Bukan
bunga yang dapat ku persembahkan, bukan mobil mewah atau gedung bertingkat yang
kuberi bukan juga seloyang kue dengan hiasan diatasnya apalagi sebuah perhiasan
bergram-gram untukmu. Aku hanya memiliki doa, doa seorang anak anak pertama
yang menamai atas binti mu. Harapanmu ya itulah aku, sering banget aku nyakitin
hatimu berkata kasar membuat hatimu luka bahkan kau sempat menangis karena ku.
Sejak kecil aku hanya problem hidup bagimu namun didalam jiwa ini tertanam
subur rasa sayang yang tulus, aku tak bisa mengeluarkannya dengan kata-kata
ataupun perilaku tingkah alay puitisku yang dapat mengungkapkannya. Setiap aku
berdoa pada tuhan pasti tak lain mendoakanmu agar kau tetap bersamaku, setiap
pagi dengan sabarnya kau buatku bangkit dari lelapnya tidurku, kau buatkan
meski hanya segelas susu coklat.
Dulu aku pernah berjanji padamu, akan
membahagiakanmu dengan nilai ujianku tapi apa? Kurusak kebahagiaanmu dengan
jatuhnya nilai ku, aku seketika menangis karena longsornya aku tetapi seketika
aku berfikir tentangmu yang mengajarkanku arti kerja keras,teliti dan tekun.
Kau juga sering mengajarkan ku untuk bersabar dan tawakal kepada tuhan, aku
tahu itu. Sejak kecil kau didik aku semaksimal mungkin, tetapi laki-laki itu
membuatmu goyah dan gontai hingga saat ini kau tak perdulikan aku, memang kau
mengurus ku tapi aku tak merasa setulus dahulu sering aku bertanya mengapa kau
seperti ini kau bilang sebab dia menghancurkannya lelaki itu merusak
kepercayaanmu dia merusak cinta kasih putihmu.
Aku bukan seorang manusia genius dan
bisa membahagiakanmu sekarang, aku hanya anak bodoh yang berusaha pandai dan
bisa membahagiakanmu tekadku hanyalah satu, Hidup ku, Hidupmu dan Hidup
adik-adikku berada ditanganku nasib mereka bersamaku tak mungkin aku
menghancurkan dengan sikap pemalas ku tetapi gigih ku yang harus aku tunjukkan
untukmu pasti aku lakukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar