Sabtu, 05 Januari 2013

Prosa Buat mama {}



Bukan bunga yang dapat ku persembahkan, bukan mobil mewah atau gedung bertingkat yang kuberi bukan juga seloyang kue dengan hiasan diatasnya apalagi sebuah perhiasan bergram-gram untukmu. Aku hanya memiliki doa, doa seorang anak anak pertama yang menamai atas binti mu. Harapanmu ya itulah aku, sering banget aku nyakitin hatimu berkata kasar membuat hatimu luka bahkan kau sempat menangis karena ku. Sejak kecil aku hanya problem hidup bagimu namun didalam jiwa ini tertanam subur rasa sayang yang tulus, aku tak bisa mengeluarkannya dengan kata-kata ataupun perilaku tingkah alay puitisku yang dapat mengungkapkannya. Setiap aku berdoa pada tuhan pasti tak lain mendoakanmu agar kau tetap bersamaku, setiap pagi dengan sabarnya kau buatku bangkit dari lelapnya tidurku, kau buatkan meski hanya segelas susu coklat.
        Dulu aku pernah berjanji padamu, akan membahagiakanmu dengan nilai ujianku tapi apa? Kurusak kebahagiaanmu dengan jatuhnya nilai ku, aku seketika menangis karena longsornya aku tetapi seketika aku berfikir tentangmu yang mengajarkanku arti kerja keras,teliti dan tekun. Kau juga sering mengajarkan ku untuk bersabar dan tawakal kepada tuhan, aku tahu itu. Sejak kecil kau didik aku semaksimal mungkin, tetapi laki-laki itu membuatmu goyah dan gontai hingga saat ini kau tak perdulikan aku, memang kau mengurus ku tapi aku tak merasa setulus dahulu sering aku bertanya mengapa kau seperti ini kau bilang sebab dia menghancurkannya lelaki itu merusak kepercayaanmu dia merusak cinta kasih putihmu.
        Aku bukan seorang manusia genius dan bisa membahagiakanmu sekarang, aku hanya anak bodoh yang berusaha pandai dan bisa membahagiakanmu tekadku hanyalah satu, Hidup ku, Hidupmu dan Hidup adik-adikku berada ditanganku nasib mereka bersamaku tak mungkin aku menghancurkan dengan sikap pemalas ku tetapi gigih ku yang harus aku tunjukkan untukmu pasti aku lakukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar