Sabtu, 05 Januari 2013

Harry Love Story



Harry Love Story : Bukan Cinta Satu Malam
Authors By : Cut Nazara Putri Hanif
Bukan Cinta Satu Malam
Harry PoV
“Pagi tuan, tadi ada telepon dari London yaitu telepon dari Tuan Louis dia bilang sama saya kalo nanti dia mendarat di Soekarno-Hatta kira-kira pukul 8 malam…” kata inah menyapaku pagi ini,
Hhh hari ini Louis dan Zayn sahabat kecilku akan ke Jakarta,. Mereka kesini tidak sendiri bersama keluarga kecil mereka, Zayn bersama istrinya Perrie dan anak lelaki nya yang bernama Austin. Louis bersama istrinya Ellanor dan anak lelakinya bernama Henry. Mereka akan berlibur ke Bandung bersama aku dan putraku David.
“Morning dad…” sapa david
“Eh anak dad udah bangun, mau sekolah sayang?” Tanya ku pada David
“iya den, hari ini David masuk sekolah lagi besok sudah liburrr yakan vid?” kata baby sitter
“Iya Dad, Dad benerkan nanti kita akan kedatangan Om zayn dan Louis dari London?” Tanya David pada ku
“iya sayang, nanti kita jemput sama-sama ya jam 7 malam, David mau ikut?” Tanya ku kembali padanya
“Iya Dad…”
Sebelumnya aku iba pada David sejak ia kecil ia tidak pernah melihat wajah Sheera istriku, Sheera sudah pergi meninggalkanku dan menikah dengan Lautner di London. Aku tak pernah memberitahu David tentang hal ini karena aku gak mau David membenci ibunya, aku selalu menjelaskan pada David bahwa ia memiliki Ibu dan Ibunya pergi entah kemana.
“Dad aku dan mba berangkat dulu yaa, see u dad…” ia berpamitan dan melambaikan tangannya padaku, aku membalasnya dengan senyuman dan lambaianku dan tak berapa lama kemudian ia hilang dari pandanganku. Kulihat Arloji ku sudah menunjukkan pukul set 7 aku berangkat dengan mobil Ferrari ku,.
*dikantor* “Pagi Tuan,…” sapa seorang pegawaiku “Pagi semua…” sapaku sambil melambaikan tangan ku kepada mereka aku masuk keruangan sesampainya diruangan itu aku telah kedatangan seorang pemilik penginapan dikota bandung “Hei pak selamat pagi,,,” sapanya “mari duduk pak ada apa…” kami pun membicarakan tentang rencana kami untuk membuat sebuah penginapan dikota g dibandung yang tidak dapat terlaksana aku pun menerimanya dengan lapang dada aku tau penginapan disana sudah lah teramat banyak jadi apa guna membuatnya lagi?
------------------------------------

Tasya PoV
“sya, bangun atuh udah jam berapa ini?” suara ibu membuatku yang terlelap membuka mata
“Iya iya aku masih mengantuk bu,…” jawabku lemas
“Tapi kamu harus kerja sya,… kamu kan udah kerja…” jawab ibu dari dapur
“ASTAGA!!! Aku lupa…” aku kaget dan ngibrit masuk ke kamar mandi
“makana atuh sya, kalo tidur jangan sampe larut malam nya! Kabiasaan budak mu koh…” kata ibu berbisik pada Bapa
“Ada naon atuh bu, tariak-tariak dah kaya tarzan waee,,…” jawab si bapa
“itu anak si kokoh udah tau dia kerja jam sagini baru bangun, Gak baek atuh pan anak gadis bangun jam sagini… biarkeun rezekina entar dipatok ayam emang mau apa?” ibu nyolot
“eleuh-eleuh si Ibu malah ngomal ngomel sagala wes lah mana kopi kokoh mau ngopi…” kata bapa pada ibu
“Enyakkk bentar atuh si bapa ibu teh buat dulu atuh tunggu nyak!” perintah ibu.
“Mau kamana atuh udah rapih saa?” Tanya bapak pada ku yang udah rapih dengan pakaian seadanya
“Ini atuh Pak Hermawan kemaren nyuruh aku kerja ditempat penginapannya hari ini aku harus rapihin villa nya karena nanti malem ada tamu dari Luar Negeri dateng kamari gitu pa…” jelasku
“Oh jadi Body gat gitu maksudna…” Tanya bapa
“Kemungkinan pa, soalna Aca teh bakalan sama mereka terus paa…” jawab aca
“mudah-mudahan wae ada yang single biar kawin sama aca…” sambung ibu
“Eleh-eleuh si ibu teh mikirna, aca mah mau kerja dahulu baru kawin nyaho bu?” jelas ku
“aca, umur aca teh harusan udah kawin atuh, ibu sama si bapa pengen cepet-cepet gendong cucu caa…” kata ibu
“bener atuh ca, lagian umur aca teh udah pas gitu udah cukup lah intinya…” bapa nyambung
“ahh udah ah daripada ngawur terus sibapa sama si ibu mending aca the jalan war lah samlikum…” aku pun pamit dan berangkat ke penginapan
*Di penginapan*
“Pagi pak hermawan, maaf ya saya telat…” kataku pada pak hermawan “Ooh ndak papa ca, yasudah kamu bersihin deh nih kunci penginapannya kalo hari ini ada 2 keluarga yang dateng yaitu Mr.Liam James Payne dan keluarga juga Mr.Niall James Horan dan keluarga yang ramah ya ca..” perintah Pak Hermawan “Eh iya Pak, pasti… mari pak…” aku pun pamit dan membersihkan penginapan.
“Hadehhh capek banget yak!” usai membersihkan penginapan aku pun makan makanan yang udah disediakan sama Pak hermawan, usai itu aku mandi dan berpakaian bak seperti seorang pelayan di gedung-gedung. Tak lama terdengar desisan mesin mobil dan ketukan pintu.
“Permisi…” katanya, aku pun keluar dan membukakan pintu saat aku membukanya 2 keluarga bule dihadapanku “Good Evenin,Mr,Mrs,Dear…” sapaku pada mereka
“Sorry, gak usah pakai bahasa inggris kami dari Jogja… HEHEHE…” kata Liam
“Oalah aku pikir dari Luar negeri, aku Tasya pelayan disini mari masuk mba,mas…” kataku
“HEHEHE iya makasihh yaa …” kata salah satu perempuan itu, mereka pun masuk dan ke kamar masing-masing
“mba, tolong buatkan kami makanan ya ya kami meminta kau membuatkan sup sayur + ayam yang hangat dan sebuah teh manis hangat…” kata salah seorang lelaki dari mereka
“Ohh iya mas ditunggu yaa…” jawabku
Aku pun memasak di dapur seorang anak perempuan menghampiriku
“Hei mba, manis deh aku boleh kenalan ga?”  anak perempuan itu
“Ehh boleh nak, siapa namamu sayang?” tanya ku
“nama aku Geyra James Payzer…” jawab anak itu
“Oooh kalau aku namanya Tasya… nama kamu cantik banget kaya barbie mba waktu masih kecil hehehe…” jawabku
“hehehe ayahku yang memberikannya, wah mba masak soup yaa? Aku mau dong mba…” katanya “wehh sebentar lagi matang kamu yang cantik duduk aja dikursi makan ya sayang…” kataku
“sipdeh mbaa..” katanya.
Usai memasak aku meletakkan masakan tersebut dengan piring dan beberapa lauk yang kubuat untuk mereka.
------------------------------------------------------------
Harry PoV
“Sudah pukul 17.00 aku harus kembali kerumah…” aku pun pulang kerumah karena sudah selesai pekerjaan ku di kantor,
*Dirumah* “woahh tumben Daddy udah pulang…” ledek putraku David
“wah David udah pulang juga ya ternyata eh Vid ayah bawa Donat kesukaan David nih mau gak? Kalo gak mau buat Dad sama Puddy ajaa…” ledekku
“Ehhh jangan dong Dad, David kan juga mau biar kita makan bertiga saja yah…” kata David dengan riang, David mengambil kantong bening yang berisi sepaket donat yang ku bawa untuknya
“Nah…” panggilku pada baby sitter David
“saya tuan?...”
“Tolong bantu David dan jaga dia sebentar saya mau mandi dahulu, oh iya sekalian rapihin David ya nah. Vid Daddy mandi dulu ya sayang…” kataku pada Inah dan David
“Iya dad,…” jawab David mengangguk
“Baik tuan, mari tuan ayo David kita mandi dan berpakaian dulu yaaa…” perintah Inah pada David.
Pukul 18.00 aku dan David usai berpakaian dan rapih-rapih kami duduk menonton Televisi, saat kami sedang menonton suatu Realita acara selebriti David tiba-tiba menunduk aku membuka pembicaraan
“Lah anak Daddy kenapa menunduk seperti ini? Mengantuk?” tanya ku padanya
“Aku iri pada dia Dad,…” dia menunjuk pada seorang anak lelaki sebayanya dicium oleh Bundanya
“David Edward Styles, putra Daddy yang paling ganteng pasti David mau ketemu Mommy David yaa?” tanya ku
“Iya Dad, sejak kecil David belum pernah dicium mommy, di peluk mommy jangankan seperti itu melihat wajahnya saja belum pernah…” ujar David, sejenak aku diam aku tertegun mendengar David berkata seperti itu
“Daddy kenapa diam? Dad Mommy David seperti apa sih? Apa dia cantik? Lalu apa dia benci David ? mengapa dia tak mau bertemu David? Apa ia sesibuk Daddy?” tanya David
“Mommy nya David cantik banget bener deh, Dia gak benci David kok sayang dia itu sayang banget ama David dan dia bukannya gak mau ketemu David tapi dia…. Ehh udah jam 7 malam mending kita berangkat aja yaa kasian Om Louis sama Om Zayn nunggu kita oke?” potongku
“Yasudah ayo Dad…” Jawab David. Disepanjang perjalanan David bilang padaku ia ingin ke London bertemu ibu ku dan ingin melihat Kota London, aku sendiri pun berniat seperti itu aku ingin David mengenal Mommynya walaupun aku hanya dapat mengenalkannya bukan tinggal dengannya,.
*Di Bandara*
“Mana Dad Om Zayn dan Louis?” tanya David
“Ya sebentar lagi mungkin, dari pada kita bengong mending kita duduk dulu yuk disitu…” aku menunjuk pada salah satu bangku panjang
“Ayo Dad..” David menarik tangan ku untuk segera duduk
“David, gak usah sedih tentang mommy lagi ya!! Dad gak bisa liat David sedihhh teruss Dad gak kuat, Daddy mau David seneng aja gak usah sedih walaupun kedengarannya Dad egois tapi Daddy mau yang terbaik buat David…” kataku pada David.
“Apapun kalo David larang David lakuin deh!! Karena kata Pak Guru disekolah ‘apa yang dilarang orangtua adalah bukti bahwa dia sayang sama orangtua’ dan karena David Cuma punya Daddy David mau bahagiain Daddy aja deh…” katanya, seketika aku terharu bayangkan saja anak berumur 6tahun berbicara seperti orang Dewasa begitu bijak dia mengatakannya padaku, aku pun memeluknya dan mencium kepalanya
“Terimakasih sayang, Dad sangat menyayangimu…” tanpa kusadari aku menitihkan airmata pada pipiku, David menghapus airmataku dan berkata
“Dad selalu bilang ‘Anak lelaki gak boleh nangis,.’ Tapi Dad sendiri menangis…” katanya lugu
“Dad gak nangis sih wooo :P…” aku menghapusnya dan memeluk David kembali.
“Loh itu om zayn dan om louis dad…”  David melepaskan pelukannya padaku dan menunjuk pada suatu keluarga
“Eh iya, ayo kita mendekat…” kataku
“Zayn,Lou Oh my God berapa tahun kita tak bertemu?” tanyaku pada mereka sambil memeluk mereka
“Hehehehe kira-kira 4 sampai 5 tahun …” kata zayn
“Hahaha iyaa… Hei apakah ini putra kalian?” tanya ku pada mereka yang menuntun seorang anak lelaki
“Iya ini putraku yang sering main Game Online dengan putramu Austin…” kata zayn
“Ini putra ku juga yang suka nge game sama putra mu, Henry,…” Louis menyambung
“Vid, beri salam pada Om Zayn dan Om lou juga putra mereka dan istri om kalian ini…” perintahku pada David
“Baiklah Dad…. Om tante Hai nama saya David, Hai nama ku David…” David menjabat tangan mereka satu persatu
“Hei My Name is Austin…” Austin menjawabnya “Im Henry nice to meet you broo…” Henry menyambung “Hehehe nice to meet they broo…” Kekeh David.
“Kemana Liam dan Niall?” tanya ku menuju Parkiran pada Louis
“Mereka bilang, mereka sudah sampai pada Villa karena mereka abis jemput istri Niall yang di Jogja jadi langsung mereka ke Villa nya…” jawab Louis
“Oh ya, Yang mana mobil mu?” tanya Zayn
“Itu Alphard silver kau masukkan saja barang-barangmu kedalam bagasi terlebih dulu…” Perintahku
“Ok, Broo…” mereka pun memasukkan tasnya kedalam bagasi mobilku dan kami pun berangkat langsung menuju rumahku.
*Dirumah*
“Welcome in my home, Austin and Henry…” kata David saat kami memasuki rungan utama
“Untuk sementara malam ini, David tidur bersama Austin dan Henry tak apa-apakan nak?” tanya ku pada David
“Hahaha benarkah? Sungguh tak apa,tetapi apa kalian setuju akan usulan Daddy ku?” tanya nya pada Austin dan Henry
“Kami mah setuju-setuju aja…” jawab Henry
“Yup benar…” Lanjut Austin
“Yes akhirnya aku ada kawan mari masuk ke kamarku akan ku tunjukkan kamarku dengan banyak robot…” ajak David
“Anak mu sangat baik terhadap anak kami,…” Kata Ellanor
“Yap benar, dia memang sangat baik terhadap kawan-kawannya beberapa hari lalu ia membawa hampir 10 orang kawannya kerumah, dia selalu bilang ‘Daddy selalu saja sibuk, aku mau main sama Mba inah kan bosen’ begitu katanya…” curhatku pada Louis,Ellanor,Zayn dan Perrie
“Kau harus segera memiliki istri,ry…” usul Perrie
“AKu juga mau nya begitu, Mom ku banyak mengusulkan wanita kepadaku, tapi aku tolak,…” kataku
“Kau harus memikirkan masa depan David bro…” zayn menepuk pundakku
“AKu tahu, tapi ini gak mudah…” aku putus asa
“Begini saja, nanti kita cari wanita yang cocok untukmu yaa…” usul Louis , aku hanya mengangguk usai kami berbincang aku pun masuk ke kamar untuk tidur *yawn*
-------------------------------------------
Tasya PoV
Usai mereka makan malam, aku merapihkannya kembali dan usai itu aku tidur dikamar. *yawn*.
“Pagi Tuan-tuan dan nyonya-nyonya ayuh atuh dimakan ini ada Teh dan beberapa helai roti, hayuh ayuh dimakan permisi…” sapaku pada 2 keluarga itu
“Ehh Tasya…” panggil Ny.Horeall padaku
“Iya ada apa?”
“Nanti siang ada beberapa kawan kami kemari tolong kamu masak : Sayur soup, sambal goreng kentang dan ayam goreng yaa…” kata Ny. Horeall waduhh saya baru tau bule doyan kaya begituan saya aja suka denger ponakan saya nangis minta pizza ini orang bule suka makanan Indonesia
“Kenapa kamu bengong? Bingung kita doyan makanan gitu?” tanya Ny. Payzer
“Hahaha iya Mrs.-mrs ini suka makanan Indonesia?” tanya ku pada mereka
“HAHA jelas lah kami kan tinggal di Jogja cukup lama jadi kami suka makanan Indonesia,…” jawab Ny.Payzer
“Oooh iya pantesan, mari Mr.,Mrs. Saya permisi ke Pasar.” Pamitku, aku pun berangkat ke Pasar sendirian aku membeli apa yang harus dibeli usai dari pasar aku pun memasak dirumah karena saat ini jam menunjukkan pukul 11.00 jadi aku harus memasak semuanya secara cepat, saat aku tengah menggoreng ayam Geyra dan Angelica mendekatiku
“Mba sedang apaa?” tanya angelica padaku
“Ehhh Kalian jangan deket-deket ayamna teh meletuk-meletuk nanti kena kulit kalian lhooo…” kataku mencegah mereka
“Aduhh mba ini tenang saja kami sudah biasa membantu Ibu kami memasak setiap hari kok…” Geyra menyambar sodet yang ku pegang
“adehh geyra aduh jangan atuh, nanti kamu kena peletukan minyaknya panas atuh gey…” aku menarik kembali sodet yang dipegangnya
“Aduh mba yang manis, kami mau membantu mba izinin kami bantu dong…” kata Geyra
“Iya mba, kami bete kalo harus terus bermain boneka dan gadget kami…” sambung angelica pada ku
“Oke gini sajalah, kalian bawa piring-piring ini ya lalu tata diatas meja ok?” kataku
“Oke deh mba…” jawab mereka serentak, usai memasak aku meletakkan semua sajian masakanku keatas meja dan bergegas mandi.
-----------------------------
Harry PoV
“Hei jagoanku, ayo bangun kita kan akan pergi ke Villa hari ini…” seruku pada David
“Iya dad aku sudah bangun, jam berapa sekarang?” tanya nya padaku
“sudah pukul set 7 Austin dan Henry sudah mandi, kau belum:p…” kataku “Benarkah? Yasudah aku mandi dulu ya Dad…” matanya yang bulat terbuka dan dia mengambil handuk lalu berlari ke Kamar mandi, aku pun turun menuruni anak tangga
“harry,…” panggil zayn
“Hei zayn and Lou Families, udah pada sarapan?” tanya ku
“belum Inah akan datang beberapa menit lagi membawakan roti/nasi goreng …” jawab Louis
“Hehhehe….” Kekeh ku
“Ohiya hari ini kita sepertinya tak bisa semobil,,,…” kata ku
“mengapa keluarga kita dikit bukan?” sambung perrie
“bukan begitu, akan sangat panas terasa dimobil jika kita sekeluarga….” Jawabku lalu duduk diatas kursi meja makan
“biarkan aku,Henry,Austin dan David didalam mobil sedanku kau zayn,Louis,perrie dan ella berada pada mobil kijang ku, bagaimana?” sambungku, mereka tampak seperti sedang berdiskusi dan tak lama Inah datang dengan membawa sarapan untuk kami
“Ini Tuan, Rotinya… permisi…” pamit inah
“Yasudah aku tidak keberatan, tetapi siapa yang membawa mobil kami kami gak mengerti jalan menuju Villa…” jawab Louis
“Biarkan sopirku yang membawa kalian…” jawabku, aku dan mereka pun sarapan dan tak lama David keluar dari kamar bersama Henry dan Austin
“Pagi semua…” sapa Austin
“Pagi pangeran ku…” jawab Perrie sambil melambaikan tangan kearah Austin
“Henry,Austin,David ayo kita makan pagi!!!” perintah Ella
“Hehehe…” kekeh mereka lalu duduk diatas kursi meja makan, kami pun menyelesaikan sarapan kami usai itu saat mentari sudah terang kami berangkat ke Penginapan
“Henry,Austin dan David naik mobil Daddy ya…” perintahku
“Iya Om…” Jawab Austin dan Henry
“Ok. Dad…” Jawab David. Usai kami mengemas barang-barang kami pun capcusss langsung otw ke Penginapan cihuiii.
-----------------------------------------------------------
Authors PoV
Panasnya mentari pada siang di kota ini tak mengalahkan semangat berlibur anak-anak di sekelilingnya, mulai dari pantai dikota ini, hingga perbukitan banyak sekali diminati oleh para wisatawan. Usai adzan Dzuhur Zayn,Lou,Harry and family telah sampai dipenginapan, mereka turun dan mengambil tas-tas mereka harry mengetuk pintu perlahan tokk…tokk.. tokk…
“Permisi…” tak lama pintu itu terbuka creett….
“anda pasti Tuan-tuan yang telah di tunggu oleh keluarga The Boys…” terka gadis itu, manis sekali wajahnya tinggi dan tak terlihat di Aura nya adalah seorang Pelayan, Harry kembang kempis bernafas mata birunya menatap berulang kali hitam nya mata si gadis.
“Maaf mass permisi silahkan masukk…” gadis itu melambaikan tangannya pada wajah Harry
“Ehh Ehh maaf, e e I I  I ya Liam dan Niall nya mana?” tanya nya Gugup
“Mas Liam dan Niall didalam, mari duduk mas aku akan membuatkan kalian jus jeruk…” katanya dengan sopan mempersilahkan Zayn,Louis,dan harry duduk.
“Eh har, lo kenapa liatinnya gitu amat….” Ledek Zayn
“tau lu har, itu cewe sampe ngelambain tangannya gitu ke wajah lo…” lanjut louis
“HEHEHE gak papa kok, Cuma Cuma liat aja dia tadi manis …” ngelesku
“ahhh Daddy ngeles aja nih kaya bajaj…” ledek David
“dasar david…” aku menatap David dengan senyuman. Tak lama niall dan Liam keluar dengan Fams nya, mereka bercipika-cipiki :3 usai itu mereka semua makan bersama dan kemudian mereka istirahat dikamar masing-masing terkecuali David, dia keluar penginapan dan duduk didekat kolam. Saat Tasya melewati kolam, Tasya melihat David. Tasya pun mendekati David
“Hei tampan…” seru tasya
“Ehh mba mengagetkan saja…” jawab David,
“Boleh kenalan? Maaf ya mba mengganggu kamu….” Jawab Tasya
“Boleh kok, ngga papa aku gak masalah kok. Ohiya, nama aku David Edward Styles…” Kata David
“Hehehe Mba Tasya… kamu kenapa diam di kolam seperti ini?” tanya Tasya
“aku sedih mba, aku tak pernah merasakan kasih sayang Ibu, ayah saya selalu bilang ibu itu ada tapi aku tak pernah bertemu dengannya…” jawab David
“woooo… kamu tau gak vid, dulu Mba punya temen laki-laki namanya Udin, si Udin adalah anak yatim dia hanya tinggal sama ayahnya ibunya udah lama meninggal, tapi dia hebat vid dia bisa bermain bola dan rajin ibadahnya, dia gak pernah malu diledekin gak punya ibu vid. David harus bisa kaya dia…” dongeng Tasya
“David, Cuma mau kenal Ibu David itu aja…” David mengelak
“Yaudah daripada David sedih David boleh kok anggap Mba Ibu David, kita bisa main sama-sama kan? Sekarang daripada sedih mending David mba ajak keliling penginapan mba ajak ke curug mau gak?” tanya tasya
“curug itu apa mba?” tanya david
“curug itu semacam air terjun yang tak terlalu tinggi…” jawab Tasya
“wahh bener mba?” David girang
“iya, tapi jangan lama-lama ya soalnya ini kan udah sore…” jawab Tasya.
“sip deh…” ujar David.
“wah ada yang mau ke curug tapi gak ngajak Daddy nya pelit bangett yaa…” ledek harry
“daddy?” David kaget
“Daddy mau ikut?” tanya David
 “Ikut gak yaa?” ledek Harry
“Masnya kalo mau ikut hayuh atuh nanti kesorean…” ujar Tasya
“Hayuh…” jawab harry, mereka bertiga pun kecurug bersama naik delman
“Kamu udah lama kerja sama pak hermawan?” tanya harry
“Engga mas, aku teh baru kerja hari ini saja!!” jawab tasya
“kamu lulusan apa sih?” tanya harry kembali
“aku? Aku teh sarjana atuh mas, sarjana kesusasteraan.,…” jawab Tasya
“wahh kamu jadi adalah seorang penulis?” tanya harry
“Ya enggak lah mas, aku mana bisa jadi penulis? Wong aku adalah seorang pembantu saja…” jawab Tasya
“Lah kamu kan sarjana…” jawab harry
“iya mas, tapi gak ngejamen hidup aku pun nyesel mas kuliah sastra…” jawab Tasya
“Kamu gak boleh nyesel kamu harusnya itu bangga jadi sarjana, gak semua lohh orang sastra bisa sarjana…” jawab harry
“Iya mas… ehh A’ kiri nyak!” kata Tasya, mereka bertiga pun turun dari delman dan menuju curug.
“wehhh curugnya keren ya dad, dad fotoin aku yaa…” kata david, ia pun bergaya dan berpose seperti model saja wkwkw ;D
“mba tolong fotoin aku dengan putraku yaa…” kata harry, harry dan david pun bergaya seperti Model yang tengah dipotret
“Oke sekarang kita foto bertiga yaa…” kata David
“Hahaha iya benar, hei pak kemarilah!!!” perintah harry pada seorang bapak yang sedanng melamun
“Ada apa atuh mas?” tanya nya
“tolong fotoin kami bertiga yaa…” ujar harry, si bapak hanya mengangguk pelan merekka pun bergaya seperti seorang bintang saja wkwkkw saat matahari mulai gelap mereka pun pulang
“Dad tadi seru banget yaa…” kata David
“Hmm iyaa…” jawab Harry
“Masnya sama David lucu banget loh wkwkw” ledek Tasya
“Yeh kamu sya ledekin aku aja nih…” kata harry
“Ehh mass hujan ayoo kita teduh …” sesaat hujan turun harry,tasya dan David kebingungan mencari tempat untuk berteduh, akhirnya mereka menemukan sebuah gubuk kecil dekat sawah
“aduhh ada ada aja pake hujan segala,…” kata david
“kalo gak hujan, david gak bisa makan!!!” kata Tasya
“Iya sih Daddy david ngantukk….” Kata David
“Yaudah tuh ada bale David tiduran ya pake Jacket Daddy aja oke?” kata Harry
“Iya Dad…”. Sesaat David pun nyenyak dalam tidurnya kini tinggal tasya dan Harry
“Kamu dingin sya?” tanya Harry
“Engga mas, aku khawatir hujannya kok malah makin deres yaa…” jawab tasya
“Gausah khawatir sya, nanti juga berhenti,…” jawab Harry
“Mas maafin aku ya coba tadi aku gak ngajakin mas ke curug…” kata tasya menyesal
“Gapapa kok, toh tadi kita disana juga senang-senang kan…” kata harry
“Ohiya, kamu jangan manggil aku mas, panggil aja aku harry…” Perintah Harry
“ehehehe emang kenapa mas lebih bagus” kata tasya,
”kesannya aku tua bangettt gitu…” kata Harry
“Yaudah deh aku panggil kamu Harry ya Har…” jawab tasya “Har, mengapa kau tidak menunjukkan keberadaan ibu David? Maaf ya aku agak sedikit kepo dengan masalah kamu…” kata Tasya
“Bagaimana mungkin aku memberitahunya, ibunya sudah memilih lelaki lain daripada aku…” jawab harry
“maksud mu?” tanya tasya
“Ibunya adalah Sheera dumella, dia adalah artis juga di London saat dia mengandung ia meninggalkanku ke London lalu menikah dengan Lautner, aku merasa anakku diambil olehnya jadi ya aku ambil saja David dari tangannya saat ia melahirkan Di London…” jawab harry
“Dia butuh sesosok ibu Har, dia butuh ibu yang bisa sayang sama dia…” Tasya mengelus kepala David
“Aku tahu itu!! Tapi siapa?....” kata harry
“Har… aku yakin kau adalah lelaki yang tangguh tolong har jaga dia, beri ia kasih sayang …” kata tasya
“Iya Sya, Sya aku melihat ada yang beda dari matamu sya…” kata harry
“apa yang beda?” tanya tasya
“Aku melihat binar ke Ibuan dari matamu…” kata harry
“Bagaimana mungkin? Aku tak pernah punya anak har,….” Kata Tasya
“Sya, mau kah kamu menjadi …… baby sitter bagi David di Jakarta, aku akan sering sekali meninggalkan David aku takut dia akan kurang perhatian dariku….” tanya harry 
“Hmmm mau,… aku tau David butuh kasih sayang dari karakter seorang Ibu, meski aku bukan Ibunya tapi aku pernah merasakan seperti David karena beberapa tahun lalu Ibuku pernah meninggalkanku tetapi sekarang ia telah kembali….” kata Tasya
“Terimakasih Sya…” harry pun memeluk Tasya dan tasya menyambut pelukkan Harry. Sekitar sejam lamanya mereka berada di Gubuk malam pun semakin malam, harry menggendong David yang tertidur
“Ry, maaf ya kamu jadi jalan kaki…” kata Tasya
“Heheh gak papa bentar lagi kita sampe kan?” kata harry
“iya sih tapi kan lumayan jauh juga tadi….” Jawab tasya
“No Problem…” jawab Harry, setelah hampir setengah jam mereka melakukan perjalanan akhirnya mereka sampai pada penginapan
“Harry darimana saja kau…” bentak zayn “Iya darimana saja kau…” lanjut Louis
“Aku, Tasya dan David habis ke curug didekat sini. Akan tetapi saat kami hendak pulang hujan deras jadi kami terpaksa teduh disalah satu rumah tua gak jauh dari sini…” jawab harry sambil membawa David ke kamar
“Tasya kamu istirahat ya, dan Ella Perrie Sazara atau Danielle, tolong bantu saya menggantikan David pakaian yaa…” perintah Harry
“Ella tolong gantikan pakaiannya lalu kompres dia dengan air hangat ok?” perintah louis, ella mengangguk dan dia masuk kekamar David
Harry pun segera masuk kedalam kamar dan mengganti pakaiannya, begitupun Tasya.
-------------------------------------------
Harry PoV
“Hhh entahlah apa yang kupikirkan mengenai Tasya, aku baru saja mengenalnya beberapa jam saja tetapi aku merasa dia adalah orang yang aku cari selama ini, dia bisa menjadi seorang istri bagiku atau ibu bagi David,….” Seketika aku melamun memikirkan Tasya. Umurnya masihlah muda sekitar 5 tahun dibawahku tetapi dia sudah berlagak seperti seorang ibu dia bisa menyayangi anak-anak dengan kasih sayangnya dia baru mengenal keluarga kami beberapa jam tetapi dia bisa merasakan apa yang David rasakan dan dia bisa memberi apa yan David butuhkan, aku kagum padanya. Aku pun mandi dibath tub dan usai itu aku pergi kemeja makan sudah terlihat beberapa keluarga disana aku ikut gabung pada mereka.
-------------------------------------------
Tasya PoV
Mas harry sangat baik padaku, mengapa wanita semacam Sheera bisa meninggalkan lelaki setampan dan sebaik dia ya tuhan mengapa dia begitu bersabar mengurus putranya SENDIRIAN selama 6 tahun ini. Bukan waktu yang singkat baginya, menjadi karakter ayah dan Ibu setiap kali bersama dengan anaknya, mengapa anak sebaik David harus merasakan lebih parah dari yang aku rasakan, beribu pertanyaan muncul dari diriku sendiri. Entah mengapa baru beberapa jam kenal dengan Mas Harry seperti sudah bisa mengerti dia, aku lebih mudah mengutarakan pendapatku, entahlah tuhan perasaan apa ini Ingat lah Sya dia orang kaya tak mungkin bersamamu. Aku melamun dalam kesendirian ku tiba-tiba aku teringat pekerjaan ku segera saja aku mandi dan berpakaian piyama usai itu aku kedapur untuk memasak makan malam.
---------------------------------------------
Authors PoV
Malam yang dingin gelap, beberapa keluarga kumpul dimeja makan siap memakan beberapa suap nasi atau oat kecuali David ia masih berbaring dikamarnya badannya memang agak sedikit hangat usai makan malam itupun Harry membawakan makan malam ke kamar David,
“David…” panggil  harry
“Daddy?” David terbangun dari lelapnya dan dia melepaskan kompres yang berada dikepalanya
“Ini makan malammu, lekas dimakan ya sayang….” Perintah harry
“Daddy, aku maunya Mom yang menyuapi ku…” pinta David
“Tapi David mom David gak ada disini vid, mom david ada diluar negeri…” ujar Harry
“Tapi David mau makannya sama Mom…” David bersikeras pada pemikirannya, tak lama Tasya mengetuk pintu dan masuk kedalam
“Daripada David kangen sama Mom, bagaimana kalo kita makannya dipekarangan rumah saja? Udara diluar emang agak dingin sih tapi udah gak hujan, malah banyak banget lohh bintang diatas langit david mau liat?” ajak Tasya
“Beneran Mba? David mau liat dong!!!!” kata David
“Dengan 2 syarat!!!” Tasya melontarkan jari telunjuk dan tengahnya
“Apa itu?”
“1. David harus memakai mantel 2. David harus mau makan disuapi Daddynya david…” perintah Tasya
“Yasudah David mau deh…” kata David pasrah,
“Oke, ini mantelnya dipake, ohiya Har ini jacket pake aja diluar Dingin bangett lohh…” Tasya menyerahkan sebuah Mantel dan Jacket untuk Harry dan David
“Kamu gak pake?” tanya Harry
“Aku udah biasa…” jawab Tasya.
*Dipekarangan* Harry,Tasya Dan David duduk disalah satu bangku panjang, lalu menatap keindahan langit pada malam itu
“Liat Vid, itu ada bintang yang paling cerah dari semua bintang indah ya, warnanya merah kelap-kelip…” Kata Tasya
“Iya Mba Indah banget…” seru David
“Itu adalah David, dari semua anak-anak di Dunia ini David yang paling terang yang paling sabar meskipun dari yang terang pasti ada yang lebih terang lagi….” Kata Tasya
“Bener tuh kata Mba Tasya, David itu anak yang paling unik dan beruntung dimuka bumi ini, ayoo sekarang makan dulu nihh amhhhh…” Harry menyuapi sesendok Nasi kemulut David
“Tapi Bintang itu pasti punya orangtua yang lengkap kan?” Tanya David
“Tidak, David salah justru bintang itu hanya punya tuhan…” jawab Tasya
“Berarti lebih beruntung David dong, David punya Daddy yang bisa sayang sama David, David punya Austin,Henry,Geyra dan Angelica dan sekarang David punya mba kaya mba Tasya…” kata David
“Iya David gak boleh sedih kalau David gak punya Ibu, karena ibu kan makhluk ciptaan tuhan jadi seterah tuhan kalo tuhan mau bawa ibu kemana aja termasuk jauh dari David… yang harus David ingat itu darah ibu ada di aliran darah David…” kata Tasya, Harry terlihat kagum sampai ia meneteskan air matanya kepipi
“Daddy jangan menangis…” kata David
“Ennggak Daddy gak mau nangis, ayo makan lagi yang banyakkk…” bantah harry.
“David tau gak? Kasih sayang ibu itu kaya apa?” tanya Tasya
“Enggak lah Mba, David aja gak pernah tau ibu david kaya apa…” jawab David lemas
“Ibu itu seperti bidadari, ia yang selalu menghanturkan doa pada kita, menjaga kita lewat perasaannya dia selalu berdoa pada tuhan agar dia diberi kesehatan supaya dia bisa merawat anak-anaknya… Ibu david juga gitu kok, dia selalu doa buat david dan Daddy, mungkin kelak dia bakalan ketemu David sama-sama ama David atau Daddy…” kata Tasya
“Apa ibu David tau David hidup? David pengen Ibu David ada disini, yang ngejelasin semuanya tentang ibu sama David bukan Mba Tasya…” kata David sambil disuapi oleh Daddynya
“Ibu David masih nervous ketemu David, jadi tuhan kirim Mba buat temenin David biarpun gak bisa selamanya…” jawab Tasya
“David, bener kata Mba Tasya itu, kelak mommynya David bakalan temuin David tapi Mba Tasya juga salah karena Mom David dan Daddy gak bisa bersama…” Harry mengalihkan pembicaraan
“Mengapa dad?” tanya David
“Karena Mommy nya David sudah punya suami yang bisa deket sama dia, mommynya David sudah punya suami selain Daddy…” jawab Harry sambil menitihkan airmata
“Dad… jangan menangis, sekarang David ngerti kenapa Daddy gak ngijinin David buat sama Mom, karena mom sudah punya ayah baru buat dia kan? Dia mau bahagia sama keluarganya gitu kan Dad?” tanya David
“Iya, tapi dia sayang kok sama David, sekarang David mau ngomong sama Mommynya David?” tanya Harry
“Iya Dad… David mau bilang kalo David sayang ama dia…” David girang,harrypun mengeluarkan telepon selulernya dan dia menelpon skype daripada Sheera.
T : ada apa harry
H : anakmu ingin berbicara langsung padamu
D : mommy ini David mom ini David
T : Eh David sudah besar ya anak mommy, ini mommy nak
D : mommy kapan kemari mom? David mau meluk mom!!
T : gak bisa sayang mom sibuk disini, david yang sehat yaa jangan nakal mom sayang banget sama david udah dulu ya sayang  mom sibuk bye
D : tapi mom david… tuut tuut tuut  David sayang sama Mom…
David pun menitihkan airmata kembali, jiwanya sepi dan hilang baru saja ia melihat ibunya tetapi ibunya sudah tak perduli akannya seakan ibunya merasa asik dengan dunianya melupakan David yang merindukannya.
“Mengapa Sheera jahat sekali ?” Tanya Tasya pada harry
“Itu alasan ku membawa David bersamaku, aku ingin David bahagia bersama ku…” seru harry
“David, sudah ya jangan sedih David kan punya Mba dan Daddy …” Kata Tasya
Berhari-hari mereka lalui dengan suka dan cita terkadang David iseng menelpon Sheera berkali-kali tetapi itu ia hentikan suatu ketika saat Sheera sedang sangat sibuk, David menelponnya tetapi direject oleh Sheera sampai akhirnya saat diangkat Sheera berkata “Dasar anak BODOH… aku sedang bekerja jangan terus mengganggu ku..” saat itu juga David merasa sedih saat itu ia berhenti menelpon ibunya.
Hari ini adalah hari akhir liburan, David dan harry membawa keluarga besarnya kembali ke Jakarta kecuali Niall dan Liam mereka harus segera ke Jogja karena masih ada urusan, sementara Louis dan Zayn harus ke bandara hari ini juga, mereka harus kembali Ke London karena di London Lusa anak sekolah sudah memulai aktifitasnya. Hidup David dan harry kembali sepi Karena tidak ada Tasya, Tasya masih harus izin bersama keluarga nya untuk bekerja di Jakarta bersama Harry.
-------------------------------------------
Harry PoV
Sepulangnya dari liburan aku merasa ada yang berbeda dari diri seorang David, mungkin semenjak kejadian bentakan ibunya David menjadi sangat tidak suka saat aku menceritakan tentang Ibunya. David lebih suka jika Harry memberitahu kabar tentang Tasya yang berjanji akan menjadi pengasuh baginya, suatu malam aku temukan David berdiam diri bersama sebuah surat dan sebuah balon gas
“David mau apakan balon dan surat itu?” Tanya ku penasaran
“David mau kirim surat lewat balon gas ini dad..” jawab David
“Loh emang kenapa?” Tanya ku
“David Cuma pengen Mba Tasya tau kalo David sayang sama dia, David Cuma pengen mba tasya datang ke Jakarta, temenin David…” jawab David
“David kesepian?” Tanya ku perlahan
“Iya, Daddy selalu keluar Kota atau luar Negeri Davidnya sendirian Dirumah Bi inah udah pulang kampung, setiap harry david Cuma bisa nge Game atau belajar itu-itu saja,…” jawab David kencang
Aku mendekati david dan duduk disebelahnya aku peluk dia dalam isakku dan tangisku “Maafin Daddy ya… daddy gak bisa jadi apa yang David mau, david mau a Daddy kasi C sangat jauh dari keinginan David…” pintaku pelan
“Daddy gak salah kok,…” ia membalas pelukanku, Daddy sekarang aku udah iket suratnya ke balon ini sekarang kita terbangin ya, mungkin aja Mba Tasya liat dan baca surat dari David.” Kata nya Optimis
“Iya sayang 1…2…3..” balon itu kami lepas bersama “nah balonnya sudah terbang sekarang kita tidur yaa…” pinta ku pada David
“Tapi David mau tidur sama Daddy Boleh?” Tanya nya
“Boleh sayang…” jawab ku
Kami pun tidur bersama pada malam itu.
