“Siapa orangnya?” aku dan harry penasaran dengan
kata-kata david
“emhhhh mo tau banget atau mau tau ajaa?” david meledek
kami kami pun mengejarnya bersama, kami merasakan kebahagiaan seperti
kebahagiaan seperti keluarga.
--------------------------
Authors PoV
Semakin hari mereka semakin menikmati hidup mereka,
kenyataan yang menyatakan bahwa seorang tasya bukanlah menjadi pekerja bagi
harry melainkan adalah seorang kekasih bagi Harry dan Ibu bagi Seorang David.
Memiliki 2 peran itu harus mereka lengkapi dan mereka jadikan sebagai sebuah
keluarga sampai akhirnya, mereka menikah dikampung di tempat yang teramat
sederhana dihadiri oleh The boys dan keluarga Harry.
1 tahun setelah mereka menikah
Sheera datang menemui david dirumah Harry
“David…” panggilnya
“Mom?” Tanya David cuek dia pun memeluk momnya, Mom
membalas pelukan David yang biasa saja itu
“Harry…” panggil Sheera
“mau apa kau kesini? Aku dan David sudah memiliki
penggantimu…” kata Harry
“aku hanya ingin meminta maaf pada mu untuk membawa
David ke London untuk tinggal bersamaku,…” kata Sheera
“kau mau membawanya atau tidak terserah kau karena aku
hanyalah seorang Daddy bagi David, sekarang mau atau tidaknya kau serahkan pada
David…” kata Harry dengan lantang
“David gak mau sama Mom, David gak mau sama mom …” David
pergi ke belakang tasya
“Maafmba, David gak mau sama mba, biarkan dia sama kami
mba…” ujar Tasya lalu membawa David jauh dari Sheera
“Kau dengarr?? Apa kata anakmu?? Dengarrr??!!” jawab
Harry, Sheera pun pergi kembali ke tanah airnya di London ia menyesal karena
membiarkan David dalam sedihnya. Di lain tempat tasya memberitahu bapaknya
dikampun kalau dia sudah hamil
“Pa, dengarkeun nyak ini teh bukan cinta satu malam pa,
karena kami teh sudah akan dikaruniai anak …” kata tasya, Harry dan David pun
tertawa terbahak-bahak.
The end
Tidak ada komentar:
Posting Komentar