----------------------------------
Tasya PoV
“Pokoknya Tasya mau ke Jakarta pa, bu…” kataku pada mereka
“Tapi sa, kamu sendirian atuh ibu teh kuatirrr..” ujar ibu
“Ibu tenaang bu,Tasya teh punya jurus silat atuh oke…” kata ku meyakinkan ibu
“Yaudah sya kalau itu pilihan kamu, bapa teh sama ibu Cuma bisa doakeun semoga kamu selamat lagi pula bapa rasa kamu itu sayang sama anak dan bapanya kan…” tebak bapa
“aduh si bapa teh Tasya kesana mau kerja bukan mau kawin nanti kalo Tasya kawin baru atuh Tasya bilangin sama si bapa…” jawabku
“Bapa mah tau betul atuh hati-hati kamu kena cinta satu malam gituu…” kata bapa
“Eleh eleh si bapa korban lagu ini mah nyak!!! Tasya the beneran sayang sama mereka, Tasya sayang pa sama mereka…” kataku
“serah urang deh udah siap semuanya? Hayuh atuh pergi nanti keburu malem…” ujar bapa
“Ibu Tasya teh jalan dulu nyak!!! Tasya janji tasya bakalan telepon ibu satiap hari atuh nyak jangan sedih atuh ibu…” kata ku menghapus air mata ibu yang tak ingin akupergi
“jalan atun sya, pulang bawa duit sama suami dan anak itu ibu teh mau kenal mereka atuh sya buru-buru atuh jadi manten…” ujar ibu
“Iya bu Tasya bakalan bawa mereka Insa alloh bu…” jawab ku, sore itu aku dan bapa pun pergi ke stasiun dan abis maghrib aku berangkat dari lembang-jakarta memang gak sebentar tapi aku yakin ini gak sampe pagi. Sesampainya di Jakarta aku naik Taksi menuju alamat Mas Harry dan David sesampainya di perumahan rumah mas Harry dan David aku beranjak mencari rumah mereka seketika aku melihat balon merah tersangkut diatas pohon yang tak terlalu tinggi aku ambil balon itu dan ternyata ada suratnya, aku buka dan kubaca suratnya
Dear Mba Tasya
Mba tasya aku david, ingatkan? Mba tasya kemana aja David sendirian dirumah Daddy sering ninggalin David,David udah lupain semua tentang Ibu David David kecewa karena dia sering marah-marahin David lewat telepon. David rasa David gak butuh ibu kaya Dia yang David butuh ibu kaya Mba Tasya Mba tasya bisa mahamin David Mba tasya bisa sayang sama David Dan David nyaman banget kalo sama mba Tasya. Mba Tasya kemana sih? Kok janjinya ke Jakarta di lupain Daddy juga kasian dia sering diledekin duda ganteng tapi gak laku sama temennya. David tau mba Tasya itu sayang banget kan sama Daddy iya kan mba? Jawab mba, mba sekarang David dirumah David nunggu mba Tasya Lohhh!!!
David Edward Styles
Sejenak aku diam dan menangis membacanya, aku pun masuk kedalam rumah David yang luas dengan pekarangannya yang hijau dengan rerumputan dan pepohonan kecil yang rindang
“David…” panggilku, seseorang membukakan pintu Yap benar itu adalah Mas Harry
“Mas…” aku memeluknya erat
“Tasya..” katanya
“Mas maaf aku telat, aku menemukan balloon ini diluar mas…” aku menunjukkan balloon yang ku temukan
“Kamu udah tau kan isinya?” Tanya harry
“Iya mas…” jawab ku
“itu berarti kamu tau perasaanku…???” Tanya harry
“Tidak…”
“aku menyanyangimu sya, aku aku merasakan itu saat kau bersamaku pada malam itu, kau buat putraku nyaman dan cepat mempercayaimu dibanding aku, dia cepat menyayangimu dibanding dia cepat menyayangi hidupnya…” katanya
“Aku hanya melakukan apa yang menjadi tugasku, aku pernah merasa kesepian sama seperti David,tapi aku ingat kata seorang yang pernah membuat aku merasa lebih berarti…” kataku
“Mba Tasya…” David datang dan memelukku erat sekali, dia menangis dipundakku
“Davidd mba sangat kangen sama David…” jawabku
“David juga, mba yang nemuin balloon itu mba?” Tanya David
“Iya Mba yang nemuin tulisan David bagus sekali, vid David darimana tau mba sayang pada Daddynya david?” Tanya Ku pada David
“David tau itu saat kalian bertatapan itu dalam sekali David merasa itu adalah tatapan cinta…” jawab David
“Ehh jagoan kamu ini masih terlalu kecil untuk mengetahui arti cinta…” ledek harry
“tapi benerkan Dad, David jug abaca di agenda nya Daddy kalo disuatu tanggal Daddy akan meminang perempuan sebagai ibu buat David…” ledek David
“Siapa orangnya?” aku dan harry penasaran dengan kata-kata david
“emhhhh mo tau banget atau mau tau ajaa?” david meledek kami kami pun mengejarnya bersama, kami merasakan kebahagiaan seperti kebahagiaan seperti keluarga.
--------------------------
Authors PoV
Semakin hari mereka semakin menikmati hidup mereka, kenyataan yang menyatakan bahwa seorang tasya bukanlah menjadi pekerja bagi harry melainkan adalah seorang kekasih bagi Harry dan Ibu bagi Seorang David. Memiliki 2 peran itu harus mereka lengkapi dan mereka jadikan sebagai sebuah keluarga sampai akhirnya, mereka menikah dikampung di tempat yang teramat sederhana dihadiri oleh The boys dan keluarga Harry.
1 tahun setelah mereka menikah
Sheera datang menemui david dirumah Harry
“David…” panggilnya
“Mom?” Tanya David cuek dia pun memeluk momnya, Mom membalas pelukan David yang biasa saja itu
“Harry…” panggil Sheera
“mau apa kau kesini? Aku dan David sudah memiliki penggantimu…” kata Harry
“aku hanya ingin meminta maaf pada mu untuk membawa David ke London untuk tinggal bersamaku,…” kata Sheera
“kau mau membawanya atau tidak terserah kau karena aku hanyalah seorang Daddy bagi David, sekarang mau atau tidaknya kau serahkan pada David…” kata Harry dengan lantang
“David gak mau sama Mom, David gak mau sama mom …” David pergi ke belakang tasya
“Maafmba, David gak mau sama mba, biarkan dia sama kami mba…” ujar Tasya lalu membawa David jauh dari Sheera
“Kau dengarr?? Apa kata anakmu?? Dengarrr??!!” jawab Harry, Sheera pun pergi kembali ke tanah airnya di London ia menyesal karena membiarkan David dalam sedihnya. Di lain tempat tasya memberitahu bapaknya dikampun kalau dia sudah hamil
“Pa, dengarkeun nyak ini teh bukan cinta satu malam pa, karena kami teh sudah akan dikaruniai anak …” kata tasya, Harry dan David pun tertawa terbahak-bahak.
The end

Tidak ada komentar:

Posting Komentar